Mendapatkan Investor Dengan Presentasi Stand Up Comedy

Itay Adam, Entrepreneur Yang Mendapatkan Pendanaan U$2 Juta Hanya Bermodal Lima Slide Tanpa Produk

Mencari pendanaan dari investor memang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Banyak elemen yang perlu dipenuhi agar investor tertarik untuk berinvestasi pada bisnis anda, seperti bisnis model, jumlah revenue dan customer, besarnya pasar, dan juga presentasi yang menarik ketika anda melakukan pitching ke investor. Semuanya harus dipikirkan secara matang sebelum anda pitching ke investor supaya mereka mau memberikan sebagian uang mereka kepada anda.

Tapi, entrepreneur satu ini mematahkan semua pernyataan di atas. Hanya dengan slide presentasi sederhana yang berjumlah lima buah selama 40 menit, ditambah 18 lelucon, dan tidak ada produk yang ditawarkan, ia berhasil mendapatkan seed funding sebesar U$2 juta dari berbagai perusahaan private di London, Brazil, dan Columbia. Bisa dikatakan bahwa ia melakukan stand up comedy di depan para investor.

Entrepreneur ini bernama Itay Adam, seorang keturunan Israel dan serial entrepreneur yang telah mendalami dunia online marketing selama 22 tahun serta banyak berinvestasi pada beberapa perusahaan yang sukses maupun yang tidak, hingga akhirnya ia mendapatkan pendanaan untuk mendirikan perusahaan yang sama sekali tidak ia ketahui.

Jadi bagaimana ia melakukan semua ini?

Seperti yang dilansir di Forbes, ia mengatakan bahwa semua ini adalah tentang filosopi, pengalaman, usia, dan juga passion. Bahkan, dia membayar seorang screenwriter profesional untuk membantunya menggambarkan 40 menit stand up comedy yang akan ia lakukan di depan investor, yang mana dia berlatih selama satu minggu untuk mempersiapkannya. Bagi Adam, hiburan adalah segalanya: standup = startup.

Beberapa hari setelahnya, para investor ini menandatangani dana sebesar U$2 juta tanpa produk yang nyata, namun sederhana dan tampak meyakinkan. “Lihat,” jelas Adam, “tidak ada orang yang tahu bisnis apa yang bisa menjadi the next big thing, semuanya adalah spekulasi. Tujuan saya mencari pendanaan ini adalah untuk membangun tim yang teridiri dari lima sampai enam orang, semuanya adalah veteran dengan track record yang sudah terbukti, berusia lebih dari 35 tahun, untuk menciptakan the next big thing, apapun itu.”

Ketika ditanyai siapa entrepreneur yang menjadi role model-nya, Adam menjawab, “saya rasa sebagian besar orang akan mengatakan Steve Jobs atau Bill Gates. Tapi saya lebih memilih Bob Parsons, pendiri GoDaddy, karena ia bisa mengubah pendaftaran domain menjadi layanan yang paling seksi seperti saat ini.

Pengalaman itu adalah hal yang penting

Walaupun pemikirannya logis, sebenarnya Adam memiliki jalan pikir yang bertentangan dengan tren, terutama pada startup yang mana biasanya cenderung membayar anak-anak muda sebagai timnya.

“Sebagian besar startup meng-hire anak muda berusia 20 tahun yang mau bekerja siang dan malam di kantor,” jelas Adam. “Saya tidak mempercayainya. Saya lebih memilih untuk meng-hire karyawan yang lebih tua, lebih berpengalaman untuk bekerja delapan jam sehari dan akan menyelesaikan kerjaan mereka tepat waktu dibanding anak berumur 20 tahun yang tidak memiliki pengalaman yang akan telat dalam menyelesaikan pekerjaan mereka!”

Dia mengambil contoh dari seorang ibu, lalu menjelaskan bagaimana mereka mulai bekerja pada jam 8 pagi, membuat secangkir kopi, duduk di kantor dan tidak akan berdiri hingga jam 3 sore untuk menjemput anak-anak mereka. Dalam tujuh jam itu, mereka bisa menyelesaikan pekerjaan lebih banyak daripada karyawan lain. Ini lah tipe karyawan yang dicari oleh Adam.

Tim dulu, baru produk

Setelah melalui karir marketing pada lebih dari 1000 produk yang berbeda, Adam memutuskan bahwa ia tidak akan membangun satu pun halaman web kecuali ia dibantu dengan uang yang tepat untuk membangun tim yang tepat untuk melakukan riset, testing, dan menemukan “titik emas.” Sekarang perusahaannya telah didanai, dan ia juga sudah membentuk tim terbaik yang bisa ia temukan: sekelompok tim yang merupakan pekerja keras, berpengalaman, orang yang passionate yang mau membangun produk. Bagi Adam, semua ini adalah tentang membangun tim yang hebat. Sedangkan apa yang akan ciptakan oleh tim adalah hal yang bisa dicari dan diputuskan setelahnya.

Mencari pendanaan pada tempat yang salah

Adam membagikan satu kunci utama yang ia pelajari selama hidupnya: Berhentilah mencari pendanaan dimana orang lain juga mencarinya. Carilah dana yang anda butuhkan dimana VC sedang mencarinya.

“Semua orang mencari dana di tempat-tempat yang sudah umum, dengan VC yang sama,” ungkap Adam dengan kecewa. “Buka pikiran anda dan cari tempat lain. Jadilah orang yang unik. Jika anda membangun produk yang unik, tempat mencarinya haruslah unik juga. Coba tanyakan kepada diri anda dimana VC tersebut mendapatkan uang mereka dan pergilah ke sana.”

Dalam kasusnya, Adam mencari pendanaan dari perusahaan private yang berbasis di Amerika Selatan. Menurut Adam, Amerika Selatan memiliki banyak uang dan sedang mencari peluang yang baru.

“Ikuti nasihat saya,” tambahnya. “Jika anda menginginkan uang dari investor, berikan mereka pertunjukan yang hebat! Bayar screenwriter jika memang harus, sama seperti apa yang saya lakukan. Pastikan anda menyajikan penampilan yang memukai dengan pitch anda! Bagi saya, menonton Louis C.K melakukan stand up comedy adalah suatu investasi yang hebat.”

BetaPopcorn – Internet yang menghibur

Adam memiliki satu hal yang pasti tentang perusahaan yang belum memiliki produk ini – itu adalah sesuatu yang menghibur. Menurutnya, jika anda bisa menghibur, anda menyediakan layanan yang diinginkan orang dan juga sederhana. Dalam pandangannya, jika produk anda tidak menghibur, itu berarti produk tersebut belum bisa divalidasi.

Di sini, Adam membuat suatu poin yang valid. Saat ini semua hal baru haruslah bisa menyederhanakan hidup kita daripada membuat hidup menjadi lebih susah. Ekspektasi pada produk yang baru itu tinggi, dan produk ini harus bekerja dan bermanfaat bagi kita, bukan malah sebaliknya. Jika anda bisa membangun sesuatu yang bisa mempermudah hidup orang (Facebook, Twitter, Google, dll) anda bisa menghibur orang.

Adam menyebut perusahaan barunya ini dengan BetaPopcorn karena ketika anda memikirikan “hiburan” anda pasti juga memikirkan “hiburan” pasti kata “popcorn” masuk dalam pikiran anda. Di perusahaan ini lah ia bersama “dream team”-nya akan membangun the next big thing.

Itay Adam mungkin belum tahu ide, produk, atau konsep apa yang ingin ia ciptakan, tapi ia memiliki tim yang hebat, visi yang unik serta uang yang jumlahnya sudah lebih dari cukup untuk memulai perjalanannya membangun the next big thing.

Sumber

Kacaunya Hidup Setelah Keluar Kerja

Bagaimana kacaunya hidup saya setelah keluar dari perusahaan bergengsi dan memilih mendirikan startup

inspirasi startup ali mese

SMS masuk:

“Besok jam 5 pagi, penerbangan nomor AZ610 dari Roma ke New York.”

Sebuah SMS yang masuk di BlackBerry saya pada hari Minggu sore dulu selalu menjadi rutinitas yang menentukan di mana tujuan dan siapa klien saya untuk minggu mendatang.

Saya dulu bekerja di salah satu dari tiga perusahaan konsultasi strategi bisnis terbesar di dunia. Sebuah kehidupan di dalam sebuah koper. Sebuah kehidupan konsultasi dimana Anda ketinggalan update tentang segala sesuatu dan semua orang dalam hidup Anda, kecuali spreadsheet Excel. Sebuah pekerjaan impian yang, menurut sekolah-sekolah bisnis ternama, ideal.

Setelah beberapa jam tidur, supir pribadi membawa saya ke bandara Roma Fuimicino dimana saya akan melakukan perjalanan ke New York dengan penerbangan kelas bisnis yang mewah. Setelah tiba, saya akan check-in ke sebuah hotel bintang lima mewah dan menuju ke kantor klien saya setelah itu.

Gaji? Luar biasa. Perusahaan tempat saya bekerja merasa bangga telah menjadi salah satu perusahaan bergaji tinggi di ranah konsultasi bisnis.

Baca juga: 12 kisah sukses founder startup Indonesia
Orang tua

Namun, ada sesuatu yang salah dengan kehidupan konsultasi ini. Saya tidak tahan dengan segala kemewahan yang penuh dengan kepalsuan ini dan suatu hari menelepon orang tua saya:

    Ayah, Ibu, aku baru keluar dari pekerjaanku. Aku mau mendirikan startup sendiri.

Ibu saya hampir mengalami serangan jantung. Tentu saja kabar tersebut bukanlah hal yang ingin didengar oleh seorang ibu perfeksionis yang mendorong saya untuk lulus dari sekolah bisnis top dunia dengan nilai yang top pula.

Saya mencoba menenangkan beliau. Namun mustahil.

    Bu, aku benci pekerjaanku. Semua konsultan ini berpura-pura bahagia dan mereka mengkonsumsi pil kebahagiaan. Aku hanya bisa tidur 3-4 jam sehari. Semua keuntungan yang dijanjikan perusahaan tidak pernah ada. Hotel bintang lima mewah? Aku bekerja hampir 20 jam sehari dan aku bahkan tidak menikmatinya. Sarapan mewah? Kami tidak pernah punya waktu untuk itu. Makan siang dan makan malam mewah? Hanya sandwich di depan spreadsheet Excel kami.

    Oh, ngomong-ngomong, bukannya menikmati segelas sampanye, aku malah memandangi spreadsheet selama penerbangan. Gaji tinggi? Aku tidak pernah punya waktu untuk menghabiskannya.

    Aku benci kehidupanku, Bu. Seperti kehidupan para pecundang. Aku bahkan jarang melihat pacarku. Aku sudah tidak bisa membohongi diri lagi. Aku ingin memulai bisnisku sendiri.

Orang tua saya sudah pensiun dari pekerjaan rutin mereka sebagai PNS dengan dengan gaji yang aman namun membosankan.

Datang dari keluarga yang tidak mempunyai latar belakang entrepreneurship, saya tahu bahwa sulit untuk menjelaskan situasi ini ke mereka. Namun, saya tidak menduga mendapatkan telepon keesokan harinya.

Ibu saya menelepon:

”Jaaadiii, bagaimana bisnismu?! Sudah tumbuh?!”

Tidak peduli apa yang saya katakan, saya tidak bisa menjelaskan kepadanya bahwa bisnis membutuhkan lebih dari satu hari untuk bertumbuh.
Pacar, teman, dan lingkaran sosial

Saya memiliki pacar yang sangat mendukung saya. Sekarang saatnya memberitahu teman-teman saya yang tengah sibuk memanjat tangga karir mewah di dunia bisnis yang mewah pula.

Saya memberitahu semua orang bahwa saya baru keluar dari pekerjaan untuk mewujudkan mimpi startup saya. Beberapa teman berangsur-angsur berhenti menemui saya, mungkin karena mereka berpikir ada sesuatu yang salah dengan saya, karena ini adalah pekerjaan “mewah” kedua yang saya tinggalkan dalam waktu singkat.

Sedangkan teman-teman saya yang lain mendukung. Bagaimanapun, tampaknya masih ada sesuatu yang salah dengan hubungan kami:

Saya segera sadar bahwa saya mulai menarik diri dari lingkaran sosial
inspirasi startup ali mese

Setiap kali saya bertemu dengan teman-teman, saya tidak memiliki banyak update untuk menjawab pertanyaan mereka yang itu-itu saja, seperti, “Jadi, bagaimana keadaan startup-mu? Kamu akan jadi Mark Zuckerberg berikutnya, kan?” “Oh man, kami sangat bangga padamu dan kami sangat yakin kamu akan segera menerima investasi besar.”

Menjalankan sebuah startup adalah sebuah perjalanan panjang dan saya membuat diri saya tertekan dengan terlalu peduli terhadap apa yang dipikirkan orang lain.

Hari demi hari, saya semakin merasa kesepian dan lebih depresi karena saya menghindari acara-acara sosial. Kemajuan startup saya tidak secepat yang dibayangkan lingkaran sosial saya. Dan saya sudah muak untuk memberitahu orang-orang bahwa butuh bertahun-tahun bagi startup untuk menjadi seperti Facebook dan Twitter.

Satu-satunya tempat yang nyaman adalah berada di sekitar beberapa teman entrepreneur saya. Memang benar, hanya seorang entrepreneur yang bisa memahami seorang entrepeneur.
Uang, uang, uang

Seolah tekanan sosial dan kesepian yang saya alami belum cukup, saya menghadapi “ibu dari semua tekanan”: uang habis lebih cepat dari yang saya bayangkan.

Ini membunuh produktivitas dan kemampuan saya untuk membuat keputusan yang tepat. Saya panik dan ingin cepat-cepat menjadi sukses serta menghasilkan uang.

Suatu hari, saya bahkan meminta uang receh kepada pacar saya karena saya tidak punya uang untuk membeli air mineral kemasan. Saya tidak tahu bahwa itu hanya awal dari sebuah kehidupan sulit yang penuh dengan pasang surut.
Kini

Oke, cukup dengan drama menyedihkan tersebut: lebih dari dua tahun telah berlalu sejak masa-masa itu. Saya sekarang menulis artikel ini di sebuah resort yang indah di Phuket, Thailand, sambil menikmati mojito.
ali-mese

Tunggu, saya tidak menjual mimpi. Tidak, saya belum menjadi seorang founder startup miliarder.

Bagaimanapun, bisnis saya memiliki aliran uang yang konstan, yang memungkinkan saya untuk berkeliling dunia dan bekerja dari mana pun selama ada wifi.

Meskipun demikian, ada lima hal yang saya harap telah saya tanyakan pada diri saya sendiri sebelum memulai perjalanan yang menyakitkan ini. Lima pertanyaan yang saya yakin harus ditanyakan oleh setiap entrepreneur kepada dirinya sendiri sebelum terjun ke dunia entrepreneurship:
1. Apakah Anda siap dengan tekanan sosial?

Jika Anda memiliki teman dan keluarga yang bukan entrepreneur, mereka tidak akan benar-benar memahami apa yang ingin Anda capai dan tekanan akan menjadi lebih tinggi.

Saya sangat peduli tentang apa yang orang lain pikirkan tentang saya, saking pedulinya hingga menghancurkan hidup saya.

Saya begitu keras pada diri saya sendiri dan menghukum diri dengan lebih banyak pekerjaan sehingga saya bisa mengumumkan kesuksesan saya sesegera mungkin. Hingga akhirnya saya menyadari bahwa tidak ada yang peduli tentang saya. Jadi, kenapa saya harus peduli pendapat mereka?

Anda tidak lebihnya ibarat sebuah status di Facebook yang hanya diperhatikan selama sesaat. Pada tahun 2014, tidak ada yang memiliki waktu untuk mempedulikan orang lain di dunia yang ramai ini.

Jika Anda terlalu peduli tentang apa yang orang lain pikirkan, Anda akan menghabiskan waktu untuk membuktikan bahwa Anda sukses, alih-alih berfokus pada startup Anda.

Nikmati hidup Anda. Saya sendiri telat melakukannya.
2. Apakah Anda single atau mempunyai pasangan yang sangat mendukung?

Ketika dewasa, kita menghabiskan lebih banyak waktu kita dengan pasangan dibanding dengan teman atau keluarga. Meskipun saya beruntung memiliki pacar yang luar biasa, saya sedih melihat banyak teman entrepreneur putus dengan pacar mereka.

Melakukan bisnis Anda sendiri adalah hal yang sulit – lebih sulit daripada yang saya bayangkan. Pikiran Anda akan terus-menerus kacau dengan sejuta hal dan tidak ada orang lain, termasuk pacar Anda, yang memahaminya.
3. Apakah Anda memiliki uang yang cukup untuk bertahan setidaknya satu tahun?

Jika ya, bagus. Kemudian kalikan jumlah itu setidaknya tiga kali lipat karena Anda akan kehabisan tabungan Anda lebih cepat dari yang Anda bayangkan. Sepanjang jalan, akan ada banyak biaya tak terduga, biaya akuntan, biaya untuk urusan legal, iPhone atau PC yang rusak, dan sebagainya.

Bersiaplah untuk sebuah rumah kontrakan kecil, porsi makanan yang lebih sedikit, atau menghitung uang receh Anda, yang mungkin tidak pernah Anda pedulikan sebelumnya.

Beberapa bulan sebelum Anda benar-benar kehabisan uang adalah masa yang sangat sulit, dan tekanan akan semakin berat hingga Anda tidak akan dapat tidur dengan nyenyak.

Sukses akan datang dengan lambat, dan uang akan cepat habis. Anda harus cerdas untuk merencanakan semua hal dari hari pertama.
4. Apakah Anda siap hanya tidur beberapa jam per hari?

Setelah keluar dari dunia perusahaan konsultansi, saya berpikir akhirnya bisa mewujudkan mimpi saya dengan bekerja dimanapun saya mau – sampai akhirnya saya membaca kutipan dari Lori Greiner berikut:

    Entrepreneur rela bekerja 80 jam per minggu untuk menghindari bekerja 40 jam per minggu.

ali-mese

Semuanya dimulai dengan bangun di tengah malam. Pada awalnya, saya terlalu bersemangat tentang ide-ide saya yang begitu banyak. Saya tidak bisa menunggu sampai pagi tiba.

Kemudian datang fase melebih-lebihkan. Saya bekerja terlalu banyak karena saya merasa tidak pernah cukup mengerjakan ide saya dan saya ingin berbuat lebih banyak lagi. Namun, semakin lama saya bekerja dan semakin larut saya tidur, saya semakin sulit tertidur dan semakin rendah kualitas tidur saya.

Hasilnya, dua hingga tiga hari per minggu kinerja saya menjadi tidak produktif.

Jangan terlena dengan gambar Instagram saya di atas. Jangan tertipu oleh berita investasi tentang founder startup yang menjadi miliarder. Ada cerita yang menyakitkan di balik itu semua, malam tanpa tidur, dan penolakan terus-menerus serta kegagalan. Perjalanan menuju kesuksesan sangatlah panjang, bahkan seringnya, terlalu panjang.
5. Bagaimana Anda mendefinisikan sukses?

Setiap orang memiliki daftar prioritas yang berbeda dalam hidup. Bagi kebanyakan orang, uang adalah prioritas nomor satu dalam daftar mereka, sementara yang lain lebih mementingkan keseimbangan kehidupan pribadi dan kerja. Akibatnya, setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda.

Tergantung pada definisi sukses Anda, kesulitan perjalanan entrepreneurship Anda akan berbeda juga. Jika uang dan ketenaran adalah hal yang paling penting bagi Anda, perjalanan entrepreneurship Anda mungkin akan lebih sulit.

Ingat kata-kata bijak Ernest Hemingway:

    Memang baik untuk memiliki akhir dari sebuah perjalanan; tapi pada akhirnya, perjalanannya lah yang penting.

Entrepreneur sukses tidak selalu orang-orang yang mendapat investasi jutaan dollar. Jangan lupa, mereka adalah satu dari sejuta.

Bagaimanapun, ada ribuan pemimpi di luar sana yang berhasil menjalankan startup mereka secara bootstrapping atau hidup dengan baik secara mandiri, tapi bahkan mereka tidak diliput di berita teknologi.

Tidak peduli seberapa kacau hidup Anda karena entrepreneurship atau sebera sulit nantinya, nikmati perjalanannya dan terus ikuti passion Anda. Seperti kata Tony Gaskin:

    Jika Anda tidak membangun mimpi Anda, seseorang akan mempekerjakan Anda untuk membangun mimpi mereka.

Sumber:



Misteri Batu Setan

Misteri Batu-batu Setan di Australia

Tennant Creek - Anda pasti tahu hamparan batu-batu granit yang ada di pinggiran pantai di Belitung. Australia juga punya pemandangan seperti itu, tapi bedanya berada di gurun yang tandus. Namanya adalah Devils Marbles alias batu setan!

Devils Marbles merupakan fenomena alam yang unik dari Negeri Kangguru. Bayangkan saja, di tengah gurun dengan tanah yang berwarna merah seluas 1.802 hektar terdapat banyak bebatuan granit yang bentuknya bulat sempurna. Bagaikan telur-telur raksasa.

Dilongok dari situs resmi pariwisata Australia, kawasan Devils Marbels rupanya menjadi salah satu tempat yang dikeramatkan atau disucikan oleh suku Aborigin. Mereka menyebutnya dengan nama Karlu Karlu.

Legendanya, bebatuan yang ada di Devils Marbels merupakan suatu perwujudan dari rambut para pria leluhur suku Aborigin. Para pria tersebut membuat ikat kepala yang jadi perhiasan dan tak boleh digunakan oleh wanita. Rambut-rambut yang jatuh dari kepalanya lantas membentuk batu-batu besar dan dianggap suci.

Terlepas dari itu, batu-batu di Devils Marbels sebenarnya merupakan bebatuan granit yang sudah terbentuk akibat erosi jutaan tahun lalu. Para ahli mengungkapkan, bentuk batu-batu di sana yang bulat diakibatkan cuaca yang panas dan lahan yang kering.

Bentuk batunya yang bundar ada yang berdiameter 6 meter paling besar, hingga 1 meter paling kecil. Yang unik, formasi bebatuan bulatnya ada yang bertumpuk dan terlihat seimbang. Ada pula yang bentuk batunya terbelah dua seolah dibelah pedang.

Hingga kini, Devils Marbles dilindungi oleh Northern Territory Aboriginal Sacred Sites Act yang dikelola oleh masyarakat Aborigin. Devils Marbels dapat dikunjungi turis setiap hari. Satu hal yang harus diingat, Anda dilarang membuat api di sembarang tempat kecuali di lokasi yang sudah ditentukan.

Waktu terbaik untuk datang ke Devils Marbels adalah saat sunset. Ketika itulah, batu-batu besar ini tampak berkilau dan berubah warna, dari merah muda menjadi merah cerah karena terkena sinar matahari yang terbenam. Menggagumkan!

Meski masih banyak misteri seputar Devils Marbels, yang menyebut kalau batu-batu di sana adalah fosil telur dinosaurus atau legenda-legenda soal formasi bebatuan yang seimbang, tempat ini sudah jadi incaran turis yang datang ke Australia. Hamparan batu granitnya memang sunguh cantik.

Cara ke sana:

Lokasi Devils Marbles berada sekitar 1,5 jam perjalanan dari Tennant Creek di wilayah negara bagian Northern Territory. 12 Km dari Devils Marbels terdapat Wauchope yang punya penginapan bagi wisatawan. Fasilitas di sana lengkap dan menyediakan paket tur menjelajahi Devils Marbels. Sedangkan di Devils Marbles Conservation, ada lokasi perkemahan yang bisa didatangi turis untuk bermalam di alam liar.


Bangunan Khusus Pebisnis

"Incuboxx", Cocok untuk Pebisnis Muda

Inkubator bisnis sektor teknologi, informasi dan komunikasi atau information, communication and technology (ICT) diprediksi akan menjadi bagian dari jaringan teritorial kehidupan perkotaan dengan dimensi yang lebih luas.

Bangunan yang cocok untuk proses inkubasi bagi para pebisnis pemula adalah "incuboxx". Struktur konstruksi ini memang diperuntukkan bagi sarjana muda yang ingin membangun bisnis bersama di sektor ICT. Oleh karena itu, bangunan yang berlokasi di Rumania, ini dilengkapi dua tahapan bisnis yakni tahapan inkubasi (3 tahun) dan tahapan pengembangan konsolidasi (2 tahun).

Bangunan ini juga dilengkapi dengan ruang pameran, ruang rapat, kafetaria, gym, sebuah teras dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pebisnis muda. Pemilihan warna dan bahan material untuk desain bangunan ini terinspirasi oleh dua konsep utama, yakni kaum muda dan pengembangan berkelanjutan.

Berada di antara kemiringan rel kereta api dan jalan raya yang sibuk karena dilintasi area industri yang telantar, gedung ini didirikan untuk meningkatkan kondisi lingkungan secara visual dan fungsional.

Fasad sebelah barat bangunan utama menghadap ke jalan raya, memberikan latar berwarna untuk aktivitas perkotaan. Dinding berwarna biru tembus pandang, yang dapat berubah warna seiring cahaya pada siang hari dan bersinar saat malam hari. Dinding yang terbuat dari polikarbonat ini mengingatkan pada papan sirkuit. Pemasangannya unik, karena ditempel pada kisi-kisi struktur horisontal. Dari dalam, jendela ini membingkai pemandangan kota.

Untuk memasuki Incuboxx, Anda harus melewati sebuah tanjakan yang di baahnya terdapat kafetaria dan gym. Dari lantai ini, ruang parkir dan ruang servis dapat terlihat melalui celah dan lipatan tanah di bawahnya.

Fitur paling menarik dari bangunan ini adalah pencahayaan natural dan kesejukan. Selain itu, interior atriumnya memberi pasokan cahaya dan ventilasi ke inti bangunan. Untuk ruang kantor yang disewakan, jendelanya membuat pertukaran udara menjadi optimal dan juga pencahayaan yang alami.

Sementara itu, fasad polikarbonat yang transparan, menyaring dan mengoptimalkan masuknya cahaya dari luar gedung. Selain itu, lahan yang belipat dan tanaman di sekitarnya membuat sebuah mikroiklim di mana pergerakan udara diatur untuk membuat temperatur sekitar bangunan tetap stabil.

Uang Masih Sangat Banyak di China

China Lahirkan 40 Ribu Orang Kaya Baru

China menciptakan 40 ribu jutawan baru pada tahun lalu sehingga total orang kaya di negara itu menembus 1,09 juta orang. Menurut Hurun Research Institute, para para jutawan itu memiliki kekayaan pribadi sebesar 10 juta yuan atau setara US$ 1,6 juta.

Sedangkan jumlah orang di China yang memiliki kekayaan senilai 100 juta yuan atau US$ 16 juta, meningkat sebesar 2.500 orang menjadi 67 ribu orang.

Dikutip dari CNBC, angka itu tumbuh 3,8 persen atau naik tipis dari tahun sebelumnya 3 persen. Namun, angka itu hanya setengah dari tingkat pertumbuhan ekonomi pada 2010 dan 2011, yang menunjukkan terjadinya perlambatan ekonomi China.

Imbas dari perlambatan ekonomi terhadap para jutawan di China ditunjukkan dengan menurunnya penjualan barang mewah mulai dari jam tangan, anggur, tas hingga lamborghini. Namun Kepala Riset hurun, Rupert Hoogewerf menyatakan, pertumbuhan jutawan di Negeri Tirai Bambu ini masih solid.

"Meski kami melihat dari perlambatan dalam pengeluaran, tapi uang masih sangat banyak di sana," kata Hoogewerf.

Laporan itu mengatakan 55 persen dari jutawan pemilik bisnis swasta. Satu dari lima orang adalah eksekutif senior di perusahaan besar dan 15 persen terdaftar sebagai investor real estate. Hanya 10 persen yang digambarkan sebagai investor pasar saham profesional atau mereka yang sumber penghasilan utamanya adalah saham dan investasi keuangan.

Beijing dan Guangdong memiliki paling banyak jutawan dengan jumlah masing-masing 192 ribu dan 180 ribu orang. Kemudian diikuti oleh Shanghai dengan 159 ribu jutawan. Namun Shanghai memiliki pertumbuhan jutawan tercepat dengan mencetak 12 ribu jutawan baru pada 2013. Beijing dan Guangdong masing-masing menambah 8.000 jutawan, dan Shenzhen menambahkan 4.000 orang kaya.

Memperkirakan kekayaan pribadi orang di Cina adalah tugas yang sulit, mengingat kurangnya transparansi dan kekayaan tidak dilaporkan dan pendapatan. Hurun Report mengatakan menggunakan pendekatan bottom-up dan top-down, dengan melihat penjualan barang mewah,  volume penjualan mobil mewah, pajak penghasilan, dan modal terdaftar perusahaan. Riset ini juga menggunakan ukuran produk domestik bruto dan produk nasional bruto.

Mainan Legenda Tahun 80 - 90an

5 Mainan ini jadi legenda anak era 80-90an

Anak-anak sekarang besar dengan Playstation 3 dan game online. Grafik pada game keluaran terbaru ini nyaris sempurna mendekati aslinya.

Anak-anak era 2000an pun kenyang keluar masuk mal. Kini agak sulit mencari ruang terbuka hijau yang bisa dijadikan tempat bermain. Tempat bermain di pusat perbelanjaan pun jadi sasaran keluarga.

Anak-anak tahun 1980-1990an punya gaya sendiri. Teknologi zaman dulu belum berkembang seperti sekarang. Lapangan dan sawah masih relatif banyak.

"Dulu pulang sekolah masih bisa di lapangan, ada sawah juga di Cakung, Jakarta Timur. Dulu main bola di sana, main kejar-kejaran," kata Tya (25) saat berbincang dengan merdeka.com.

Tya mengaku biasa bermain benteng-bentengan, atau main layangan. Rasanya jadi anak sekolah dulu bahagia sekali.

"Kalau sekarang kayaknya jadi anak sekolah lelah sekali. Harus les ini itu. Mau main di Futsal aja bayar. Dulu main di lapangan gratis," kata wanita yang sedang mengambil S2 di UI ini.

Amin (30) juga punya kenangan manis soal era 1980-1990an. Dia masih mengingat berbagai mainan legendaris pada masa kecil dan remajanya.

Berikut 5 Mainan ini jadi legenda anak era 80-90an. Dijamin bikin kangen para om tante yang dulu besar pada era itu.

1. Game Watch

Ryan (31) tertawa saat ditanya mainan apa yang paling diingatnya. Dia menyebut game watch alias gimbot. Dulu dia mengaku biasa main game watch di depan sekolah saat istirahat.

"Legendaris banget itu. Game Watch diikat tali, bayarnya Rp 100. Nanti kalau waktunya sudah habis sama yang jual ditarik-tarik," kata Ryan sambil tertawa.

Ryan masih mengingat permainan paling legendaris adalah cowboy yang menembaki botol di dalam bar. Jika berhasil menembak tiga botol secara beruntun akan muncul botol dengan bintang. Setelah itu ada penjahat berewokan muncul. Mereka pun harus baku tembak.

"Hahaha inget banget itu. Bayarnya Rp 100. Kadang suka tarik-tarikan sama yang nyewain," kata Ryan.

2. Video Game

Zaman dulu punya Nintendo 8 bit rasanya sudah keren sekali. Anak-anak era 80-90an pasti hapal dengan game Mario Bross dan Contra. Mereka biasa bermain berjam-jam menyelesaikan aneka tingkat permainan itu.

"Dulu inget banget belinya waktu disunat. Kayaknya kebanyakan cowok baru dibeliin Nintendo kalau disunat" kata Amin (30), kepada merdeka.com sambil tertawa.

Sebelum Nintendo, ada video game Atari. Tapi popularitasnya langsung digeser Nintendo 8 Bit yang lebih canggih (saat itu) dan lebih banyak variasi gamenya.

"Setelah Nintendo inget ada Sega, terus ada Super Nintendo. Pas zaman Super Nintendo itu mulai banyak rental, terus main game sepak bola," kata Ryan, seorang jurnalis yang besar era 90an.

"Dulu juga ada dingdong. Mainnya pakai koin logam Rp 100. Sekarang udah jarang banget pakai duit Rp 100. Diganti koin khusus kayak di mall gitu," lanjutnya.

3. Pistol-pistolan

Sebelum ada airsoft gun dan sebangsanya, pistol-pistolan yang bisa meletus dengan peluru berwarna merah jauh lebih dulu populer. Pistol-pistolan ini tak bisa menembakkan peluru, hanya suara keras dan asap keluar.

Ada juga jenis peluru lain. Mulai dari kacang hijau sampai kertas yang digulung.

"Dulu ada juga yang pake obat mentol disebutnya. Nggak tahu apa nama ilmiahnya. Gulungan kertas merah gitu, terus ada bijinya kalo dijepit pistol-pistolan bisa meletus," kenang Ryan.

Ryan mengingat kalau Bulan Ramadan, pedagang makanan dilarang jualan di sekolah. Maka para penjual itu banting setir jadi penjual mainan. Jika sudah perang-perangan pakai pistol ini.

"Ramelah. Sekarang jarang yang jual ya? Kalau ada gue mau beli buat nembakin orang di kantor," tawanya.

4. Boneka kertas

Boneka kertas ini khusus dimainkan kaum hawa. Biasanya dijual di depan sekolah atau pedagang mainan keliling. Harganya murah meriah.

"Dulu awal tahun 1990an cuma Rp 50. Murah banget. Aku punya banyak sampe satu kotak sepatu penuh," kata Dinda (30).

Boneka kertas itu dijual per lembar. Ada orang-orangan dengan aneka gaun. Mulai gaun pesta sampai pakaian olahraga dan berenang.

"Kalau main itu seru. Main putri-putrian," kata Dinda mengenang masa kecilnya.

5. Tentara-tentaraan

Tentara-tentaraan mungkin merupakan mainan anak laki-laki paling legendaris. Kini banyak mainan tentara dijual seperti asli dengan skala 1:18 hingga 1:6. Dibuat detil dengan aneka perlengkapan dan senjata.

Dulu tahun 80-90an, mainan seperti itu tak bisa dibeli semua kalangan. Yang melegenda malah mainan tentara berwarna hijau dengan aneka pose. Warnanya hijau dari plastik.

"Legendaris banget itu mainan. Gue inget banget dijual satu plastik isinya tentara-tentaraan ada yang bendera Amerika, ada yang Jepang. Macem-macem," kata Ryan.

"Mainnya pake mulut. Door.. Door gitu. Terus kalau ada yang mati dijatuhin tentaranya," kenang Ryan.

Kini dia mengaku masih koleksi mainan tentara. Sebagian malah ada yang ditaruh di kantor.

"Masa kecil bahagia banget kali ya, sampe keterusan," katanya.

Jangan Pernah Menyalahkan Tuhan

Iwan Fals Kagumi Ahok karena Selalu Ingat Tuhan

DEPOK - Musisi senior Iwan Fals mengaku kagum pada sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Bahkan musisi senior ini mengatakan dia hampir menangis saat melihat wawancara Ahok di salah satu stasiun televisi swasta.

"Semalam saya nonton Ahok di Kick Andy. Sampai mau nangis lihat dia (Ahok) bela rakyat," ujar Iwan Fals usai Konser Pelangi di Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat.

Iwan menambahkan, dia melihat hal menarik dalam tayangan tersebut. Dia sangat tertarik pada cerita tentang pesan Ahok pada anaknya saat diwawancarai wartawan senior Andy F Noya dalam acara bincang-bincang itu.

"Saat ditanya sama anaknya dia bilang 'kalau ada apa-apa sama saya, jangan nyalahin Tuhan'. Dalam keadaan apapun ingat Tuhan itu penting," sambungnya.

Musisi yang akrab mengkritik pemerintah lewat lagu-lagunya itu juga ikut memberikan komentar terkait pandangan ayah Ahok tentang sosok seorang pejabat. "Bapaknya Ahok ngomong, orang paling mulia adalah pejabat karena dia ngurusin orang. Iya juga, saya mikir. Tetapi kalau (pejabat) jahat itu lebih brengsek. Mudah-mudahan benar, jadi harapan bapaknya," ujar Iwan.

Iwan mengaku akan meminta para penggemarnya untuk memberikan standing applause bila Ahok datang ke konsernya. "Itu bentuk dukungan. Dia orangnya tegas, apa adanya. Dia seperti oase," lanjut Iwan.

Untuk itu, Iwan berpesan agar Ahok terus berjuang bagi masyarakat kecil. Dia juga berdoa agar Ahok selalu dijaga dan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Popular Posts