728x90 AdSpace

Saat Kau butuhkan tetesan air 'tuk segarkan relung jiwamu yang mulai mengering...

  • Latest News

    Chain of Kindness

    Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang
    berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu
    dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka
    pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar
    menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu
    mendekati sang nyonya.

    Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada
    seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini
    akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan
    kelaparan.

    Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di
    sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan
    itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

    Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam
    mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan
    Anderson ."

    Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut
    seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian
    sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu
    beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti
    ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

    Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan
    kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada
    pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan
    ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

    Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang
    nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima
    kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya
    itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi
    seandainya pria itu tak menolongnya.

    Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain
    tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan
    mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang
    lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia
    berbuat hal sebaliknya.

    Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin
    membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang
    yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan
    kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."

    Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari
    itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman
    ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja..

    Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe
    kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan
    menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak
    kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan
    di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

    Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk
    mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis
    meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang
    hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir
    delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya
    mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita
    lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat
    memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.
    Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .

    Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang
    kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang
    kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali
    wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.
    Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

    Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita
    itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah
    ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang
    sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan
    saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini
    berhenti padamu.'"

    Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

    Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus
    diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan
    untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah
    dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang.. Ia memikirkan tentang
    uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita
    baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya
    butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit
    mendapatkan uang yang cukup.

    Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika
    suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan
    ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Se galanya akan beres. Aku
    mengasihimu, Bryan Anderson!"

    Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah maka engkau diberi." Hari ini
    saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda
    meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus ki
    sah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda! Teman
    baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat
    melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada..

    Yuks, kita bagikan kebaikan hari ini pada 1 orang saja, semoga rantai ini tdk akan pernah terputus.. percayalah, energi positif itu sifatnya menular
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Item Reviewed: Chain of Kindness Rating: 5 Reviewed By: Blogger
    Scroll to Top