Zakat, Infak, Sodakoh Dari Sang Gubernur

Keren! Ahok Sisihkan Pendapatannya untuk Zakat, Infak dan Sedekah


Jakarta - Sosok Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah menjadi sorotan publik. Sebabnya, hubungan Ahok dengan DPRD DKI dan partai pengusungnya, Gerindra kian hari kian panas sebagai buntut dari polemik pemilihan kepala daerah langsung dan tidak langsung.

Terlepas dari hal itu, Ahok adalah satu pejabat publik yang terbuka mengenai setiap hal tentang dirinya yang dipublikasi melalui website Ahok.org. Selain gaji, Ahok juga mempublikasi segala kegiatan dan kebijakannya selama menjabat sebagai orang nomor satu di Pemprov DKI.

Dikutip dari Ahok.org, Ahok mempublikasikan pendapatan dari insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah pada Bulan Januari-Maret 2013.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 69 tahun 2010 dan Peraturan Gubernur no 198 tahun 2010, kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai penanggung jawab pengelolaan keuangan daerah mendapatkan insentif dari pemungutan pajak daerah jika di daerah tersebut belum diberlakukan sistem remunerasi.

Insentif ini diberikan setiap tiga bulan. Besaran insentif tersebut tidak boleh lebih dari 3 persen pajak dari daerah tersebut.

Dalam website itu juga terlampir dokumen bukti kwitansi pada bulan Januari, Februari dan Maret 2013. Insentif Ahok setelah dikurangi PPH 21 sebesar Rp 61.491.040. Nah, angka itu masih dipotong lagi dengan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 1.537.276. Sehingga jumlah yang diterima Ahok sebesar Rp 59.953.764. Sementara pada potongan PPH 21 insentif bulanan, tertulis sebesar Rp 10.851.360.

Sebagai seorang yang non muslim dan keturunan Tiong Hoa, ikut membayar ZIS tentu bukan hal yang lazim. Namun sepertinya Ahok menunjukan bahwa dirinya merasa perlu menyisihkan sebagian rezekinya bagi masyarakat tidak mampu.

Dalam laporan biaya penunjang operasionalnya, pada periode Januari-Juli 2013, Ahok merinci semua pengeluarannya. Salah satunya adalah sumbangan untuk kegiatan-kegiatan sosial. Misalnya, penanggulangan korban banjir Rusun Marunda, bantuan biaya orang sakit, bantuan korban kebakaran, bantuan pembangunan rumah ibadah dan sebagainya.

Sayangnya, belum ada laporan-laporan terbaru dari pengeluaran-pengeluaran tersebut. Setidaknya pada tahun 2014 ini Ahok belum mengunggah data barunya.

Selasa (15/7/2014), Ahok pernah menyumbang Rp 25 juta kepada Badan Amal Zakat Infak dan Sedekah (Bazis) DKI. Dalam sambutannya Ahok mengajak agar seluruh hadirin untuk memberikan Zakat, infaq dan shadaqahnya.

"Saya sengaja bicara seperti ini karena terus terang sumbangan dari para pejabat ini kurang. Kalau Islam kasih 2,5% kan zakatnya, orang Kristen ada yang 10%, tapi itu juga saya rasa banyak yang tidak kasih penuh. Orang Islam juga banyak yang gak kasih penuh 2,5%. Kalau semua orang kaya raya kasih penuh zakatnya, orang miskin di Jakarta nggak bakal ada, semua akan tuntas," ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Zodiak Terkutuk di China

Orang Berzodiak Ini Susah Cari Kerja di China

Di China, seseorang bisa saja ditolak masuk kerja bukan karena tak punya keahlian atau pengalaman, bukan pula gara-gara gender -- perempuan atau pria. Tapi lantaran kapan ia dilahirkan dan apa zodiaknya.

Untuk dunia kerja di Tiongkok, astrologi adalah persoalan serius. Kedengarannya aneh, tapi orang dengan zodiak ini paling banyak mengalami kendala untuk mendapatkan pekerjaan: Virgo.

Menurut Christopher Beam, penulis yang tinggal di China dan menulis untuk majalah New Republic, 'diskriminasi astrologi' adalah persoalan nyata.

Mereka yang lahir antara 23 Agustus hingga 22 September juga kerap jadi sasaran celaan di dunia maya. Dituduh pilih-pilih, manja, dan rewel hingga dituding mengalami gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

"Orang berzodiak Virgo perfeksionis, mereka kerap mengritik orang lain," kata Felicia Jiang, pendiri situs astrologi populer, NoDoor.com kepada New Republic, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au.

Tak cuma anggapan, beberapa orang nyatanya sulit masuk dunia kerja gara-gara waktu kelahirannya. Demikian menurut survei online yang diselenggarakan oleh Sina, yang hasilnya menyebut pelamar kerja berzodiak Virgo jarang diterima.

"Perusahaan memang tak selalu terang-terangan menolak Virgo. Namun, mereka akan menekankan jenis orang dengan zodiak tertentu yang ingin mereka pekerjakan," tulis Beam.

Ini misalnya: sebuah agen wisata di Hong Kong dalam iklan pencarian kerja menyebut, mereka berminat mempekerjakan Gemini, Libra, atau Aquarius. "Sementara perusahaan real estate di Ningbo dilaporkan menolak pelamar karena ia Virgo."

Tak semua orang sepakat dengan steorotipe itu. Terutama mereka yang Virgo. Kampanye diluncurkan di dunia maya awal tahun ini di Weibo -- media sosial mirip Twitter. Meminta orang-orang memulihkan nama baik 'Virgo' dengan mengambil hal-hal baik tentang zodiak itu.

Perusahaan pun ikut ambil bagian dalam kampanye tersebut, yakni produsen pendingin udara , Haier. "Virgo mungkin OCD,  takut kotor, dan pemilih. Tapi itu ada alasannya -- seperti AC sentral Haier -- mereka selalu menuntut kesempurnaan."

Di sisi lain, ada berzodiak Virgo yang tak khawatir mendapat pekerjaan. Dia adalah orang terkaya di China: pendiri Alibaba, Jack Ma.

Tips Sukses Miliaran Rupiah Dari Youtube

Meraup Jutaan Dolar dari YouTube

Jakarta - Anda yang tumbuh di tahun 1990-an, pasti mengenal program yang cukup fenomenal saat itu, America's Funniest Home Video. Program buatan ABC itu menampilkan kompilasi video lucu kiriman penonton.

Program TV itu kini mungkin sudah tenggelam. Bukan karena sudah tidak menarik lagi, namun perlahan terkena imbas pergeseran dari saluran televisi ke media internet, salah satunya adalah YouTube.

Di situs berbagi video itu, penonton bisa menyaksikan berbagai tingkah polah yang biasa disaksikan di America's Funniest Home Video. Bedanya, penonton bisa melihatnya kapan saja, tema apa saja dan bisa berinteraksi dua arah. Terlebih, Anda pun bisa mendapatkan uang dari YouTube.

Apa yang diberikan oleh Google -- sebagai pengelola YouTube -- ke pengirim videonya memang tak main-main. Sampai ada yang rela meninggalkan pekerjaannya demi menghasilkan video yang nantinya ditonton banyak orang.

Konsepnya sederhana, semakin banyak yang menonton semakin banyak juga pundi-pundi uang dihasilkan. Dan jangan kaget, bila ada yang mendapatkan uang dari ribuan dolar hingga jutaan dolar dari sini.

Artis YouTube ini lintas negara, ada yang terkenal di lokal ada juga yang sudah go international. Kreasi videonya beragam, ada yang amatir ada juga yang mendapat sentuhan profesional. Intinya perputaraan uang juga bisa dihasilkan dari industri ini.

PewDiePie Kantongi Rp 180 Miliar dari YouTube

Jakarta - Apa yang paling membahagiakan selain mendapatkan uang dari menjalankan hobi. Inilah yang dilakukan Youtubers bernama PewDiePie, dari kesukaannya bermain game dia bisa mendapatkan jutaan dolar dalam setahun.

PewDiePie mempunyai sekitar 26 juta subscribers di akun YouTube miliknya. Rata-rata ada 2 juta viewers yang menonton videonya yang berkutat tentang cara memainkan suatu game.

Kebanyakan penonton yang menyaksikan videonya memang ingin 'mencuri' ilmu dari game yang dimainkannya. Tapi lebih dari itu, dia memang memberikan ciri sebagai gamers yang berisik.

Berisik maksudnya, dia bermain game sembari berkomentar dengan mimik wajah kadang lucu. Apalagi jika dia bermain game horor. Terkesan konyol, tapi aliran uang yang masuk akan membuat Anda tercengang.

Menurut anális Youtube, SocialBlade, pendapatan dari pria kelahiran 1989 ini bisa mencapai antara USD 1,8 juta sampai USD 18 juta atau sekitar Rp 180 miliar!

Semua pendapatan itu dia dapatkan dari iklan ataupun jumlah yang menyaksikan videonya. Apalagi video PewDiePie soal bermain video telah ditonton lebih dari 4,3 miliar kali oleh pengunjung.

Sadar akan penontonnya menghasilkan uang dari video yang dia bikin. PewDiePie yang mempunyai nama asli Felix Arvid Ulf Kjelberg ini selalu ramah dengan fans yang mengomentari videonya.

Bahkan untuk menghargai fannya tersebut, PewDiePie membuat julukan baru untuk fansnya yang dikenal dengan Bro Army. Ciri khas dalam videonya dimana pada awal dan akhir memberi sebuah salam 'Bro Fist' membuatnya semakin dekat dengan para fans.

Ulah konyolnya inilah yang membuatnya selalu ditunggu oleh penonton setianya.

Gaya Kocak Psy yang Jadi Mesin Uang

Jakarta - Dahulu, musisi biasa mendapatkan penghasilan dari penjualan CD fisik secara langsung. Sekarang, saat era internet makin berkembang, gaya konvensional seperti itu hanya menghasilkan keuntungan tak seberapa.

YouTube adalah saluran yang mulai dilirik oleh musisi karena lebih menghasilkan uang. Maka tak mengherankan, banyak para artis dengan senang hati meng-upload video klipnya ke YouTube.

Salah satu contohnya adalah Park Jae sang atau yang lebih dikenal sebagai Psy. Video Gangnam Style miliknya telah menjadi viral dan ditonton lebih dari 1 miliar kali.

Rapper asal Korea Selatan itu menjadi salah satu artis asal Asia yang mampu menembus angka yang fantastis. Jadi tak mengherankan bila pemasukan dari hasil klik iklan didapatkan juga tak kalah bombastis.

Menurut The Associated Press, untuk sebuah satu video klip, Psy sudah mendapatkan setidaknya USD 7,9 juta pada tahun 2012. Itu dari iklan saja, belum lagi dari pemasukan lain seperti hak cipta di YouTube.

Psy tentu saja menganggap YouTube sebagai salah satu jalan baginya untuk ngetop dan kaya raya. Karena situs berbagi video milik Google ini bisa diakses dari negara manapun.

Bayangkan, untuk penjualan lagu di Korea Selatan saja, Psy mendapatkan tak lebih dari USD 60 ribu. Nah, dari iTunes, dia bisa setidaknya mengantongi USD USD 7,9 juta.

YouTube juga membawa berkah lainnya bagi si agen yang menaungin Psy, YG Entertaiment. Karena, penyanyi kocak 34 tahun tersebut mendapatkan USD 0,65 sen dari setiap video yang memparodikan Gangnam Style di YouTube. Dari situ saja, Psy bisa mendapatkan USD 4 juta.

Susah-susah Gampang Menggaet YouTubers

Jakarta - Membuat video di YouTube agar dapat menyita perhatian banyak orang sebetulnya gampang-gampang susah. Dari awal, ada beberapa tips yang mesti diingat sebelum memulainya.

Pertama, seperti yang dikatakan salah satu penggiat video YouTube, Benakribo, adalah memilih target audiens yang terkait dengan video yang ingin dibuat.

"Ya, kayak gue, karena sasarannya anak muda. Gue bikin video yang dekat dengan mereka, tentang kehidupan sehari-hari aja," kata pria bernama asli Benazio Putra.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah membuat video yang sifatnya universal. Maksudnya, bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh penonton secara luas.

"Bila ingin cepat dikenal secara luas, ya tentu saja menggunakan bahasa inggris itu jauh lebih bagus," tambahnya.

Bena sendiri mempunyai akun di YouTube sejak tahun 2007. Namun, kala itu dia hanya mengisi dengan video aktivitas sehari-hari. Baru pada tahun 2009, pria berkacamata ini menggunakan mulai membuat video yang berkonsep.

Videonya pun masih yang bersifat ringan, seperti tutorial. Baru sejak tahun ini, ketika YouTubers mulai booming, Bena yang juga seorang penulis ini menargetkan setidaknya membuat 1 video tiap bulan.

"Yang gue bikin sih macam-macam, VLOG, stop motion, sketch, interactive video, travelling, dan banyak lagi. Awalnya juga penonton gue kebanyakan dari pembaca blog, kemudian dari nge-drive dari Twitter juga," tambahnya.

Keseriusannya dalam beberapa tahun terakhir, akhirnya menuai hasil. Kendati belum bisa menghasilkan uang dengan cara monetize, Bena bisa mem-branding dirinya untuk menggaet sponsor.

Hasil yang didapatkan pun lumayan. Setidaknya, menurut pengakuannya, dia bisa menggantungkan hidup dari hobinya membuat video dan ngeblog di internet.

Di Indonesia, Cari Duit di YouTube Baru Dapat 'Recehan'

Jakarta - Di luar negeri, seorang YouTubers bisa menghasilkan uang dari puluhan ribu dolar hingga jutaan dolar. Namun di Indonesia, prestasi serupa sepertinya masih sulit diraih. Mendapatkan uang dari iklan yang disisipi seperti Google Adsense belum terlalu besar.

Hal ini yang diakui oleh salah satu penggiat video di YouTube, Benakribo. Dia mengaku, iklan dari Adsense belum terlalu bisa digantungkan sebagai pemasukan yang impresif.

"Kalau gue pribadi, jumlahnya gak banyak banget. Sebulan bahkan tidak sampai ratusan dolar. Makanya gue lebih tidak mengambilnya, atau beberapa bulan sekali," kata pria bernama asli Benazio Putra.

Pemilik 30 ribu subscribers di YouTube itu tidak sendiri. Beberapa temannya sesama YouTubers pun mengakui hal sama, dimana jumlah uang yang dihasilkan dari video YouTube belum terlalu besar.

Menurut Bena, ada beberapa alasan mengapa hal tersebut belum terjadi. Baginya, video berkonsep di Indonesia baru ngetren tahun 2014. Ini dibuktikan dengan banyaknya YouTubers yang mulai fokus untuk membuat video berkonsep.

"Selain itu jumlah iklan di YouTubenya sendiri juga belum terlalu banyak. Itu juga menjadi alasan mengapa monetize di Indonesia masih belum terlalu diharapkan," tambahnya.

Kendati Adsense dari YouTube belum semeriah di luar negeri, Bena lebih memilih personal branding untuk mendapatkan pemasukan dari video yang dibuatnya.

Apalagi menurutnya, pemilik produk tidak harus mengiklan ke televisi. Artinya, YouTube pun bisa dilirik sebagai sarana kampanye produknya.

"Tetapi gue sih yakin, tahun depan YouTube akan meriah lagi. Baik dari sisi video maupun monetize-nya, "pungkas Bena.


Penonton Datang, Tinggal Menunggu Uang

Jakarta - Pada prinsipnya, peluang menghasilkan uang dari internet sama. Seseorang harus kreatif membuat konten yang bisa menarik banyak orang untuk melihatnya, tak terkecuali di YouTube.

"Yang penting adalah kontennya menarik viewer atau enggak. Intinya adalah menghasilkan video yang viewer-nya banyak, dilihat orang banyak akan otomatis menarik iklan," kata pengamat social media Nukman Luthfie.

Disebutkannya, kunci utama jika seseorang ingin mencari uang di internet dengan mengandalkan konten dan iklan adalah, harus bisa menghasilkan trafik.

"Karena kamu dibayar berdasarkan ad view atau ad click. Kalau trafiknya kecil kamu dapat iklan cuma sedikit, gak bisa ambil duitnya. Karena bisa dapat uangnya itu minimal kita menghasilkan USD 100 baru ditransfer," ujar penyuka kopi ini.

Sama seperti di platform social media lain, yang tidak mudah menurutnya adalah membuat konten yang bisa menghasilkan trafik. Soal konten ini sendiri, harus disesuaikan dengan target audiens yang akan disasar.

"Kalau blog misalnya, gampang bisa ditempelin iklan. Bikin konten, tarik orang yang mau jadi membernya disitu. Semakin banyak akan menghasilkan trafik lebih besar. Sama di YouTube juga begitu. Kalau mau cari duit, kamu bikin channel di situ bikin konten bagus yang bikin orang mau nonton dan subscribe," simpulnya.

Menggantungkan Hidup Sebagai YouTubers, Bisakah?

Jakarta - Di Indonesia, mencari uang dari membuat konten video di YouTube memang masih belum optimal. Namun, bukan berarti tidak bisa dijadikan sebagai tempat bergantung hidup.

Seperti dituturkan oleh salah satu penggiat YouTube, Benakribo. YouTubers lokal belum bisa mengandalkan pemasukan dari klik iklan yang disisipkan di video, layaknya di luar negeri.

"Karena komposisinya untuk mendapatkan puluhan ribu dolar itu harus dilihat berapa juta kali. Di Indonesia, selain jarang yang mendapatkan viewers sebanyak itu, pengiklan di Google-nya sendiri kan tidak sebanyak di luar negeri," kata pria bernama asli Benazio Putra ini.

Kendati demikian, bukan berarti menjadi YouTubers tidak bisa dijadikan pekerjaan full time, dan bukan sekadar iseng semata. Karena dari pengalaman Bena, saat ini dia bisa mendapatkan pemasukan dari YouTube.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan personal branding. Maksudnya, menggandeng sponsor untuk membuat video yang kemudian di-upload ke YouTube.

"Sekarang banyak perusahaan yang menggandeng YouTubers untuk membuat video. Kita ajukan konsep, buat videonya yang menarik dan di-upload ke akun youTube," tambahnya.

Saat ini, pria lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) ini memilih sebagai pekerja kreatif yang tidak harus terpatok di belakang meja. Soal penghasilan, sayangnya, Bena tidak mau blak-blakan.

"Ya tergantung kliennya bagaimana. Ada yang cuma mau konsep ide kita, ada yang cuma mau dibuatin videonya atau hanya meng-endorse gue aja," tandasnya.

Video Seperti Apa yang Bisa Menghasilkan Uang?

Jakarta - Untuk menghasilkan uang di YouTube, pemilik akun atau channel harus kreatif membuat konten yang bisa menghasilkan trafik. Jangan lupa, ada sejumlah syarat video yang akan dimonetisasi.

"Cara terbaik memastikan Anda bisa memonetisasi video YouTube adalah membuat seluruh elemen video sendiri. Gunakan imajinasi Anda untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar original," demikian seperti dijelaskan YouTube dalam halaman supportnya.

Disebutkan YouTube, video-video yang sukses menarik perhatian orang banyak antara lain bisa termasuk home video, cara membuat sesuatu seperti video do it yourself dan tutorial, video klip musik dan film pendek.

Selain itu, ada juga sejumlah aturan yang harus diperhatikan. Agar sebuah video memenuhi syarat untuk bisa menghasilkan uang, pengupload video harus memiliki hak cipta untuk penggunaan komersial, entah video itu milik si pengupload atau pihak ketiga.

"Elemen ini termasuk di antaranya logo, thumbnails, intro, outro, background music, software interface dan video games. Jika Anda memutuskan bekerjasama dengan konten pihak ketiga, Anda harus benar-benar memastikan memiliki hak untuk menggunakan dan memonetisasi konten tersebut di YouTube," jelas YouTube.

Ada beberapa konten yang akan dianggap tidak memenuhi syarat untuk monetisasi. Misalnya, video dengan latar musik yang dibeli dari iTunes atau konten yang direkam dari acara televisi.

Bisa juga, konten yang diedit berbarengan dengan kompilasi konten yang dibuat oleh orang lain. Atau konten bermuatan kekerasan dan bersifat 'telanjang', tidak diperbolehkan.

Setidaknya, berikut adalah persyaratan minimal dari YouTube ketika akan memonetisasi video.
    Konten harus advertiser friendly
    Konten dibuat oleh sendiri atau punya izin untuk menggunakannya secara komersial
    Punya semua dokumentasi yang membuktikan bahwa Anda adalah pemilik hak komersial atas konten video dan audio yang diupload
    Semua konten mematuhi Terms of Service dan Community Guidelines YouTube. YouTube punya hak untuk menonaktifkan monetisasi akun yang tidak sesuai aturan.

Menaklukkan Bisnis Industri Sepakbola

Kesuksesan FC Porto Menaklukkan Industri Sepakbola

Dalam bisnis, ada teori mengatakan bahwa Anda harus mengambil risiko tinggi jika ingin mendapat keuntungan yang tinggi. Biasanya ini berlaku kepada para pelaku saham, investasi, dan pasar modal.

Teori ini diterapkan oleh banyak tim sepakbola di Eropa. Demi mendapatkan "return" atau prestasi, mereka tak ragu untuk merogoh koceknya lebih dalam agar bisa merekrut pemain-pemain yang kiranya bisa mengantarkan klub ke raihan tertinggi.

Hal inilah yang sedang dilakukan oleh Real Madrid. Mereka tak ragu untuk membeli dan menggaji Ronaldo dengan biaya sangat mahal demi melanjutkan tren Madrid sebagai tim jawara. Dan hasilnya telah terbuki dengan trofi-trofi yang pemain timnas Portugal itu persembahkan.

Namun hal berbeda dilakukan oleh klub asal Portugal, FC Porto. Mereka tak mendatangkan pemain bernilai tinggi. Yang ada, justru mereka lebih gemar menjual para pemain terbaiknya dengan banderol yang sangat mahal.

Ya, hampir setiap bursa transfer Porto selalu menjual para pemain andalannya. Yang terbaru, Eliaquim Mangala dilepas ke Manchester City dengan nilai transfer 53 juta euro.

Mangala sebenarnya menghuni skuat utama Porto pada musim lalu. Total 33 penampilan berhasil dicatatkan pemain berusia 23 tahun ini. Akan tetapi, ia tetap menjadi korban ritual Porto yang tak ragu untuk melepas para pemain utama mereka, hal yang telah dilakukan sejak satu dekade lalu.

Menjual pemain bintang memang jadi hal yang lumrah bagi Porto. Sudah tak terhitung berapa pemain yang dilego tim asal Estadio Dragao ini. Namun, yang lebih penting dari itu semua, dari setiap transfer mereka selalu menghasilkan keuntungan yang besar.

Anehnya, meski terus kehilangan pemain pilar, Porto masih mampu untuk meraih trofi juara. Dalam 10 tahun terakhir, klub ini berhasil meraih delapan titel juara liga (belum termasuk dua trofi Europa League dan satu Liga Champions).

Lho, bagaimana bisa?

Dimulai Pada Era Mourinho

Pada 2002, Porto menunjuk seorang pelatih bernama Jose Mourinho. Penunjukkan ini sebenarnya merupakan perjudian besar karena saat itu Mou belum memiliki prestasi mentereng. Hanya saja, pengalamannya pernah bekerja sama dengan Bobby Robson dan Louis van Gaal menjadi pertimbangan tersendiri.

Tanpa disangka-sangka Mou mampu berprestasi di musim pertamanya. Musim 2002/2003, Porto berhasil meraih trebble winner dengan menyabet gelar juara liga, Piala Portugal, dan Europa League (saat itu masih bernama UEFA Cup).

Musim berikutnya bahkan lebih spesial. Mou berhasil menyandingkan trofi juara liga dan trofi Liga Champions. Prestasi ini sangat-sangat mengejutkan tanah Eropa karena nama Porto sebelumnya tak begitu bersinar di kompetisi Eropa selama beberapa dekade.

Keberhasilan tersebut membuat Mou dilirik tim baru asal Inggris, Chelsea. Mou pun tak ragu untuk hijrah ke London dengan harapan bisa berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Untuk mewujudkannya, ia datang ke Chelsea bersama pemain-pemain Porto yang berhasil mengantarkannya pada kejayaan.

Ricardo Carvalho dan Paulo Ferreira dibeli Chelsea dengan total transfer 40 juta poundsterling. Carvalho adalah produk asli binaan Porto, sedangkan Ferreira didatangkan dari Vitoria dengan nilai transfer 1,5 juta poundsterling.

Transfer ini sangat menguntungkan Porto. Sejak kepergian Mourinho, menjual pemain utama menjadi rutinitas tersendiri bagi Porto.

Keberhasilan Pembinaan Pemain

Dari musim ke musim, Porto seolah tak pernah kehabisan stok pemain bintang meski rutin melakukan penjualan. Dari era Carvalho, Deco, Maniche dan Lisandro Lopez, kemudian digantikan Pepe, Raul Meireles, Falcao dan Bruno Alves, dan terus berlanjut hingga Hulk, Joao Moutinho, James Rodriguez, Fernando dan Mangala.

Para pemain di atas adalah bentuk keberhasilan dari para pencari bakat Porto. Semenjak Mourinho mengajak Carvalho dan Fereira, pencarian pemain muda berbakat dengan harga murah terus dilakukan. Porto bahkan sampai menyebar 250 pencari bakat ke seluruh dunia.

Hal itu diakui General Manager Porto, Anterio Henrique, pada media France Football.

"Kita menggunakan 250 pencari bakat ke seluruh dunia. Kita mengkategorikannya dengan pencari bakat internal dan eksternal. Nantinya, para pemandu bakat tersebut akan menyodorkan dua pemain pada setiap posisi dan nantinya kami akan memilih siapa saja yang cukup berkualitas untuk mendapatkan kontrak dari Porto," ujarnya.

Karena itulah musuh bebuyutan Benfica ini tak ragu untuk menjual pemain-pemainnya. Karena, ketika seorang pemain Porto mendapatkan tawaran dari tim lain, Porto sudah menyiapkan pemain yang akan menggantikan pemain tersebut dengan kualitas yang tak jauh berbeda.

Misalnya ketika Porto mengandalkan Maniche dan Deco untuk pemain di lini tengah. Porto lantas mendatangkan Raul Meireles, Paulo Assuncao, Diego, dan Anderson sebagai cadangan. Bahkan ketika enam pemain tersebut dilepas Porto sudah memiliki pengganti dengan adanya Lucho Gonzalez, Freddy Guarin, Fernando, dan Mario Bolatti.

Meski terjadi persaingan, para pemain tersebut tetap bertahan dengan tim karena mereka mendapatkan gaji berlipat ketimbang di tim sebelumnya. Apalagi sebelum direkrut Porto mereka bisa dibilang sebagai pemain antah berantah. Menjajal kemampuan di Porto merupakan kesempatan bagi mereka agar bisa tampil di kompetisi Eropa.

Maka dari itu, bagi Porto, bermain di kompetisi Eropa adalah sebuah keharusan agar para pemain incarannya tertarik untuk bergabung.

Selain itu, sejarah kolonialisme menunjukkan bahwa Portugal memiliki kedekatan budaya dengan Amerika Latin. Tak heran para pemain tersebut tak mendapatkan hambatan berarti untuk beradaptasi di Portugal.

Karena hal inilah Porto mampu memaksimalkan potensi mereka.

Strategi Transfer

Keberhasilan Porto menjual pemainnya dengan harga mahal tak bisa dilepaskan dari peran seorang agen bernama Jorge Mendes.

Pendiri perusahaan agensi Gestifute itu memiliki hubungan erat dengan bos Porto, Pinto da Costa. Mendes menjadi agen kepercayaan da Costa, setelah sang pemilik kecewa pada agen sebelumnya, Jose Veiga. Pasalnua Porto tak menemukan kata sepakat untuk perpanjangan kontrak klien Veiga, Sergio Conceicao.

Gestifute didirikan pada tahun 1996. Perusahaan yang berbasis di kota Porto ini berkembang dengan cepat setelah mendapatkan tanda tangan banyak pemain berbakat di Portugal, Brasil, dan Argentina.

Mendes nantinya akan mengusulkan pemain mana yang tepat untuk bermain dengan Porto. Mendes juga bisa memperkirakan uang yang bisa diterima klub, ketika pemain ini sudah memasuki masa ‘panen’. Ini karena Mendes sudah memiliki jejaring luas dengan tim, manajer, dan pemilik klub-klub Eropa.

Pemain yang berada dalam asuhan Mendes takkan kesulitan untuk mencari klub.

Mumi di Museum Orang Mati

Seramnya Penampakan Mumi di Museum Mayat Meksiko

Peristiwa tragis pada masa lampau meninggalkan pembelajaran penting untuk masa kini. Penyakit-penyakit yang sekarang sudah dengan mudah disembuhkan, ternyata menjadi wabah mengerikan pada masa lalu, dengan akibat-akibat yang juga mengerikan. Dengan pembelajaran, sejarah tidak perlu berulang.

Untuk urusan jalan-jalan, jika Anda termasuk jenis orang yang lebih suka The Mutter Museum daripada Abad Pertengahan, dan lebih suka naik kuda daripada minivan, Meksico bisa jadi merupakan tempat sempurna untuk menjadi tujuan wisata.

Seperti dilansir dari Roadtrippers, ada saja hal-hal aneh di sana. Ada La Popular, suatu toko perlengkapan pernikahan di mana suatu mayat menjadi model pakaian-pakaian pernikahan, ada patung mengerikan yang terbuat dari bagian-bagian tubuh manusia di Gereja Immaculate Conception, atau Pulau Boneka (Isla de las Muñecas), di mana ribuan boneka dikabarkan hidup kembali pada malam hari dan membunuhi hewan-hewan.

Suatu tujuan wisata yang paling menyeramkan adalah museum yang didirikan untuk menyimpan mayat-mayat, termasuk satu mayat wanita yang meninggal karena dikubur hidup-hidup.

The Mummies of Guanajuato di Meksico memiliki riwayat yang sedih namun menarik yang bermula pada wabah kolera pada tahun 1833. Sekitar 30 puluh tahun setelah wabah itu, pemakaman kota menjadi penuh sehingga terjadi kekurangan serius akan ruang pemakaman. Sebagai upaya untuk memperbaiki masalah itu, Guanajuato menerapkan pajak yang menuntut para keluarga untuk membayar penguburan saudara-saudara mereka.

Pada suatu masa, pajak itu pernah mencapai 170 peso per tahun untuk 3 tahun. Sayangnya, kebanyakan warga tidak mampu membayar atau tidak peduli, sehingga 90% kuburan itu terbengkalai.

Lalu apa yang terjadi dengan jasad-jasad yang dikeluarkan paksa? Kota Guanajuato tinggal membawanya ke pergudangan kota untuk penyimpanan. Setelah tersiar kabar bahwa bangunan itu menyimpan banyak jenazah yang menjadi terawetkan secara alamiah, para wisatawan perlahan-lahan mendatangi kota itu karena ingin melihat ruang penyimpanan yang terkutuk itu.

Para penjaga kuburan, yang ingin mencari keuntungan keuangan dari ketenaran tempat itu, mulai memungut sejumlah uang sebesar beberapa peso untuk mereka yang ingin masuk ke dalamnya. Gagasan itu menjadi besar sehingga akhirnya tempat itu dijadikan museum resmi dengan nama De Museo De Las Momias.

Pada 1958, disetujuilah undang-undang yang melarang pameran jenazah, tapi pada saat itu museum tersebut sudah sangat terkenal sehingga dibiarkan dan terus memamerkan jasad-jasad. Museum itu semakin terkenal melalui film 1970-an yang berjudul Santo Versus the Mummies of Guanajuato. Film itu menceritakan tentang seorang Santo yang berperang melawan mumi-mumi di museum itu, yang secara sihir hidup kembali.

Saat ini museum tersebut tetap menjadi suatu tempat tujuan wisata terkenal di seluruh negeri, dan menyimpan 108 mayat berbagai ukuran dan usia kematian, termasuk satu mumi terkecil di dunia, yakni suatu janin dari wanita yang menjadi korban wabah kholera.

Namun demikian, mumi yang paling terkenal adalah Ignacia Alguilar, seorang wanita yang belakangan diketahui telah terkubur hidup-hidup.

Di tengah-tengah wabah kolera itu, korban-korban yang meninggal dikuburkan sesegera mungkin supaya mencegah penyebaran penyakit tersebut. Lazimnya, mereka yang meninggal dimakamkan dalam waktu satu hari setelah kematiannya. Dapat dibayangkan, dengan kurangnya pengetahuan kedokteran dan sempitnya waktu untuk penguburan berakibat kepada beberapa kesalahan. Ignacia adalah salah satu di antaranya.

Ignacia Aguilar memiliki kondisi kesehatan yang khas yang menyebabkan jantungnya kadang-kadang berhenti, atau berdetak secara lembut sehingga tidak mudah dideteksi.

Ia memiliki keadaan itu seumur hidupnya namun tidak pernah menjadi sakit karenanya. Namun setelah ia menderita kolera, keluarganya mengira ia meninggal dan tergesa-gesa menguburkannya.

Beberapa tahun kemudian, ketika jasadnya dikeluarkan karena keluarganya tidak membayar pajak pemakaman, ia didapati bertelungkup di dalam peti matinya, dengan jidat yang dipenuhi cakaran-cakaran. Mulutnya penuh dengan darah karena menggigiti tangannya sendiri. Jasadnya masih dipajang di museum itu dan mulutnya masih ternganga lebar karena berteriak di dalam peti matinya.

Ada suatu kasus yang sangat mirip, yaitu penguburan hidup-hidup seseorang yang mengidap penyakit kolera di Edisto Island Presbyterian Church di Negara Bagian California, Amerika Serikat.

Biaya masuk ke Museo de Las Momias adalah 55 peso, atau sekitar US$ 4,25 (sekitar Rp 50 ribu). Dengan tambahan beberapa dolar AS, pengunjung diperbolehkan untuk mengambil semua foto-foto menyeramkan sesukanya. Silakan saja orang-orang bersenang-senang liburan musim semi di Cancun di Mexico dengan pantainya yang indah itu, tapi tidak banyak orang yang selfie dengan mumi.

Ada beberapa tempat mumi lain misalnya Ye Olde Curiosity Shop di Kota Seattle, Negara Bagian Washington, tempat Sylvester dan Sylvia, yang adalah dua mummi yang terawetkan paling bagik di dunia. Ada juga Barbour County Historical Museum, yang memajang korban-korban ilmuwan-ilmuwan gila.

Tempat Nyaman Untuk Pensiunan Ekspat

Pensiunan Australia Pilih Habiskan Masa Tua di Asia Tenggara

Jakarta - Agar menikmati masa pensiun dengan tenang, kini, semakin banyak warga senior Australia yang memilih menghabiskan masa tuanya di negara-negara Asia Tenggara. Kira-kira apa yang menyebabkan para pensiunan ini mengambil langkah demikian? Simak laporan berikut.

Banyak pasangan pensiunan Australia menjual rumah mereka dan pindah ke Asia, tempat di mana uang mereka menjadi berlipat ganda. (Foto: Getty Images)
Semakin banyak warga Australia yang menghabiskan masa pensiun mereka untuk bermewah-mewah di negara Asia yang tropis.
Menurut pasangan jurnalis Colleen Ryan dan Stephen Wyatt, ada tren diaspora baru dari mereka yang berusia 50 tahun ke atas, yang memutuskan untuk menjual properti mereka dan tinggal di luar negeri. Dengan jumlah warga Australia berusia 65 tahun ke atas yang diprediksi mencapai angka 8 juta pada 35 tahun ke depan, tren tersebut nantinya tak akan mengejutkan.

Sementara banyak orang bermimpi untuk menghabiskan masa pensiun di sebuah desa di Eropa Selatan, kenyataannya, sebagian besar para pensiunan justru berpindah ke Asia Tenggara, di mana biaya hidup 80% lebih murah ketimbang di Australia. Malaysia dan Thailand adalah dua negara yang menawarkan visa perpanjangan bagi para pensiunan, membuat proses transisi menjadi lebih sederhana.

“Generasi ‘baby boomers &rsquo sangat nyaman berada di Asia Tenggara. Banyak dari mereka melakukan perjalanan awal ke Asia Tenggara, mereka membawa anak-anak mereka berlibur ke sana dan ketika mimpi para pensiunan selama ini adalah Italia atau Perancis, untuk beberapa alasan itu hanya terjadi pada mereka yang sangat kaya,” jelas Colleen.

Ia menambahkan, “Apa yang membuat orang-orang pergi ke Asia Tenggara adalah karena mereka tak bisa hidup dengan sangat layak di Australia ketika mereka pensiun, sementara mereka bisa hidup sangat sangat layak di Asia Tenggara.”

Sejumlah kota seperti Penang, Saigon, dan Chiang Mai menjadi rumah bagi komunitas warga Australia. Gelaran tahunan seperti Festival Penulis Internasional di Ubud, Bali, pun misalnya, mengindikasikan bahwa para intelektual Barat mengadakannya secara permanen karena tahu mereka akan mendorong berbagai komunitas ekspatriat untuk datang.

Meski para pensiunan cenderung untuk tinggal di komunitas yang warga Barat-nya sudah ada, beberapa di antaranya, khususnya yang ada di Malaysia, justru lebih terintegrasi ke komunitas lokal.

Perawatan kesehatan bagi manula dan kesehatan mereka sendiri yang sudah menurun adalah kekhawatiran utama para pensiunan di luar negeri, dan beberapa negara menawarkan opsi lebih baik ketimbang negara lainnya.

“Ketika anda pindah ke negara lain dan anda berusia di atas 60 tahun, anda seperti mengaktifkan bom waktu,” kata Stephen.

Menurutnya, Malaysia dan Thailand memiliki sistem kesehatan yang bagus tapi banyak pensiunan yang memilih tinggal di negara lain menggunakan fasilitas asuransi evakuasi yang mereka miliki.

Lebih jauh lagi, keterasingan yang dulu sempat dirasakan mereka yang tinggal di luar negeri telah teratasi dengan adanya kemajuan teknologi, yang membuat para kakek-nenek dapat terus berkomunikasi dengan cucu-cucu mereka tanpa hambatan.

Meyakinkan para kerabat untuk berkunjung-pun kini bisa dilakukan jauh lebih mudah dengan adanya penawaran penerbangan dan paket liburan murah ke Asia Tenggara.

Ritual Cappuccino ala Orang Italia

Menyeruput Cappuccino, Ritual Orang Italia di Pagi Hari

Menyeruput kopi dipagi hari memang sudah menjadi ritual banyak orang. Apalagi kini, kopi dinikmat karena keunikan citarasanya. Espresso, latte atau cappuccino umum dipilih di pagi hari.

Agar tidak ngantuk dan ibadah lancar, zaman dulu kalangan sufi di Timur Tengah selalu mengonsumsi kopi di malam hari. Hal ini dikarenakan kandungan kafein yang dapat menstimulasi jantung dan juga pangkal syaraf.

Kemudian seiring berkembangnya waktu, kafein digunakan untuk menikmati rasa dan aroma kopi yang nikmat.

"Untuk pilihan minum kopi dipagi hari sebenarnya tergantung selera dan kebiasaan. Akan tetapi ada juga yang minum kopi untuk sarapan, seperti Italia," tutur Irvan Helmi, Co Founder Anomali Coffee kepada Detikfood.

Masyarakat Italia memiliki kebiasaan tidak meminum atau memesan cappuccino di atas jam 10 pagi. Sebelum bekerja atau ke sekolah banyak orang yang mengonsumsi cappuccino di restauran, kafe hingga warung kaki lima. Cappuccino biasa dinikmati dengan kue manis ataupun roti kecil sebagai pelengkap sarapan, meskipun sangat jarang.

Cappuccino dibuat dengan campuran lebih banyak susu daripada kopi sehingga tinggi kalori. Hal ini menjadi alasan kenapa mengonsumsi cappuccino yang terbaik adalah di pagi hari. Karena susu memiliki laktosa (gula) dan tubuh menyerap laktosa dan lemak susu dengan cepat, sehingga energi karbohidrat segera tersedia sebelum kafein menstimulasi organ tubuh tertentu.

Kalau di Indonesia sajian minum kopi yang di minum dipagi hari beragam. Mulai dari espresso, caappuccino hingga latte. Biasanya disajikan hangat untuk di pagi hari.

Kandungan gizi dari minuman espresso atau kopi lainnya, tergantung dari apa yang ditambahkan ke dalamnya. Mengonsumsi kopi hitam 1 hingga 2 cangkir per hari dapat membantu tubuh tetap segar sebelum memulai aktivitas.

Popular Posts