Jutaan Kumbang yang Penuhi Pantai Dianggap Pertanda Kiamat
Jutaan kumbang di pantai wisata Mar de Ajo, Argentina
BUENOS
AIRES – Jutaan kumbang yang secara tiba-tiba muncul pantai wisata di
dekat Ibu Kota Argentina, Buenos Aires dianggap sebagai pertanda buruk
yang mengawali datangnya akhir zaman.
Tidak ada yang
mengetahui secara pasti mengapa serangga-serangga itu memenuhi pantai
Mar de Ajo sepanjang beberapa kilometer. Kejadian ini dengan cepat
diabadikan dan tersebar di media-media sosial.
Beberapa
orang menganggap fenomena ini merupakan pertanda dari datangnya hari
kiamat. Mereka menganggap para kumbang itu dapat merasakan akhir dunia
yang semakin dekat.
Salah satu komentator yang
menggunakan nama khnagar mencoba menjelaskan fenomena tersebut. Dia
menduga kumbang-kumbang di pantai itu berjenis Heteronychus Arator atau
yang dikenal dengan nama Kumbang Jagung Hitam (Black Maize Beetle).
Kumbang jenis ini diketahui melakukan penerbangan massal pada musim
panas dan gugur saat musim kawin mereka.
“Mungkin
kumbang jenis serupa. Mereka hanya hidup selama beberapa hari pada tahap
itu setelah merangkak keluar dari tanah. Jadi beberapa kumbang terbang
tersapu ke laut oleh angin, dan kembali ke pantai, sebagian besar mati
atau sekarat. Itu adalah skenario paling memungkinkan yang dapat saya
pikirkan,” jelas khnagar sebagaimana dilansir Metro.
Para
peneliti mengatakan bahwa kumbang-kumbang tersebut tinggal di dalam
tanah selama sekira dua tahun sebelum keluar untuk kawin kemudian mati.
Kejadian ini dikenal dengan nama “hatching” atau penetasan dan biasanya
terjadi setiap tahun di bulan Januari, meski tahun ini agak terlambat.
Meski
sebagian merasa takut, beberapa orang justru memanfaatkan peristiwa ini
untuk mengeruk untung. Salah seorang diantara mereka menjual sisa-sisa
kumbang itu dengan harga cukup tinggi, sekira Rp850 ribu per kilogram.
Sekresi kumbang dipercaya dapat menjaga tubuh dari penyakit kanker, AIDS, dan asma.

No comments:
Post a Comment