Ranieri tentang Rahasia Sukses Leicester dan Misi Saat Ini
Leicester
- Manajer Leicester City Claudio Ranieri bicara mengenai sejumlah hal
terkait gebrakan timnya musim ini. Salah satunya adalah mengenai rahasia
suksesnya di Leicester.
Kisah Leicester yang kini berada di
garis terdepan perebutan titel Premier League, setelah musim lalu
berjuang keras menyelamatkan diri dari degradasi, seperti tidak ada
habisnya dibahas.
Ranieri, yang mulai menangani The Foxes sejak
musim panas lalu, tak ayal mendapat porsi sorotan besar berkat
keberhasilannya mengubah peruntungan klub tersebut.
"Tidak ada
rahasia sukses. Kesuksesan kami didasarkan pada kombinasi sejumlah hal.
Klub-klub papan atas Premier League tidak menjalani musim yang
seharusnya dan kami menjalani sebuah musim yang tak diprediksi semua
orang," ucap Ranieri dalam wawancaranya dengan Marca.
"Ketika
saya bergabung dengan Leicester musim panas lalu, chairman mengatakan
bahwa tugas saya adalah membuat kami bertahan di Premier League pada dua
musim kontrak saya (ia teken kontrak tiga tahun). Chairman ambisius
tapi sosok rendah hati; ia tahu Anda hanya bisa meraih hal-hal besar
setelah meletakkan fondasinya terlebih dulu. Setelah dua musim
memapankan diri, tujuannya setelah itu mulai memikirkan Eropa. Tapi
segalanya berubah musim ini.
"Saya punya sebuah tim yang amat
kompak, ruang ganti bernuansa positif, dan tim yang bekerja dengan baik.
Tapi kami tahu belum menghasilkan apa-apa. Semua orang menyemangati
kami untuk menjuarai Premier League. Luar biasa di era yang melibatkan
banyak uang seperti saat ini ada sebuah klub kecil yang mampu merangsek
ke papan atas. Kalau kami Chelsea, Arsenal, (Manchester) City, atau
(Manchester) United maka kami akan memikirkan gelar. Tapi kami tidak,"
tuturnya.
Setelah menjalani 30 pertandingan Premier League,
Leicester mengoleksi 63 poin untuk menempati posisi teratas dengan
keunggulan lima angka dari Tottenham Hotspur yang menjadi pesaing
terdekatnya. Mampukah Leicester menghadapi tekanan di sisa musim dan
juara?
"Leicester adalah sebuah klub kecil dan kami harus
menjalani semuanya perlahan-lahan. Kami sudah mencapai target
terpenting; kami sudah menang karena musim depan kami akan ada lagi di
Premier League. Sekarang kami akan berjuang lolos ke Eropa. Dan kalau
kami bisa terus bertahan di atas sana maka kami akan berusaha menembus
Liga Champions, dan kemudian baru mengincar gelar. Tapi kami harus
menjalaninya selangkah demi selangkah," beber Ranieri.
Sejak
Pekan 22, Leicester rutin menyudahi setiap akhir pekan Premier League
dengan berada di posisi teratas. Pada delapan pekan di kesempatan yang
berbeda musim ini, Leicester juga mampu menguasai puncak klasemen.
Hal
itu amatlah kontras dengan kenyataan bahwa di musim lalu Leicester
terpuruk jadi juru kunci Premier League pada Pekan 13-31, sebelum
akhirnya mulai merayap naik di tangga papan klasemen sampai kemudian
finis di posisi 14.
"Kami sudah mengubah sistem. Sebelum datang
saya telah menyaksikan sejumlah pertandingan, saya sudah tahu bagaimana
mereka bermain, dan saya membuat sejumlah perubahan. Saya merasa pemain
tertentu bisa tampil lebih baik pada posisi berbeda dan sekarang kami
menuai hasilnya," ungkap Ranieri.
Peracik taktik kelahiran Italia
64 tahun silam yang di antaranya juga pernah menangani Valencia,
Atletico Madrid, Chelsea, Juventus, Roma, Inter Milan, Monaco, dan
timnas Yunani itu kemudian ditanya apakah merasa Leicester di masa depan
bisa bersaing dengan raksasa Eropa macam Real Madrid atau Barcelona?
"Saya
bahkan tidak tahu apa kami bisa mengalahkan Crystal Palace di
pertandingan berikutnya! Satu hal yang saya yakin benar adalah kami
takkan mengubah gaya. Kami ingin para pemain yang tampil dengan hati dan
semangat. Begitulah cara kami," tegas Ranieri.
No comments:
Post a Comment