Hal yang Diharapkan dan Tak Diharapkan Bisa Saja Terjadi Tanpa Prediksi

Nasihat Berharga untuk Perempuan Berusia 22 Tahun

Dalam lagunya yang bertajuk “22”, penyanyi country, Taylor Swift, menyimpulkan bahwa suasan hati dan pikiran perempuan di usia 22 tahun itu sarat pertanyaan mengenai misteri kehidupan. Dengan lirih, pada salah satu liriknya, Swift menuliskan, "We're happy, free, confused, and lonely at the same time, it's miserable and magical".

Usia 22 tahun memang identik dengan dinamika hidup yang terasa lebih fluktuatif. Kesalahan, kekeliruan, keberhasilan, dan patah hati, datang silih berganti menguji tingkat kedewasaan seseorang. Agar tak salah langkah, mari sejenak luangkan waktu untuk menyimak sejumlah nasihat dari beberapa perempuan hebat di dunia berikut ini.

1. Suzy Orman, TV host dan penulis buku
"Uang tidak akan pernah bisa mendefinisikan siapa diri Anda. Namun, Andalah yang mendefinisikan uang. Ketika Anda mulai mencari uang di usia 20-an,  sangat wajar kalau Anda menganggap uang adalah segalanya, sehingga Anda ingin menghasilkan uang lebih banyak. Kondisi ini menciptakan pemikiran  bahwa uang memegang kekuasaan atas hidup Anda. Lebih baik, di usia 22 tahun, Anda jangan hanya berpikir tentang berapa banyak uang yang bisa dihasilkan, tapi apa yang bisa Anda lakukan dengan uang yang Anda miliki?" ujarnya.

2. Elizabeth Warren, US Senator
Dalam hidup ada berbagai dinamika yang terjadi. Hal yang diharapkan dan tak diharapkan bisa saja terjadi tanpa prediksi. Di usia 22 tahun, Anda harusnya sudah mampu berpikir makin dewasa, untuk bisa mempersiapkan diri menghadapi ragam “kejutan” hidup yang tak terduga.

"Jangan terlalu setia dengan satu rencana. Pertimbangkan juga kejadian-kejadian yang bakal hadir dan mengejutkan Anda. Jangan terlena pada keadaan, ini membuat diri Anda tidak siap untuk memikirkan rencana lain, lemah dalam menghadapi masalah dan kerikil yang muncul dalam perjalanan hidup. Persiapkan diri untuk setiap kemungkinan di depan mata,” katanya.

3. Helene Gayle, Presiden dan CEO CARE (organisasi bantuan kemanusiaan untuk mengatasi kemiskinan global)
"Sebuah terobosan besar tidak akan terjadi jika Anda melakukannya dengan setengah hati. Maka ikutilah passion atau minat Anda. Untuk menciptakan sesuatu yang besar dibutuhkan orang-orang yang secara emosional dan intelektual memiliki passion dengan apa yang mereka lakukan. Carilah dan temukan passion Anda, lalu gantungkan cita-cita setinggi-tingginya. Jangan pernah lupa dengan apa yang memotivasi Anda selama ini," ujarnya.

4. Sallie Krawcheck, Pemilik Professional Woman's Network 85 Broads
Setiap orang memiliki pengalaman kerja pertama yang kurang menyenangkan. Namun, jangan jadikan “mimpi buruk” itu membuat semangat kerja tersendat.

"Simpan semua catatan tentang apa yang berhasil Anda lakukan dan apa yang gagal, apa yang Anda suka dan apa yang benci. Kelebihan dan kekurangan diri. Gaya kerja yang cocok untuk Anda dan yang tidak cocok. Semua pertanyaan itu, akan terjawab pada kali pertama Anda terjun ke dunia kerja profesional. Seiring waktu, semua pertanyaan akhirnya akan terjawab,” sarannya.

Misteri Putri Duyung

Adakah Putri Duyung?

KETIKA melintasi perairan Karibia menuju Rio del Oro pada 1493, Christopher Columbus menulis dalam jurnalnya: “…tampak tiga putri duyung yang muncul cukup tinggi di atas permukaan air. Namun mereka tak secantik dalam lukisan, walau mereka memiliki rupa manusia…,”  seperti dikutip dari The Diary of Christopher Columbus, 9 Januari 1493. Catatan harian Columbus juga mencatat bahwa Sang Admiral melihat putri duyung ketika melintasi Semenanjung Manequeta di Guinea.

Seperti para penjelajah dari belahan Eropa pada masa jauh sebelumya, Columbus meyakini “keberadaan” putri duyung. Mitos perempuan dengan ekor ikan menyebar dari bangsa Yunani ke dalam budaya dan agama di Eropa.

Sebelum putri duyung berawal, bangsa Yunani terlebih dulu mengenal siren –anak-anak perempuan Dewa Sungai Achelous yang kemudian berubah menjadi perempuan dengan sayap burung bersuara merdu. Berbagai versi mitos menjelaskan asal-usul mereka –namun kurang lebih semuanya menyimpulkan bahwa siren, dengan nyanyian cinta dan kata-kata manis, membujuk para pelaut mengubah haluan dan datang ke pulau mereka untuk kemudian dimangsa.  

Dalam epos Odyssey (sekitar 800 SM), penulis dan filsuf Yunani Homer menuliskan pengalaman Odysseus (atau Ulysess dalam bahasa Latin), yang meminta awak kapalnya menutup telinga mereka dengan lilin untuk menghindari nyanyian siren. Dia sendiri memutuskan melawan siren dengan meminta awak kapal mengikat tubuhnya kuat-kuat di salah satu tiang kapal. Para siren yang mendekati kapal Odysseus akhirnya berguguran dan musnah dengan kepala membentur badan kapal.

Selain siren, bangsa Yunani mengenal naiades atau lelembut berwujud perempuan (nymph) yang hidup di air –Laut Mediterania, samudra, sungai, danau hingga sumur. Naiades dianggap memiliki kekuatan menyembuhkan dan kesuburan sehingga menjadi objek penyembahan. Serupa siren, predikat naiades sebagai penggoda para dewa dan manusia juga terbentuk.

Kepercayaan terhadap siren dan naiades dianggap sebagai salah satu faktor munculnya putri duyung. Di berbagai wilayah Eropa hingga abad pertengahan kian banyak orang melaporkan melihat putri duyung, yang konon gemar menyisir rambut panjangnya sambil berkaca di cermin ketika duduk di atas batu karang. Gereja-gereja pada abad pertengahan menanggapi kegemaran tahayul masyarakat terhadap putri duyung sebagai isu moral.

Beatrice Phillpots dalam Mermaid (1980) menyebutkan bahwa beberapa otoritas gereja masa itu mengaitkan putri duyung dengan siren. Putri duyung adalah makhluk abadi yang kerap menarik pelaut ke dasar laut untuk diambil jiwanya dan binasa. “Untuk menjaga kesetiaan terhadap gereja, mereka mengajarkan kemolekan putri duyung sebagai daya tarik duniawi yang menghalangi manusia mendapatkan keselamatan,” tulis Phillpots. Berbagai ukiran maupun lukisan putri duyung yang menghiasi gereja-gereja pada masa itu, menurut Phillpots, berperan menyebarkan pesan moral tersebut.

Penglihatan akan putri duyung, terutama oleh para pelaut, di kemudian hari disimpulkan para peneliti sebagai sosok dugong dan manatee yang memiliki kelenjar susu di bawah sirip dada dan ekor menyerupai ikan. Dugong dan manatee pun dikelompokkan dalam Ordo Sirenian, yang namanya diambil sesuai anggapan umum.

“Mungkin para pelaut yang sekian lama menahan hasrat biologisnya, dari kejauhan di tengah laut memandang dugong dan manatee serta keliru menganggap mereka sebagai perempuan. Sirenian kerap dianggap sebagai penyebab munculnya legenda putri duyung,” tulis ilmuwan Richard Dawkins dalam The Greatest Show on Earth: The Evidence for Evolution (2009). Yang dilihat oleh Columbus di perairan Karibia kini diyakini banyak ilmuwan adalah manatee, sementara di wilayah Guinea adalah dugong.

Sirenian adalah mamalia laut yang memiliki beberapa persamaan sekaligus perbedaan dengan lumba-lumba dan paus. Seperti lumba-lumba dan paus, Sirenian hanya mampu hidup di dalam air dan dapat bertahan dalam air hingga 15 menit. Untuk menghirup oksigen, ia akan muncul ke permukaan air serta bernafas melalui hidungnya. Namun berbeda dari lainnya, Sirenian adalah satu-satunya mamalia laut yang herbivora; pemakan rumput laut dan alga. Ia juga tak mampu bertahan lama di suhu air yang dingin. Karakteristik ini menurut ilmuwan paleontologi sekaligus menunjukkan bahwa Sirenian memiliki kedekatan dengan gajah dan hyrax (sejenis hewan pengerat) ketimbang lumba-lumba dan paus.

Keberadaan awal Sirenian ditemukan pada periode Eocene di sekitar wilayah Eropa, Afrika, dan Hindia Barat. Riset ilmuwan Daryl  P Domning pada 2008 mengidentifikasi fosil Sirenian tertua di Jamaika berkaki empat dengan sistem pernafasan yang memungkinkannya hidup di air dan darat. Melalui tahapan evolusi, Sirenian pun mengalami perubahan fungsi fisik sehingga berkarakteristik mamalia laut seperti sekarang.

Saat ini, hanya tersisa empat spesies Sirenian. Dugong (Dugong dugon) tersebar di perairan dangkal di wilayah Samudra Hindia dan Pasifik, serta satu-satunya anggota dari keluarga Dugongidae. Tiga lainnya adalah manatee Hindia Barat (Trichechus manatus), manatee Afrika Barat (Trichechus senegalensis), dan manatee Amazon (Trichechus inunguis) dari keluarga Trichechidae. Kata dugong itu sendiri, khususnya di wilayah Asia Tenggara, diyakini berasal dari bahasa Melayu duyong. 

Populasi dugong dan manatee kini terancam punah akibat perburuan, konsumsi, dan polusi, serta berkurangnya area padang lamun yang menjadi sumber makanan mereka. Sementara ia memiliki tingkat reproduksi rendah. Kehadiran dugong dan manatee menjaga keseimbangan rantai produksi dan konsumsi vegetasi laut dan keseluruhan ekosistem habitatnya.

Kekhawatiran akan risiko kepunahan dugong dan manatee bukan tanpa bukti. Salah satu anggota keluarga Dugongidae, yaitu sapi laut Steller (Hydrodamalis gigas), telah punah akibat perburuan terus-menerus. Sapi laut diidentifikasi oleh George Steller, seorang naturalis Jerman, ketika terdampar di Pulau Bering bersama awak kapal St Peter akibat gangguan cuaca dan kerusakan kapal sekembali dari jalur pelayaran Amerika Utara-Rusia pada November 1741.

Awak kapal St Peter mulai berburu sapi laut pada Juni 1742, dua bulan sebelum mereka kembali ke Rusia. Kabar mengenai daging sapi laut pun kemudian menyebar. Para pemburu berang-berang laut khusus mendatangi Pulau Bering untuk stok daging sapi laut dalam pelayaran mereka. Seorang ilmuwan penerus penelitian Steller, Leonhard Stejneger, mengumpulkan catatan konsumsi sapi laut kapal-kapal pemburu. Dalam publikasinya How the Great Northern Sea-Cow (Rhytina) Became Exterminated (1887), Stejneger menyimpulkan dari perkiraan 1.500 sapi laut berdasarkan catatan Steller, sapi laut terakhir di Pulau Bering terlihat pada 1768. Hanya 27 tahun sejak ditemukan, ia pun punah.

Legenda putri duyung hingga sekarang masih hidup dalam berbagai bentuk budaya pop. Cerita mengenai si putri duyung cilik oleh penulis Denmark Hans Christian Andersen, Den Lille Havrue, pada 1836 pun masih digemari. Walau demikian, cerita asli putri duyung cilik jauh dari kisah akhir bahagia selama-lamanya seperti versi dongeng masa kini.

Dikisahkan Andersen, putri duyung cilik menukar suara dan ekornya kepada penyihir laut demi mendapatkan sepasang kaki. Ia ingin berada di darat untuk mendapatkan cinta seorang manusia yang juga seorang pangeran, yang pernah ia tolong ketika kapalnya karam. Namun cintanya tak berbalas, sang pangeran memilih seorang putri bersuara merdu sebagai istrinya. Tanpa cinta sang pangeran, putri duyung cilik ditakdirkan untuk binasa. Keluarganya meminta penyihir laut memberi keringanan. Satu-satunya cara agar ia bisa kembali ke wujud awal adalah dengan membunuh sang pangeran. Namun putri duyung cilik memilih menceburkan diri ke laut dan menjadi busa-busa ombak. Jiwanya yang kosong namun rela berkorban akhirnya berubah menjadi roh di udara, yang menghibur anak-anak manis dan menangisi anak-anak nakal.

Bagaimana kelak akhir cerita dugong dan manatee?

Desainer Muda Indonesia Kelas Internasional

Tex Saverio For Ayumi Hamasaki

Dipakai Ayumi Hamasaki, Tex Saverio Makin Serius Pasarkan Produk ke Jepang

Jakarta - Tex Saverio kembali membuktikan eksistensinya sebagai desainer dengan karya yang banyak difavoritkan selebriti internasional. Setelah sebelumnya dipakai Lady Gaga, Kim Kardashian lalu Jennifer Lawrence, kini gaun rancangannya dipilih bintang J-Pop, Ayumi Hamasaki.

Wolipop pun mewawancarai pihak Tex Saverio perihal karyanya yang dipakai Ayumi Hamasaki di video klip terbarunya, Angel. Penyanyi yang akrab dengan sapaan Ayu, dalam video klipnya mengenakan dress dari label utama Tex Saverio PRIVE. Gaun berwarna hitam ini tampil dengan aksen cutout di dada dan detail di bagian atas sampai belt yang seolah dari kristal. Bagian bawah gaun panjang ini dihiasi aplikasi ruffle untuk memberi efek dramatis.

Pihak Tex juga menyebutkan bahwa stylist Ayumi yang menghubungi langsung agar karya desainer lulusan sekolah mode Bunka itu dapat dikenakan penyanyi 35 tahun ini.

"Merek kami sekarang sedang memperluas kehadiran kami di Asia dengan bekerja sama dengan selebriti Asia. Stylist dari Ayumi Hamasaki menghubungi Fashion Director kami Faye Liu, yang berbasis di Hong Kong untuk berkolaborasi pada proyek terbarunya.Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus karena Tex selalu menggemari J-pop," ungkap pihak Tex Saverio saat diwawancarai Wolipop melalui email.

Ditambahkan Tex, pihaknya akan segera memperluas pemasaran produk ke negeri sakura itu, setelah sukses dipakai Ayumi Hamasaki. "Kami mempunyai rencana untuk memperluas lini busana siap pakai kami ke Jepang dalam waktu dekat," tuturnya.

Tak hanya selebriti dari Jepang saja yang tertarik dengan karya gaun-gaun dramatis seorang Tex Saverio. Menurutnya, permintaan untuk label Prive maupun ready to wear, Tex Saverio Jakarta sudah makin banyak diminati di Asia. Beberapa negara dengan permintaan yang cukup tinggi adalah Hong Kong, China, Taiwan, dan juga Hollywood.

Hibahkan Seluruh Hartanya untuk Amal

Taipan Properti Hibahkan Seluruh Hartanya untuk Amal

BEIJING - Kedermawanan seseorang terkadang memang tak ada batasnya, seperti yang dilakukan Yu Pengnian, seorang konglomerat properti asal China.

Pria yang termasuk salah satu orang terkaya di Negeri Panda itu memiliki total kekayaan sebanyak 1,2 miliar poundsterling atau tak kurang dari Rp 24 triliun.

Kekayaan Yu Pengnian ini diperolehnya dari hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun, karena pria ini mengawali hidupnya sebagai seorang tukang becak.

Biasanya, orang yang meraih kesuksesan dari butiran keringatnya sendiri ingin menikmati jerih payahnya itu bersama keluarga sambil menghabiskan hari itu.

Namun, berbeda dengan Pengnian yang kini berusia 88 tahun. Di usianya yang sudah senja, Pengnian justru menghibahkan seluruh kekayaannya untuk kegiatan amal dan tak meninggalkan uang sepeserpun bagi keluarganya.

Seluruh kekayaan Pengnian diserahkan seluruhnya untuk sebuah yayasan amal yang didirikannya lima tahun lalu. Yayasan ini akan memberikan berbagai bantuan bagi rakyat tak mampu termasuk beasiswa, rekonstruksi gempa Sichuan 2008, dan operasi bagi penderita katarak seperti dirinya.

Beruntung, keputusan pria eksentrik yang tinggal di hotel bintang lima, Panglin Hotel di kota Shenzen, didukung penuh keluarganya. Meski Pengnian tetap akan menghibahkan seluruh hartanya walaupun keluarganya tak mendukung.

"Saya tak peduli dengan apa kata orang lain. Saya bahagia dengan menyerahkan semua uang saya karena saya dulu adalah orang miskin," ujar Pengnian.

Persaingan antara Tentara dan Salesman

Pilpres Indonesia, Persaingan antara Tentara dan "Salesman"

Media massa di berbagai belahan dunia mencurahkan perhatian pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Indonesia yang berlangsung pada Rabu (9/7/2014) ini antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Media itu umumnya menggambarkan bahwa pilpres hari ini akan berlangsung ketat dengan merujuk pada berbagai hasil survei di dalam negeri.

New York Times, Sabtu lalu, yang merupakan hari terakhir kampanye, membuat laporan bahwa setelah serangkaian serangan yang bersifat pribadi, Pilpres Indonesia akan berlangsung ketat. Harian itu mengutip sejumlah praktik kampanye negatif dan kampanye hitam serta berbagai hasil survei di dalam negeri sebagai bahan laporannya. Tuduhan bahwa Joko Widodo seorang keturunan Tionghoa dan beragama Kristen juga dikutip harian itu sebagai contoh kampanye hitam.

Media Australia, Sydney Morning Herald, melaporkan hal yang sama bahwa pilpres kali ini bakal berlangsung sengit.

Sementara itu, CNN pada Rabu ini membuat laporan yang melihat pilpres kali ini merupakan pertarungan antara seorang tentara dan seorang salesman. "Latar belakang kedua calon, yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo, sangat kontras. (Joko) Widodo, seorang mantan penjual (salesman) mebel yang muncul menjadi pusat perhatian nasional terkait kerjanya sebagai wali kota, dan Prabowo, seorang militer yang punya jaringan bagus," lapor CNN dalam situsnya.

Adapun Al Jazeera, Selasa kemarin, menurunkan laporan bahwa agama dapat menjadi kuda hitam dalam pilpres ini. Media itu menyoroti bahwa kampanye pilpres telah diwarnai oleh ketegangan berbau agama.

Mengapa Pilpres Indonesia penting di mata dunia? Media Inggris, Guardian, memberi jawaban bahwa ada setidaknya lima alasan Pilpres Indonesia menjadi penting.

Pertama, Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Ada 187 juta warga yang punya hak pilih, termasuk 67 juta pemilih pemula. Lebih penting lagi, pilpres hari ini menjadi momen pertama bahwa kekuasaan akan diserahkan dari seorang pemimpin yang dipilih langsung ke pemimpin yang dipilih langsung berikutnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden pertama Indonesia yang dipilih secara langsung.

Alasan kedua dari Guardian, dalam laporannya yang diturunkan pada hari Senin, adalah ekonomi Indonesia yang sehat. Guardian mencatat, secara ekonomi, posisi Indonesia semakin penting. Walau sempat lumpuh akibat krisis keuangan Asia pada 1998, dewasa ini Indonesia merupakan negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, anggota G-20, dan salah satu negara dengan kinerja ekonomi terbaik secara global.

Di antara anggota Mints (Maroko, Indonesia, Nigeria, dan Turki), yang merupakan sebuah kelompok baru negara-negara eknomi berkembang, perekonomian Indonesia diproyeksikan menjadi yang terbesar ketujuh secara global pada 2030. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kembali ke kategori layak investasi, dan mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan yang kuat sepanjang resesi global, terutama didukung oleh konsumsi domestik yang sehat. Namun, sekitar 32 juta rakyat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Alasan ketiga adalah masyarakat Indonesia yang dinamis. Menurut Guardian, saat kudeta militer merusak stabilitas politik Thailand, dan Malaysia serta Singapura berkutat dengan persoalan hanya satu partai yang berkuasa, transisi demokrasi di Indonesia sebagian besar telah dipuji sebagai suatu hal yang sukses. Sejak jatuhnya Soeharto, Indonesia telah berubah dari pemerintahan terpusat ke demokrasi yang riuh. Walau pembelian suara dan politik uang telah merusak pemilihan sebelumnya, pemilihan umum di Indonesia sebagian besar bebas dan adil dengan masyarakat sipil yang dinamis serta memiliki kehidupan pers yang paling bersemangat dan penting di Asia.

Alasan keempat, menurut Guardian, adalah Islam yang moderat. Dengan jumlah penduduk 240 juta orang, dan 90 persen di antaranya Muslim, Indonesia bersama Turki sering dilihat sebagai contoh kompatibilitas demokrasi dan Islam. Walau Timur Tengah dapat menjadi pusat gravitasi dunia Islam, Indonesia memiliki lebih banyak Muslim dibanding semua wilayah itu.

Sejak jatuhnya Soeharto, ketika kebebasan politik dan agama dibatasi, demokrasi dan Islam telah berkembang pesat. Menurut Guardian, Muslim Indonesia umumnya mempraktikkan Islam yang moderat, dan selama beberapa tahun terakhir pemerintah telah bekerja keras untuk melumpuhkan kelompok-kelompok ekstremis, seperti mereka yang berada di balik pengeboman di Bali tahun 2002. Namun, media itu memberi catatan bahwa walau konstitusi Indonesia melindungi kebebasan beragama, koalisi di bawah SBY yang mencakup partai-partai berbasis Islam menunjukkan bahwa intoleransi agama terhadap umat Kristen, Muslim Syiah, dan Ahmadiyah telah meningkat.

Alasan kelima adalah persatuan nasional. Jika siap memainkan peran yang lebih besar di panggung global, secara politik dan ekonomi, maka Indonesia butuh pemimpin yang dapat menyatukan salah satu negara di dunia yang paling beragam. Indonesia merupakan sebuah negara yang membentang di lebih dari 17.000 pulau, dengan ratusan kelompok etnis dan bahasa. Indonesia tetap utuh sejak berdiri pada tahun 1945. Guardian menyebutkan, di dunia global yang dilanda perpecahan, Indonesia menjadi contoh manfaat dari persatuan.

Kota Suci yang Juga Penghasil Bir

Harar, Kota Suci yang Juga Penghasil Bir

HARAR — Kota bersejarah Etiopia, Harar, yang merupakan salah satu kota suci umat Islam di negara tersebut, belakangan ini mengembangkan sebuah tradisi baru yaitu membuat bir.

Harar merupakan kota suci yang penuh warna. Di balik tembok kota tua, kata wartawan BBC Aidan O'Donnell yang mengunjungi kota ini, terdapat bangunan-bangunan berwarna hijau, ungu, dan kuning.

Kaum perempuan di sana tampaknya menganggap semua ini sebagai tantangan sehingga mereka sendiri pun mengenakan kerudung dan gaun dengan warna merah muda menyala dan oranye paling terang benderang.

Harar terletak di timur jauh Etiopia dan memiliki sebuah jalan yang menanjak menuju ke arah Somaliland.

Sejak tiga dasawarsa lalu, kota ini kini terkenal sebagai pusat bir. Bir dari Harar memiliki label dengan gambar gerbang kota tua yang terkenal.

Di luar pintu gerbang, ada pangkalan bajaj, dan para pengemudinya pasti mengetahui di mana letak pabrik bir.

Pintu masuk ke pabrik bir ini ditandai di satu sisi dengan sebuah lambang yang menyatakan bahwa senjata api dilarang, dan di sisi lain dengan sebuah botol bir raksasa.

Mungkin ini hanya untuk mengingatkan kenapa pengunjung tidak boleh membawa senjata ke sana karena ada alkohol.

Ekspansi pabrik bir

Pabrik bir ini dijual oleh pemerintah kepada grup Heineken tiga tahun lalu.

Perusahaan itu mengatakan ingin berinvestasi di pabrik tersebut dengan memperbaiki proses produksi, serta meningkatkan keahlian dan memulai menggunakan bahan yang tersedia secara lokal, baik yang ada di Etiopia maupun di wilayah itu.

Heineken juga sudah mengambil alih sebuah pabrik bir lain di Bedele di bagian barat jauh dan sedang membangun pabrik ketiga di dekat ibu kota.

Banyak perusahaan asing mengatakan bahwa tenaga kerja yang murah dan tarif ekspor yang sangat menarik merupakan alasan untuk melakukan investasi di sana dan negara itu telah diberi peringkat untuk pertama kalinya oleh badan-badan pemeringkat kredit.

Pusat-pusat industri juga kini bermunculan. Unilever, General Electric, GlaxoSmithKline, H&M, Tesco, Walmart, Samsung, semua kini hadir di Etiopia atau mulai memkirkan untuk berinvestasi di sana.

Perusahaan Tiongkok juga sudah ada, memproduksi ribuan sepatu setiap harinya untuk merek internasional besar.

Bagi Heineken, salah satu motivasinya adalah justru pasar domestik, di luar wilayah pembuat bir itu, yang bisa menjadi lebih besar. Konsumsi bir di Etiopia sekarang ini hanya sepertiga dari negara tetangga Kenya.

Namun, di balik tembok kota suci ini, orang-orang yang berada di pasar tampaknya tidak menyadari adanya pabrik bir dan bisnis besar.

Pemahaman Mengenai Kehidupan dan Kematian - Tak Lebih Bersinar Dari Sebuah Kedamaian

Korbankan Kesuksesannya, Gadis Cantik Ini Pangkas Habis Rambutnya Demi Jadi Biksu

Usia 24 tahun bisa dikategorikan sebagai usia muda di mana seseorang menikmati awal karirnya, namun berbeda dengan seorang gadis cantik asal Cina satu ini yang melakukan hal di mana tak banyak wanita yang berpikir akan melakukannya.

Seorang gadis berusia 24 tahun bernama Ting Tien mengorbankan karir suksesnya untuk menjadi seorang biksu. Sebelumnya, Ting hidup cukup mewah, ia merupakan seorang desainer fashion untuk pakaian dan makeup.

Namun kemudian, Ting ternyata berpikir bahwa material yang ia miliki saat ini tak lebih bersinar dari keinginannya untuk mencari sebuah kedamaian, sebelum akhirnya ia memutuskan jadi seorang biksu.

Ting yang berasal dari kota Jinan sebelumnya kuliah di  Universitas Qingdao, propinsi Shandong jurusan desain barang-barang mewah. Namun setelah lulus, ia merasa kecewa dengan gaya hidupnya dan teman-temannya. Ia menyadari bahwa dirinya sangat materialistis dan terlalu berlebihan.

Tingpun kemudian memutuskan untuk bergabung ke kuil Xinlongdongzhi, sebuah tempat terpencil di mana para umat Buddha melakukan doa di sebuah gunung salju, sekitar 13 ribu kaki di atas laut Propinsi Sichuan. Ting memangkas habis rambutnya hingga botak, dan hidup sebagai seorang biksu.

Untuk melengkapi transformasinya, Ting mengubah namanya menjadi Zaizhenwangmu, dan mencari pemenuhan spiritual sebagai tujuan hidupnya. Kisah Ting pun langsung mencuri perhatian setelah foto-foto dirinya bertransformasi menjadi biksu tersebar di dunia mata, yang langsung mendapat pujian karena keberaniannya.

“Aku merasa bahwa aku perlu mendapat pemahaman mengenai kehidupan dan kematian, dan semua tentang hal itu. Aku juga ingin melakukan yang aku bisa untuk membuat bumi ini jadi tempat lebih baik bagi semua makhluk hidup. Percaya dengan Buddha yang membuatku jadi biksu,” tutur Ting saat ditanya alasannya memutuskan untuk mengisolasi dirinya di kuil Buddha.

Popular Posts