Batik di Amerika

Seniman Donna Backues Lestarikan Batik Indonesia di Amerika

PHILADELPHIA — Pernah tinggal di Indonesia selama 18 tahun telah membuat Donna Backues, seniman asal Amerika Serikat, cinta terhadap Indonesia. Ikatan yang kuat dengan Indonesia terus terjalin setelah perempuan kelahiran 1962 ini kembali ke Amerika dan menetap di daerah selatan kota Philadelphia yang terletak di negara bagian Pennsylvania.

"Pada tahun 1989, saya ikut suami pindah ke Bandung, Indonesia, karena suami saya ada kesempatan belajar bahasa Indonesia," kenang Donna kepada repoter VOA, Ronan Zakaria, baru-baru ini.

Sambil mengurus anak pertamanya yang pada waktu itu masih berusia dua bulan, alumnus S-2 dari Pennsylvania Academy of the Fine Arts di Philadelphia dengan latar belakang di bidang desain grafis ini mendapat kesempatan untuk belajar membatik di sebuah pabrik batik kecil di Bandung. Ilmu membatik tersebut terus digelutinya hingga sekarang.

"Usaha kecil itu punya Pak Hasannudin yang kalau tidak salah juga kerja sebagai dosen seni rupa di ITB pada waktu itu. Beliau orang Pekalongan. Saya minta les dari Pak Hasannudin. Walaupun dia setuju, dia memang sibuk sekali, dan sebetulnya nggak bisa mengajar saya. Namun, dia bilang, kalau mau ikut, pekerja-pekerja di sana bisa mengajar saya," papar perempuan yang saat ini menekuni profesi di bidang seni lukis, ilustrasi, desain, dan kerap kali mengajarkan seni rupa.

Dua kali seminggu, Donna mendatangi pabrik tersebut untuk mempelajari seni batik tulis dan batik cap selama lebih dari dua tahun. "Itu juga membuat saya bisa belajar bahasa Indonesia karena waktu itu saya tidak bisa sama sekali," ujar perempuan yang masih fasih berbahasa Indonesia ini kemudian tertawa.

Setelah delapan tahun tinggal di Bandung, Donna dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke Tasikmalaya dan tinggal di dekat Dadaha selama sepuluh tahun.

"Di Indonesia, saya senang karena ada slow paced of life. Lebih santai. Banyak waktu untuk ngobrol sama tetangga-tetangga," canda Donna.

Di Tasikmalaya, ia ikut membantu suaminya mendirikan dan mengurus sebuah yayasan bernama Yayasan Sumbangsih Nuansa Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan primer, pertanian, produksi impor dan ekspor kerajinan tangan, pendidikan, perkreditan, serta kesenian.

"Saya suka mengajar seni rupa, dan ada unit kerajinan tangan. Jadi, saya bisa mendesain produk-produk seperti scarf. Saya tidak membatik scarf-nya, tetapi saya membuat desain aja, dan itu dibatik oleh orang Tasik sebetulnya," ujar perempuan yang suka memasak soto ayam dan rendang ini.

Pada tahun 2007, Donna memutuskan untuk kembali ke Amerika karena kedua anaknya sudah mulai besar. Walau demikian, menurut Donna, anak-anaknya lebih senang tinggal di Indonesia.

"Ada satu anak yang diadopsi dari Jakarta," kata perempuan yang hobi melukis dan membaca ini. "Kebetulan dia lebih seperti orang Amerika karena dia masih kecil waktu datang ke Amerika, tetapi masih ingat Indonesia karena dia (waktu itu) umur 8 tahun. Bahasanya, mungkin dia mengerti banyak, tetapi kurang bisa bahasa (Indonesia), nggak seperti kakaknya," lanjutnya.

Sekembalinya ke Amerika, Donna sebenarnya tidak tertarik untuk membatik karena ia tidak memiliki ruangan yang luas di rumahnya. "Saya baru mulai membuat batik di Amerika waktu ada guru seni rupa di SMA Katolik di Philadelphia yang minta saya mengajar muridnya dengan memakai proses tersebut," ujarnya.

Ia kemudian mengikuti American Batik Design Competition 2013 yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC pada tahun 2013. Hadiahnya adalah tur batik bersama dua pemenang lainnya ke Pekalongan. Sejak itu, Donna sering diminta untuk mengajar membatik dan kerap kali mengadakan pameran batik dan lokakarya membatik. Elemen-elemen Indonesia ia tampilkan dalam karya-karyanya.

"Misalnya, semacam pemandangan Indonesia, seperti gunung berapi atau pohon kelapa, yang saya pakai sebagai motif. Boleh lihat sendiri di website saya,  www.donnabackues.com," ujarnya.

Karya-karya batik Donna banyak mendapat pujian dari masyarakat lokal AS. Namun, sebagian besar dari mereka tidak tahu apa itu batik.

"Sebagian besar dari orang Amerika tidak pernah melihat batik dengan prosesnya yang berasal dari Indonesia.  Kalaupun istilah batik itu saya pakai, biasanya mereka menanggapi saya dengan bertanya, 'apa itu batik?'" kata Donna. 

Prestasi Donna dalam menghasilkan karya seni membuahkan hadiah Art and Change Grant sebesar Rp 30 juta dari yayasan Leeway Foundation di Philadelphia. Dari ratusan orang yang mendaftar, ia menjadi salah satu dari 30 pemenang yang berhasil terpilih untuk mendapatkan dana tersebut.

"Setiap tahun, sebuah LSM yang bernama Leeway Foundation menyelenggarakan semacam pendaftaran atau Call for Women Artists agar ide-ide wanita boleh dipungut dalam menggunakan kesenian sebagai katalis perubahan sosial yang efektif demi kepentingan masyarakat," ujarnya.

Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membuka kelas membatik yang ditujukan bagi masyarakat Indonesia di Amerika.

"Kalau ada yang orang Amerika satu-dua mau ikut, boleh. Namun, yang penting orang Indonesia karena saya dapat sebuah Art and Change Grant dari Leeway Foundation untuk mengadakan sebuah proyek khusus untuk social change, perubahan positif dari masyarakat. Jadi, saya ingin mengadakan kursus batik untuk anak besar, dewasa, orang Indonesia yang tinggal di South Philadelphia," kata Donna. "Tujuannya untuk melestarikan tradisi kebudayaan Jawa supaya anak Indonesia bisa belajar tradisi mereka. Di Indonesia, sekarang, mungkin batiknya mulai lebih terkenal lagi di antara anak-anak. Namun, di Amerika, anak-anak tidak ada kesempatan untuk belajar (batik)," lanjutnya.

Sebagai pengajar kegiatan membatik di Amerika, peralatan membatik yang dimiliki Donna cukup lengkap. Semua bahan yang ia perlukan dapat ditemukan di internet.

"Saya sudah punya 4 skillet listrik dan kawat-kawat listrik, juga beberapa canting dan peralatan-peralatan lain guna mempersiapkan warna. Kalau ada sekolah atau organisasi lain yang mau mengadakan workshop, mereka harus siap dengan budget bahan-bahan, seperti kain, bahan warna, malam, zat-zat warna, dan mungkin tambahan canting secukupnya," paparnya.

Tinggal di Amerika membuat Donna rindu akan Indonesia. Walaupun di Philadelphia ia bisa menemukan banyak makanan khas Indonesia, ada satu makanan favorit yang sangat ia rindukan. "Nasi tutug oncom. Raos pisan!" ujarnya menutup wawancara

Daftar Orang Kaya Terbaru RI 2014

Ini Dia Daftar Orang Kaya Terbaru RI 2014

Jakarta -Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya Indonesia untuk tahun 2014. Banyak faktor membuat kekayaan orang-orang kaya ini hanya bertambah sedikit saja.

Faktor-faktor tersebut antara lain melemahnya nilai tukar rupiah dan buruknya harga komodias-komoditas dunia, seperti batu bara dan minyak sawit.

Berikut ini daftar 10 orang terkaya di Indonesia seperti dikutip dari Forbes

1.Budi dan Michael Hartono dengan harta US$ 16,5 miliar (Rp 198 triliun)
2. Susilo Wonowidjojo dan keluarga dengan harta US$ 8 miliar (Rp 96 triliun)
3. Anthoni Salim dan keluarga dengan harta US$ 5,9 miliar (Rp 70,8 triliun)
4. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga dengan harta US$ 5,8 miliar (Rp 69,6 triliun)
5. Sri Prakash Lohia dengan harta US$ 4,4 miliar (Rp 52,8 triliun)
6. Chairul Tanjung dengan harta US$ 4,3 miliar (Rp 51,6 triliun)
7. Boenjamin Setiawan dan keluarga dengan harta US$ 3,5 miliar (Rp 42 triliun)
8. Mochtar Riady dan keluarga dengan harta US$ 2,7 miliar (Rp 28,8 triliun)
9. Peter Sondakh dengan harta US$ 2,3 miliar (Rp 27,6 triliun)
10. Sukantono Tanoto dengan harta US$ 2,1 miliar (Rp 25,2 triliun)

Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Berharta Rp 666 Triliun

Jakarta - Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya Indonesia untuk tahun 2014. Total harta orang-orang tajir ini jumlahnya US$ 55,5 miliar atau sekitar Rp 666 triliun.

Sepuluh orang ini berasal dari industri yang berbeda. Namun mereka yang bermain di industri rokok berada di posisi paling atas.

Berikut ini profil orang terkaya Indonesia versi Forbes untuk urutan 10 sampai urutan 6, seperti dikutip dari Forbes

10. Sukanto Tanoto

Harta US$ 2,1 miliar (Rp 25,2 triliun)
Pria berumur 64 tahun ini memulai usaha di industri pengolahan kayu dan kehutanan pada tahun 1972. Bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok usaha the Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas.

9. Peter Sondakh

Harta: US$ 2,3 miliar (Rp 27,6 triliun)
Bos dari Grup Rajawali ini mulai bisnis ayahnya dan pada tahun 1984. Sampai sekarang Grup Rajawali menjadi perusahaan investasi yang menjadi induk banyak perusahaan di berbagai sektor.

8. Mochtar Riady dan Keluarga

Harta: US$ 2,7 miliar (Rp 28,8 triliun)
Pria berumur 85 tahun ini adalah komisaris dari Grup Lippo, yang sekarang dijalankan oleh dua anaknya Stephen dan James. Stephen beroperasi di Singapura, sementara James dari Indonesia.

7. Boenjamin Setiawan dan Keluarga

Harta: US$ 3,5 miliar (Rp 42 triliun)
Pria pemilik Rumah Sakit Mitra Keluarga ini sudah lama bergerak di industri kesehatan. Dokter Boen, begitu ia kerap disapa, membentuk perusahaan Kalbe Farma bersama saudaranya pada 1966. Sekarang, Kalbe menjadi salah satu produsen obat terkemuka di Indonesia.

6. Chairul Tanjung

Harta: US$ 4,3 miliar (Rp 51,6 triliun)
Mantan Menko Perekonomian ini adalah pemilik konglomerasi CT Corp. Salah satu anak usahanya, Trans Corp baru saja menggandeng Turner Broadcasting meluncurkan CNN Indonesia akhir tahun ini.

Selain berbisnis media, pria berumur 52 tahun ini juga punya perusahaan di sektor taman hiburan, perbankan, dan ritel.

5. Sri Prakash Lohia

Harta: US$ 4,4 miliar (Rp 52,8 triliun)
Pria yang berdomisili di London, Inggris, ini adalah pemilik Indorama, produsen aneka bahan kimia. Ia juga baru saja membeli 66% saham Industries Chimiques du Sénégal, salah satu produsen bahan kimia terbesar di Afrika Selatan.

4. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga

Harta: US$ 5,8 miliar (Rp 69,6 triliun)
Pria berumur 91 tahun ini sekarang tak lagi fokus berbisnis sawit setelah harga komoditas perkebunan ini lesu. Melalui Golden Agri-Resources, ia mencoba kerjasama dengan berbagai perusahaan seperti Wuhan Iron & Steel asal Tiongkok untuk memulai bisnis baja di Indonesia.

3. Anthoni Salim dan keluarga

Harta: US$ 5,9 miliar (Rp 70,8 triliun)
Konglomerasi Grup Salim sangat menggurita di Indonesia, merambah berbagai sektor makanan minuman, telekomunikasi,ritel, properti, hingga perbankan. Namanya perusahaan yang paling dikenal adalah Indofood.

2. Susilo Wonowidjojo dan keluarga

Harta: US$ 8 miliar (Rp 96 triliun)
Susilo merupakan penerus bisnis keluarganya yang memproduksi rokok bernama Gudang Garam. Perusahaan rokok asal Jawa Timur ini didirikan oleh ayahnya, Surya Wonowidjojo.

1. Budi dan Michael Hartono

Harta: US$ 16,5 miliar (Rp 198 triliun)
Harta dua bersaudara pemimpin Grup Djarum ini bertambah US$ 1 miliar (Rp 12 triliun). Terutama karena kenaikan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Saham BCA, naik sampai 50% dalam setahun terakhir. Kenaikan saham BCA disebabkan optimisme pasar merespons pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Faktor lain yang menyebabkan kenaikan kekayaan Budi dan Michael, tambah Forbes, adalah pernikahan anak sulung Budi dengan Amelia Santoso. Amelia merupakan putri dari Benny Setiawan Santoso, Presiden Komisaris PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). 

4 Nama Baru di Daftar Orang Terkaya RI, Ada Bos Sido Muncul

Jakarta -Majalah Forbes merilis 50 nama orang terkaya di Indonesia. Dari 50 nama, ada 4 yang merupakan pendatang baru. Mereka adalah Husodo Angkosubroto, Abdul Rasyid, Irwan Hidayat, Purnomo Prawiro.

Husodo Angkosubroto dan keluarga menduduki peringkat 23 di daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes. Kekayaannya ditaksir mencapai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.

Adalah ayah Husodo yang mendirikan Gunung Sewu Group, perusahaan perdagangan komoditas. Kemudian perusahaan ini berekspansi masuk ke sektor pertanian dan properti.

Ayah Husodo meninggal pada 2009 dan mewariskan bisnis kepada 4 orang anaknya. Husodo pun ditunjuk menjadi bos Gunung Sewu Group.

Kini, bisnis Gunung Sewu Group mencakup sektor pertanian, asuransi, properti, barang konsumsi, dan sumber daya alam.

Pendatang baru lainnya adalah Abdul Rasyid yang menempati ranking ke-41. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$ 805 juta hampir Rp 10 triliun.

Abdul Rasyid adalah seorang pengusaha di bidang kayu. Para aktivis lingkungan hidup menuding bisnis Abdul Rasyid dijalankan di hutan lindung Tanjung Puting.

Beberapa waktu lalu, Abdul Rasyid memperluas bisnisnya ke kelapa sawit. Perusahaannya, Sawit Sumbermas Sarana, belum lama ini melantai di bursa saham dengan kode SSMS.

Nama Irwan Hidayat juga menjadi pendatang baru di daftar Forbes, tepatnya di peringkat 44. Kekayaannya mencapai US$ 660 juta atau hampir Rp 8 triliun.

Irwan adalah bos PT Sido Muncul Tbk (SIDO). Perusahaan ini memproduksi berbagai obat tradisional, mulai dari penyakit ringan sampai yang agak berat seperti demam berdarah.

Terakhir, ada Purnomo Prawiro di peringkat 25. Kekayaannya ditaksir mencapai US$ 1,3 miliar atau lebih dari Rp 15 triliun.

Purnomo mewarisi bisnis transportasi yaitu PT Blue Bird Tbk (BIRD). Blue Bird adalah perusahaan taksi terbesar di Indonesia dengan sekitar 22.000 armada.

Sandiaga Uno dan Kiki Barki Tak Lagi Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Jakarta -Empat pengusaha tahun ini tidak lagi masuk daftar orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes. Siapa saja mereka?

Mereka adalah Kiki Barki, Sandiaga Salahuddin Uno, Winato Kartono, dan Sutjipto Nagaria. Harta kekayaan mereka ada yang tergerus ada juga yang hanya naik tipis.

Seperti dikutip dari Forbes, minimal jumlah harta kekayaan yang dimiliki untuk masuk daftar bergengsi ini naik menjadi US$ 500 juta (Rp 6 triliun) dibandingkan daftar tahun 2013 sebesar US$ 390 juta (Rp 4,7 triliun).

Harta kekayaan Kiki Barki yang tahun masih sebesar US$ 670 juta kini turun menjadi hanya US$ 350 juta gara-gara depresiasi harga saham PT Harum Energy Tbk (HRUM). Tahun lalu ia berada di peringkat 43%.

Selain Kiki, pengusaha muda Sandiaga Uno juga harus terdepak dari daftar bergengsi ini. Pemilik Saratoga ini tahun lalu berada di peringkat 47 dengan harta US$ 460 juta.

Pendiri Provident Capital Indonesia, Winato Kartono, juga terdepak dari daftar konglomerat RI. Padalah tahun lalu ia masih punya harta kekayaan US$ 590 juta dan layak masuk peringkat 46.

Nama terakhir adalah pengusaha properti Sutjipto Nagaria, bos Summarecon Group. Tahun lalu ia berada di posisi bontot alias 50. Posisi paling akhir di daftar orang kaya RI 2014 dipegang oleh pemilik Grup Agung Podomoro, Trihatma Haliman.

Ini Satu-satunya Wanita Dalam Daftar 50 Orang Terkaya RI

Jakarta -Daftar orang terkaya Indonesia 2014 versi Majalah Forbes didominasi kaum adam. Hanya satu wanita yang masuk daftar bergengsi tersebut.

Seperti dikutip dari Forbes, Kartini Muljadi menjadi wanita paling tajir di tanah air. Harta kekayaannya didapat dari produsen obat PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) yang sekarang dioperasikan anaknya, Handojo Muljadi.

Turunnya harga saham TSPC dalam setahun terakhir membuat harta kartini turun menjadi US$ 1,1 miliar ,dari tahun lalu sebesar US$ 1,42 miliar. Peringkatnya juga turun dari tahun lalu 19 menjadi 29 di daftar orang terkaya tahun ini.

Wanita kelahiran 17 Mei 1930 ini memulai karirnya sebagai hakim. Pada masa kecilnya ia merasakan pendidikan sekolah khusus keturunan Belanda.

Kartini sempat kuliah di perguruan tinggi Surabaya dan Yogyakarta, tapi kemudian pindah ke Jakarta untuk masuk Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (UI).

Kartini meraih gelar sarjana hukum pada 1958, setelah mempunyai 2 anak. Kartini kemudian memutuskan berkarir di bidang Kehakiman dan diangkat sebagai Hakim pada Pengadilan Negeri Istimewa Jakarta. Ia ditugaskan untuk menangani perkara pidana, perdata, dan kepailitan.

Ia mulai bekerja sebagai notaris tak lama setelah suaminya, Djojo Muljadi, meninggal dunia pada 1973. Kartini mengundurkan diri sebagai Hakim, karena merasa pendapatannya sebagai Hakim yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak akan cukup untuk membiayai keluarganya.

Setelah menempuh dan lulus ujian negara untuk notariat, Kartini diangkat sebagai Notaris berkedudukan di Jakarta, dan mulai mengajar mata kuliah perdata dan hukum acara perdata di beberapa fakultas hukum di Jakarta.

Tahun 1990, setelah mengundurkan diri lebih dini dari jabatannya sebagai Notaris, Kartini mendirikan kantor pengacara dan konsultan hukum dengan nama Kartini Muljadi & Rekan. Kantor hukumnya pun berkembang pesat, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar nasional namun juga perusahaan multinasional, yang menjadi langganannya.

Di usianya yang menginjak 82 tahun, Kartini aktif mendukung program-program untuk kemajuan Universitas Indonesia (UI). Dia pernah menjabat anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (2002-2007) dan menjadi Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (2004-2007).

Kartini juga mendirikan Yayasan Daya Bhakti Pendidikan Universitas Indonesia yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, terutama membimbing calon-calon pemimpin bangsa.

Masuk Daftar Orang Terkaya RI, Bos Sido Muncul: Yang Kaya Itu Ibu Saya

Jakarta -CEO PT Sido muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2014. Irwan, yang menempati peringkat ke-44, menanggapi santai statusnya itu.

"Itu kan media yang ngomong, saya nggak lah. Ibu saya yang kaya. Saya hanya karyawan, dapat saham kosong," kata Irwan.

Ia mengatakan status tersebut lebih cocok disematkan kepada perusahaan jamu Sido Muncul sebagai perusahaan yang awalnya milik keluarga, yang kini menjadi perusahaan terbuka.

Irwan juga menegaskan peran utama ibunya yang membesarkan Sido Muncul hingga seperti sekarang ini. Menurutnya kepemilikan Sido Muncul juga bukan hanya dimilikinya namun juga oleh 4 adiknya termasuk oleh ibunya yang memegang saham terbesar.

"Kalau disebut kekayaan Rp 8 triliun, saya cuma sekian Rp 900 miliar, itu pun di atas kertas, bukan uang kontan. Saya cuma 10% (saham), sekitar 8,9%. Kalau disebut sebagai orang terkaya, nomor 44 ,saya terserah saja. Dibilang nomor 5 atau nomor 1.000, terserah. Mudah-mudahan lebih kaya," katanya tertawa.

Menurut Irwan, peranan ibunya sangat sentral dalam memajukan Sido Muncul, ibunya lah yang menggagas agar Sido Muncul sebagai perusahaan terbuka, padahal ia termasuk yang tak setuju. Bahkan kata Irwan, ibunya yang sudah berusia 87 tahun sampai saat ini tetap bekerja dan membantu di Sido Muncul.

"Ibu saya masih bantu-bantu, masih keerja. Beliau yang megang resepnya (jamu)," katanya.

Kekayaan Irwan versi Forbes mencapai US$ 660 juta atau hampir Rp 8 triliun. Irwan adalah bos PT Sido Muncul Tbk (SIDO). Perusahaan ini memproduksi berbagai obat tradisional, mulai dari penyakit ringan sampai yang agak berat seperti demam berdarah.

"Sebenarnya keluarga Sido Muncul lebih tepatnya seperti itu. Kalau saya sendiri nggak lah, yang paling kaya itu ibu saya dan adik-adik, yang bikin hebat itu mama saya," ujar Irwan merendah.

Irwan merupakan generasi ketiga. Pendiri Sido Muncul adalah pasangan suami-istri Siem Thiam Hie yang lahir pada 28 Januari 1897 dan wafat 12 April 1976 bersama istrinya Go Djing Nio yang terlahir pada tanggal 13 Agustus 1897 dan wafat 14 Februari 1983.

Mereka memulai usaha pertamanya dengan membuka melkrey, yaitu usaha pemerahan susu yang besar di Ambarawa, Jawa Tengah.

Punya Kekayaan Rp 200 Triliun, Bos Djarum Terkenal Rendah Hati


Jakarta -Duet pemilik Grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, terkenal sebagai pribadi yang jarang muncul ke publik. Di kalangan pengusaha, sosok duo Hartono dikenal sebagai pribadi yang rendah hati.

CEO PT Sido muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat termasuk yang mengenal dua orang tersebut, khususnya Budi Hartono. Irwan mengungkapkan, Budi jarang muncul ke publik karena karakternya.

"Orangnya rendah hati. Pak Budi rendah hati, nggak pernah muncul," kata Irwan.

Irwan mengatakan karakter masing-masing pengusaha memang berbeda. Ia mengaku termasuk yang lebih senang muncul ke publik dan mudah dihubungi.

"Saya memang orangnya suka ngumpul, ketemu banyak orang, kalau sendirian malah nggak senang. Saya senang ketemu orang. Jadi orang kaya yang paling gampang dihubungi cuma saya, karena saya nggak kaya benar," katanya merendah.

Ia beralasan, sebagai pengusaha yang memproduksi jamu, Irwan memang harus rajin-rajin muncul ke publik untuk promosi produknya. Irwan sangat sadar menjual produk jamu bukan hal mudah, karena lebih sulit dari menjual makanan, apalagi rokok.

"Menurut saya, jamu yang paling sulit dijual. Kalau makanan gampang, rokok dibutuhkan, kalau jamu... aduh (susah)," katanya.

Sebelumnya, Chairman The Jakarta Consulting Group AB Susanto yang kerap kali berhubungan dengan orang-orang terkaya, dan sering menjadi konsultan dari para pebisnis keluarga, yang kebanyakan adalah orang-orang kaya, menyampaikan pengalamannya.

"Barangkali mereka memiliki pandangan tak usah terlalu menonjol, tapi ada juga yang senang menonjol. Itulah sikap orang kaya di Indonesia," katanya beberapa waktu lalu.

Majalah Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Duet pemilik Grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, masih mempertahankan posisinya sebagai orang paling tajir di Tanah Air.

Dikutip dari Forbes, keduanya ditaksir punya kekayaan mencapai US$ 16,5 miliar atau hampir Rp 200 triliun.

Menurut Forbes, sumber kekayaan utama Budi dan Michael adalah bisnis rokok dan perbankan.

Setahun Harta Naik Rp 36 T, Bos Gudang Garam Melejit Jadi Orang Kaya No.2

Jakarta -Majalah Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Setelah duet bos Djarum jadi orang terkaya, posisi di bawahnya kembali ditempati perwakilan dari industri rokok.

Duduk di peringkat ke-2 orang terkaya di Tanah Air adalah Susilo Wonowidjojo dan keluarganya yang berharta US$ 8 miliar atau Rp 96 triliun. Susilo adalah bos PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Dalam setahun, kekayaan Susilo naik hampir Rp 3 miliar (Rp 36 triliun). Peningkatan kekayaan ini didorong oleh saham Gudang Garam yang naik hampir 60% selama setahun terakhir.

Para analis memprediksi bisnis Gudang Garam ke depan akan cerah. Bisnis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dinilai punya prospek bagus.

"Panen cengkeh tahun ini juga cukup baik. Saham Gudang Garam sepertinya bisa naik 25% dalam setahun ke depan," kata Janni Asman, Analis Maybank Kim Eng, seperti dikutip dari Forbes

Misteri Hoax Yang Menggegerkan Dunia

10 Kebohongan Besar yang Menggegerkan Dunia

Serbuan alien ke Amerika Serikat, hingga makhluk aneh di laut. Kabar-kabar yang muncul memicu kekhawatiran bahkan kepanikan banyak orang. Namun, belakangan terbukti, itu hanya bohong belaka.

Berikut 10 kebohongan besar alias hoax yang pernah ada di dunia, seperti dikutip dari Herald Sun.

1. Foto Monster Loch Ness

Terkenal sebagai 'Surgeon’s Photo', foto lawas tersebut adalah foto yang diklaim penampakan monster Loch Ness paling terkenal sepanjang masa. Foto hitam putih itu dijepret tahun 1934, oleh seorang dokter bedah terkemuka, Kolonel Robert Wilson. Selama beberapa dekade, gambar itu diyakini sebagai bukti keberadaan makhluk misterius itu.

Hingga akhirnya 60 tahun kemudian, fakta tentang foto itu terkuak. Christian Spurling di usia ke-90 tahun pada tahun 1994 mengaku membuat monster palsu menggunakan kapal selam mainan atas permintaan ayah mertuanya, Marmaduke Wetherell.

Wetherell, seorang pemburu, merasa terhina saat 'jejak kaki monster' yang ia temukan pada Desember 1933 ternyata adalah tapak kaki kuda nil. 

2. Crop Circle

Crop circle atau lingkaran tanaman sudah lama jadi teka-teki. Apakah bentuk aneh itu disebabkan pendaratan piring terbang? Atau cuaca yang aneh?

Yang jelas crop circle menjadi salah satu misteri besar pada tahun 1970-an hingga 1980-an. Para ahli ramai-ramai menebak siapa yang bertanggungjawab menciptakan pola rumit tapi teratur itu di ladang-ladang gandum.

Belakangan terkuak, crop circle tak lain tak bukan adalah kerjaan orang iseng. Pasangan asal Inggris, Doug Bower dan Dave Chorley akhirnya muncul dan mengaku bertanggung jawab atas serangkaian kemunculan lingkaran tanaman itu. Pasangan itu mengaku mulai membuat crop circle pada tahun 1978, sebagai lelucon, setelah salah satu dari mereka mendengar tentang kemunculan lingkaran tanaman di Tully, Queensland. Crop circle dibuat menggunakan papan, tali, dan sejumlah peralatan lain.

Fenomena crop circle yang tercatat dalam sejarah pertama kali muncul di Inggris pada 1647. Namun Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menepis dugaan keterkaitannya dengan alien.

"Crop circle dibuat oleh manusia sebagai lelucon," jawab ilmuwan senior NASA, David Morrison seperti dimuat laman astrobiology.nasa.gov.

Kata Morrison, itu adalah pertanyaan yang mudah dijawab. "Karena pelaku aslinya telah mengaku dan menunjukkan bagaimana mereka melakukannya," tambah dia.

Selanjutnya: Invasi Alien Mars, Penampakan Peri...

Invasi Alien Mars, Penampakan Peri...

3. Invasi Alien Mars

George Orson Welles dikenal karena siaran drama radionya pada 30 Oktober 1938 dengan cerita The War of the Worlds karya H. G. Wells. Bumi diserang makhluk Mars!

Drama itu disampaikan sedemikian rupa hingga kedengarannya seperti sebuah siaran berita kontemporer ini menimbulkan kepanikan sejumlah besar pendengarnya. Welles pun panen kecaman dari masyarakat dan media lainnya.

4. Penampakan Peri

Pada tahun 1917, jauh sebelum Photoshop dan efek canggih dalam film ditemukan, serangkaian foto menunjukkan penampakan peri.

Foto-foto itu diambil di Bradford, Inggris oleh dua gadis muda Elsie Wright yang kala itu berusia 16 tahun dan Frances Griffiths yang masih 9 tahun.

Gambar-gambar itu jadi ramai jadi perhatian saat penulis terkenal Sir Arthur Conan Doyle, menggunakannya sebagai ilustrasi artikelnya di The Strand Magazine edisi Natal 1920 -- yang membahas soal peri.

Heboh pun terjadi, sejumlah orang percaya gambar itu asli, lainnya skeptis dan menduga itu palsu.

Pada tahun 1980-an, salah satu dari 2 gadis tersebut mengaku foto-foto tersebut palsu, peri-peri itu dibuat dari potongan kertas dan dipasang dengan menggunakan jepitan rambut. Meski demikian, ia bersikukuh salah satu gambar asli.

Selanjutnya: Buku Harian Hitler, Monster Biggfoot...

Buku Harian Hitler, Monster Biggfoot...

5. Buku Harian Hitler

Pada tahun 1983, majalah Jerman Stern mempublikasikan apa yang diklaim sebagai buku harian Adolf Hitler.

Majalah tersebut membayar sekitar US$ 4 juta untuk mendapatkan catatan berharga milik sang fuhrer, yang merekam kejadian dari tahun 1932 hingga 1945.

Konon buku harian tersebut selamat dari sebuah kecelakaan kapal terbang pada tahun 1945.

Catatan harian itu diklaim telah melewati uji tulisan tangan, dan berdasarkan sampel isinya, dinyartakan akurat secara historis.

Namun, hanya 2 minggu kemudian, buku harian itu ternyata palsu. Petunjuknya didapat dari kertasnya -- yang berasal dari era modern.

Buku harian tersebut ternyata ditulis oleh penipu  Konrad Kujau. Kujau dan jurnalis yang ditugaskan untuk membelinya, Gerd Heidemann dipenjara atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

6. Monster Bigfoot Beku

Sales mobil Rick Dyer dan anggota polisi Matt Whitton mengklaim memecahkan salah satu misteri besar sepanjang masa: big foot.

Pada tahun 2008 mereka mengklaim menemukan monster tersebut dan membekukannya dalam kulkas mereka.

Namun, kemudian terungkap bahwa 'bigfoot' itu adalah kostum Sasquatch yang mereka beli dari internet, diisi dengan bangkai hewan possum dan sisa-sisa dari tempat penyembelihan hewan.

Tipuan mereka terkuak. Whitton dilaporkan dipecat dari kepolisian. Sementara, Dyer pada 2012 kembali mengklaim membunuh bigfoot dan memungut bayaran dari mereka yang ingin melihat. Lagi-lagi, Bigfoot itu palsu. Buatan pabrik mainan.

Selanjutnya: Putri Duyung Fiji, Otopsi Alien...

Putri Duyung Fiji, Otopsi Alien...

7. Putri Duyung Fiji

Pada tahun 1842 seorang pebisnis hiburan bernana PT Barnum bikin geger saat menampilkan makhluk aneh, dengan kepala dan tubuh monyet, tapi berekor ikan.

Ia menyebutnya sebagai Fiji Mermaid, putri duyung dari Fiji, yang diklaim ditangkap di perairan pulau tersebut.

Ribuan orang berduyun-duyun mendatangi pameran makhluk aneh itu di Concert Hall, Broadway, New York.

Mereka yang datang kecewa, sebab, penampakan 'putri duyung' tak secantik di pamflet. Mengerikan bahkan. Dengan mulut terbuka, memamerkan gigi-giginya.

Sebelum memajang putri duyung itu, Barnum telah berkonsultasi dengan ilmuwan, mencari tahu apakah makhluk itu asli. Jawabannya tidak. Maka, ia membayar orang untuk berpura-pura sebagai ahli dan meyakinkan publik soal keasliannya.

Lalu, apa sebenarnya putri duyung itu? Diduga itu adalah buatan manusia, bentuk kesenian Jepang pada awal 1800-an.

8. Otopsi Alien

Pada 8 Juli 1947 silam, insiden menghebohkan terkait unidentified flying object (UFO) terjadi di Roswell, New Mexico.

Di tengah badai besar, ditemukan sebuah pesawat berbentuk mirip piring terbang, kondisinya rusak parah. Ada tiga jasad mirip manusia berpakaian metalik di sekitarnya.

Seorang pebisnis Inggris mengklaim menemukan film lawas yang diklaim merekam detik-detik kecelakaan pesawat di Roswell. Ia juga mengklaim mendapatkan rekaman otopsi jasad alien.

Pada tahun 2006, si pebisnis mengaku film tersebut tidak asli, melainkan rekonstruksi rekaman yang pernah ia lihat.

Selanjutnya: Microsoft Beli Gereja Katolik, Rumah Hantu...

Microsoft Beli Gereja Katolik, Rumah Hantu...

9. Microsoft Membeli Gereja Katolik Vatikan

Pada 1994, sebuah kabar menyebar di dunia maya. Menyebut bahwa raksasa internet Microsoft telah membeli Gereja Katolik.

"MICROSOFT Corp. dan Vatikan mengumumkan bahwa raksasa perangkat lunak dari Redmon akan mengakuisisi Gereja Katolik Roma sebagai dalam pertukaran saham MICROSOFT untuk jumlah yang tidak ditentukan. Jika kesepakatan dihasilkan, maka ini adalah kali pertamanya perusahaan komputer-sofware mengakuisisi sebuah agama besar dunia," demikian kabar yang beredar.

Artikel tersebut juga menyertakan pernyataan yang diklaim dari Bill gates. "Kami berharap banyak dari pertumbuhan di pasar agama dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan. Gabungan sumber daya dari MICROSOFT dan Gereja Katolik akan membuat agama makin mudah dan lebih menyenangkan bagi banyak orang."

Saat rumor merebak di internet, Microsoft mengeluarkan pernyataan bahwa informasi itu bohong belaka.

10. Horor Amityville

Sebuah tempat tinggal menjadi TKP pembunuhan massal. Pemilik rumah, Ronald DeFeo, Jr menembak mati 6 anggota keluarganya. Bangunan itu lalu jadi rumah kosong.

Lalu, 13 bulan kemudian, George Lutz dan keluarganya pindah ke rumah yang beralamat di 112 Ocean Avenue, Amityville itu pada tahun 1976.

Mereka hanya bertahan 28 hari, konon karena diteror serangkaian peristiwa aneh: pintu depan yang tiba-tiba terbanting sendiri, tempat tidur anak-anak bergerak naik dan turun secara misterius.

Lalu, sebuah buku yang mengklaim berdasarkan kisah nyata beredar. Tentang rumah hantu itu. Judulnya, 'The Amityville Horror - A True Story'.

Pada tahun 1979, pengacara lokal muncul mengaku sebagai pihak yang mengarang cerita-cerita itu, dengan bayaran beberapa botol anggur.

Sejak keluarga Lutz membiarkan rumah tersebut pada 1976, para pemilik selanjutnya melaporkan bahwa tidak ada masalah dengan mereka, tidak ada kesulitan selama mereka tinggal di sana.

Gak Ada Jalan Pintas, Hard Work dan Believe Kalau Kerja Keras Itu Akan Ada Hasilnya

BIAF 2014

Jurus Agar Dilirik Studio Animasi ala Animator Pacific Rim


Cimahi - Mendapatkan pekerjaan impian di studio animasi yang menjanjikan banyak kesempatan pasti menjadi idaman setiap animator. Jurus jitu dari jagoan animasi yang satu ini bisa dicoba.

"Kamu harus tahu perusahaan yang ingin kamu apply. Cari tahu posisi yang kamu inginkan, lihat level staf mereka di posisi itu. Bisa searching portfolionya di internet. Pelajari, kira-kira kamu punya gambaran untuk posisi yang diincar, karya kamu levelnya harus segitu," saran Ronny Gani.

Berbicara di salah satu sesi talkshow di Baros International Animation Festival (BIAF) 2014 di Cimahi, animator yang terlibat dalam penggarapan film Pacific Rim ini juga mengingatkan akan pentingnya punya portfolio yang menarik. Karena nantinya, portfolio ini akan dilihat studio animasi yang akan mempekerjakan kita.

Berbicara soal software yang dipakai, menurut Ronny, tidak jadi penentu kualitas karya yang dihasilkan. Ronny membebaskan bagi mereka yang tertarik animasi untuk memanfaatkan software apapun.

"Pilih apa aja yang aksesnya kalian punya, entah itu 3D Max atau Blender. Karena bukan soal penggunaan software tapi apa yang perlu dipelajari. Animasi itu menarik karena orang percaya animasi itu bergerak, bukan karena digerakkan orang," ujar lulusan Arsitektur Universitas Indonesia ini.

Yang lebih penting lagi menurutnya, dalam karir apapun termasuk animasi, kerja keras mutlak diperlukan. Penyuka bacaan komik sejak kecil ini sudah membuktikan bagaimana jatuh bangunnya dia merintis karir hingga sekarang dipercaya terlibat dalam sejumlah film Hollywood seperti Transformers: Age of Extinction dan Noah.

"Gak ada jalan pintas. Hard work dan believe kalau kerja keras itu akan ada hasilnya. Gak ada alasan untuk kalian gak bisa berhasil. Tetap percaya sama passion kalian supaya bisa menghadapi semua masalah," pesannya.

Animator Film The Avengers Hebohkan Cimahi

Cimahi - Dari sekian banyak jago animator dunia yang dihadirkan di Baros International Animation Festival (BIAF) 2014 di Cimahi, Rini Sugianto mungkin yang paling dinantikan. Terbukti, sesi talkshow dengan animator di balik film Tintin dan The Avengers ini heboh dan ramai audience.

Sebelum Rini naik ke atas panggung, hadirin yang sebagian besar terdiri dari pelajar dan pelaku animasi sudah memadati hall tempat acara berlangsung. Bahkan banyak di antaranya yang tidak kebagian duduk, rela berlesehan.

Dalam talkshow-nya, Rini bercerita bagaimana awal mula dirinya merintis karir di bidang animasi. Dia awalnya iseng melamar ke Weta Digital, sebuah studio animasi di Selandia Baru. Saat itu Weta mencari animator untuk penggarapan Tintin.

Tak disangka, Weta menyukai karya wanita yang bekerja di dunia animasi sejak 2005 ini. Akhirnya Rini yang sejak kecil sangat menyukai komik Tintin itu pun resmi direkrut untuk terlibat dalam penggarapan film sang jurnalis berjambul khas tersebut.

Keterlibatannya dalam film The Adventure of Tintin: The Secret of Unicorn, menjadi kiprahnya pertama kali di kancah perfilm-an. Setelah itu, karya animasinya pun mejeng di banyak film laris, sebut saja The Hobbit: An Unexpected Adventure, The Avengers, Ironman 2, The Hunger Games, The Hobbit 2: The Desolation of Smaug dan yang terbaru Teenage Mutant Ninja Turtle.

Dikatakan wanita yang kini tinggal di San Francisco, Amerika Serikat ini, tantangan terbesar dalam dunia animasi adalah tetap menghasilkan karya yang bagus. Industri animasi menurutnya sangat kompetitif. Portfolio yang bagus lah yang akan menang.

"Kompetisinya tinggi. Gak dilihat kamu gelarnya apa, yang penting karyanya. Misalnya lulusan SMK bagus portfolionya dibandingkan yang S1, maka yang di-hire yang lulusan SMK. Jadi hasil kerja yang dilihat," kisah Rini menceritakan pengalamannya.

Meski sudah mencapai level internasional, Rini selalu berhati-hati untuk tidak terlalu membangga-banggakan prestasinya. Ini juga yang menjadi pesannya untuk semua animator.

"Saran ini mungkin klise. Kerja keras. Jangan cepat puas dan jangan pernah menyerah. Coba lagi dan coba lagi terus. Dan minta karya kamu dinilai sama orang yang lebih berpengalaman. Always ask for critiques. Jangan pernah takut dikritik. Salah, perbaiki. Begitu terus sampai hasilnya maksimal. Itu cara paling gampang untuk memajukan skill," pesannya.

Acara talkshow yang berlangsung lebih dari dua jam ini memancing banyak sekali pertanyaan dari para pecinta animasi. Sesi tanya jawab satu jam pun tampaknya tidak cukup.

Ditambah lagi, pada akhir acara, selain meladeni sejumlah penanya yang tidak kebagian waktu bertanya, Rini juga harus dengan sabar dikerubuti, meladeni permintaan foto bareng dan tanda tangan dari hadirin ngefans berat dengan karya-karyanya.

"Seru banget. Gak nyangka serame ini. Dan bagus sekali ada banyak pertanyaan. Menyenangkan melihat bagaimana minat mereka sama animasi," komentar Rini.

Asyik, Bisa Sekolah Animasi Online dengan Animator Tintin!

Cimahi - Terus belajar, tidak cepat puas, serta rajin mencari kritikan adalah resep Rini Sugianto dalam merintis karir sebagai animator. Tak bosan berbagi pengalaman, di tengah kesibukannya, Rini meluangkan waktu untuk mentoring melalui sekolah animasi online miliknya.

"Berawal dari pengalaman saya sendiri. Kalau waktu kita belajar animasi itu perlu banyak latihan dan penilaian dari orang. Saya sendiri punya begitu banyak pertanyaan. Jadi saya pikir, ini cara saya untuk bersumbangsih juga dengan membuka workshop online," ujarnya usai sesi talkshow di Baros International Animation Festival 2014 di Cimahi.

Animator yang namanya kian berkibar setelah terlibat dalam film The Adventure of Tintin: The Secret of Unicorn ini pun punya ide untuk mendirikan FlashFrame Workshop. Dua tahun hadir, Sekolah animasi online yang beralamat di flashframeworkshop.com itu saat ini punya lebih dari 20 murid.

"It's not much memang. Karena saya juga melakukannya part time in between my projects. Kita seperti ngadain mini workshop kalau onsite. Pretty much same di online," sebutnya bersemangat.

Di sekolah online ini, Rini khusus menjadi mentor animasi. Untuk bagian lain, ada pengajar lain yang akan memberikan pelatihan. Kesibukannya yang bejibun menurutnya menjadi tantangan tersendiri.

"Ya, I know! Hahaha... Saya sibuk but that's the challenge. Untuk kelasnya kita ketemu seminggu dua kali. Jadi memang dijadwalkan. Meski belajar online tetep ada interaksi tatap muka. Kita ketemu via video conference selama sejam," terang Rini.

Dipaparkannya, kelas-kelas yang disuguhkan FlashFrame Workshop bervariasi, mulai dari level Beginner, Intermediate hingga Advanced. Lama belajar pun berbeda-beda tergantung kelas yang dipilih dari yang harian hingga per tiga bulan dengan range Rp 500 ribuan hingga Rp 6 juta.

"Murid saya random. Ada beberapa anak SMA. Tapi kebanyakan kalangan praktisi. Mereka ini yang sudah tahu dasarnya, sistemnya gimana dan pengen ngembangin ilmunya," kata wanita yang kini bekerja di studio animasi Industrial Light & Magic di San Francisco, Amerika Serikat ini.

Dikatakannya, pada intinya tugas akhir dari sekolah online-nya ini adalah animasi yang sudah melalui banyak kritikan. Rini memang berulangkali menekankan bahwa seorang animator harus berani memperlihatkan karyanya ke orang lain untuk kritikan agar terus belajar memperbaiki.

"Kalau kamu simpan sendiri karyanya gak ada yang menilai. Jadi justru harus cari kritik sebanyak-banyaknya. Jangan dikritik lalu down dan menyerah. Harus belajar terus," pesannya.

Seorang Tionghoa Yang Menjadi TNI

Kapten Hendra Kho, Masuk TNI Terinspirasi Kakek


Jakarta - Dengan kulit kuning mulus, wajah tampan, mata sipit, dan tinggi badan 180 senti meter, Hendra Kho sebetulnya layak menjadi aktor laga seperti Willy Dozan atau Andy Lau. Tapi dunia militer justru lebih menggoda batinnya. Selepas meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Trisakti, 2007, ia pun melamar ke TNI Angkatan Udara.

“Sejak kecil saya memang kepingin jadi tentara. Mungkin saya kepengaruh kakek, Kho Bak Tjoa, yang menjadi pejuang '45 di Riau. Beliau dapet Bintang Gerilya dari Presiden,” kata Hendra kepada Detik di sela-sela acara bedah buku 'Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran' karya Iwan Santosa di Gedung Joang 45.

Hendra yang kini ia bertugas di Bravo 90 TNI-AU, Bogor, berharap generasi muda Tionghoa di Indonesia tak sungkan masuk TNI. Dirinya telah membuktikan selama tujuh tahun berkarir tak pernah merasa ada sikap dan perlakuan diskriminatif dari teman-teman maupun atasannya. Hendra juga menepis anggapan bahwa keturunan Tionghoa yang menjadi anggota TNI pangkatnya akan mentok di Kolonel.

“Itu mitos, ada kok yang bisa jadi jenderal. Di TNI itu yang dihitung kompetensi, dedikasi, dan loyalitasnya. Bukan asal-usul etnis atau kesukuannya,” kata putra dari Djoni Kho dan Tjoa Ngang Heng itu.

Ia berharap, para orang tua agar memberikan dukungan penuh bila ada anak-anaknya yang bercita-cita ingin menjadi militer. “Ke depan, kalau kita mau mengabdi tak cuma di bidang ekonomi dan politik. Dunia militer terbuka lebar kok,” cetusnya.

Dari 256 orang lulusan perwira, Hendra tercatat menduduki peringkat ke-32. Dari 72 siswa matra udara, dia berada di urutan ketujuh dari 10 siswa terbaik.

Selanjutnya, Hendra ditempatkan di Korps Pasukan Khas (Pasukan Komando) TNI Angkatan Udara.

Hendra pernah mendapat anugerah tiga tanda jasa, yakni Dharma Nusa, Wira Dharma, serta Wira Nusa. Sebelum di Bravo 90, dia pernah menjabat Kepala Hukum Pusat Pendidikan dan Latihan Paskhas TNI AU di Bandung. Sejak Oktober tahun lalu, dia meraih pangkat kapten.

Hampir Mati Ditembak Militan, Akhirnya Sumbang Sekolah di Gaza

Malala Sumbangkan Rp 600 Juta untuk Sekolah-sekolah di Gaza

JERUSALEM - Malala Yousafzai, peraih hadiah Nobel termuda, menyumbangkan 50.000 dolar atau lebih dari Rp 600 juta untuk membantu membangun kembali sekolah-sekolah PBB di Jalur Gaza yang hancur dibom Israel.

Gadis berusia 17 tahun itu kembali meraih penghargaan kali ini adalah World Children's Prize di Stockholm, Swedia.

Dalam kesempatan itu Malala mengatakan akan menyumbangkan seluruh hadiah uang yang diperolehnya dari Yayasan Nobel untuk Badan Pembangunan dan Pemulihan PBB (UNRWA).

"Anak-anak Palestina yang tak berdosa sudah menderita terlalu lama. Kita semua harus memastikan anak-anak Palestina dan di seluruh dunia, mendapatkan pendidikan berkualitas di lingkungan yang aman," demikian pernyataan Malala yang dikutip UNRWA.

Sejumlah sekolah yang dikelola UNRWA di Jalur Gaza rusak dan hancur selama perang 50 hari pada Juli-Agustus lalu antara Israel dan Hamas. Selain itu konflik tersebut menewaskan lebih dari 2.200 orang, lebih dari seperempatnya adalah anak-anak.

Direktur UNRWA Pierre Krahenbuhl mengatakan dia sangat tersentuh dengan keputusan Malala menyumbangkan seluruh uang hadiahnya kepada badan yang dipimpinya tersebut.

"Bantuan dari seorang peraih hadiah Nobel seperti Anda akan memompa semangat seperempat juta para murid UNRWA di Gaza dan meningkatkan moral 9.000 staf kami di sana," ujar Krahenbuhl.

Pada awal Oktober lalu, Malala meraih hadiah Nobel perdamaian bersama pejuang hak asasi anak asal India, Kailash Satyarthi.

Tak lama sesudahnya, Malala juga diganjar penghargaan US Liberty Medal dan menyumbangkan uang hadiahnya sebesar 100.000 dolar untuk pembangunan pendidikan di kampung halamannya, Pakistan.

Spesialis Hukuman Mati

Gayus Lumbuun, Hakim Agung 'Spesialis' Hukuman Mati!

Jakarta - Belum genap tiga tahun menjadi hakim agung, Prof Dr Gayus Lumbuun telah menjatuhkan hukuman mati bagi 9 orang atau 3 orang per tahun. Koleksi ini sangat fenomenal dibandingkan dengan jumlah hukuman mati yang dibukukan oleh para hakim lainnya.

Sebagai perbandingan, mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Tumpa baru pertama kali menjatuhkan hukuman mati saat menjadi hakim tinggi atau setelah menjadi hakim lebih dari 20 tahun. Saat itu Harifin Tumpa menjadi Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Palembang dan hukuman mati mengubah hukuman terdakwa narkoba yang sebelumnya dihukum 18 tahun.

"Putusan tersebut adalah putusan saya yang pertama menjatuhkan hukuman mati," kata Harifin sebagaimana dituangkan dalam buku biografinya, 'Harifin A Tumpa: Pemukul Palu dari Delta Sungai Walaanae' yang dikutip.

Beda Harifin, beda pula Gayus. Belum sampai tiga tahun menjadi hakim, guru besar ilmu hukum Universitas Krisnadwipayana itu sudah menjatuhkan hukuman mati bagi 9 orang. Terakhir vonis mati ia ketok kepada pembunuh Sisca Yofie, Wawan pada Selasa (11/11) kemarin. Bersama dengan Artidjo Alkostar dan Margono, Gayus menganulir hukuman penjara seumur hidup Wawan.

Sebelumnya, Gayus juga mengubah hukuman penjara seumur hidup menjadi hukuman mati kepada Pastur Herman. Pelaku membunuh teman perempuannya Grace yang tengah hamil anak ketiga mereka. Dua anak hasil hubungan Herman dan Grace sebelumnya dibunuh usai lahir dan dimakamkan di samping rumah Herman.

Palu keras Gayus juga diketok saat mengubah hukuman 15 tahun penjara menjadi hukuman mati bagi Rahmat Awafi. Vonis mati dijatuhkan dengan masak-masak karena Rahmat membunuh dengan sadis kekasihnya, Hertati yang telah hamil tua.

Tidak hanya itu, Rahmat juga membunuh anak Hertati karena anak Hertati melihat pembunuhan itu. Rahmat lalu membakar keduanya untuk menghilangkan identitas kedua korban itu. Setelah itu, jenazah dimasukkan ke dalam koper dan kardus tv dan dibuang secara terpisah. Di kasus itu, Rahmat juga menyeret-nyeret nama temannya, Krisbayudi yang dituduhnya ikut terlibat pembunuhan. Di pengadilan Krisbayudi bebas karena tuduhan itu hanya bualan.

Gayus juga duduk sebagai majelis hakim saat Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman mati kepada Prajurit Dua (Prada) Mart Azzanul Ikhwan. Prada Mart menghabisi nyawa teman perempuannya, Shinta yang telah hamil tua hasil hubungan gelapnya dengan sangkur secara sadis dan keji. Tidak hanya itu, ibu Shinta, Opon juga ikut dibunuhnya.

Pasutri maut, Heru Hendriyanto dan Putu Anita Sukra Dewi juga tidak lolos dari palu mati Gayus. Heru-Anita membunuh satu keluarga di Bali yaitu Made Purnabawa (28), Ni Luh Ayu Sri Mahayoni (27) dan anak perempuannya, Ni Wayan Risna Ayu Dewi pada 16 Februari 2012.

Total vonis mati yang dibukukan Gayus sebanyak 9 perkara. Lantas, siapakah pembunuh sadis lainnya yang juga akan menerima hukuman mati dari Gayus? Kita tunggu putusan-putusan selanjutnya dari Medan Merdeka Utara.

Popular Posts