Merry Christmas 2014 & Happy New Year 2015

Misteri Telur Paskah

Kenapa Ada Telur dan Kelinci Paskah?

Paskah adalah hari raya umat kristiani yang merayakan kebangkitan Yesus. Kitab Injil berkata bahwa Yesus mati di kayu salib pada hari Jumat Agung dan hidup kembali tiga hari kemudian.

Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda setiap tahun, antara 21 Maret dan 25 April, tergantung pada kapan ada bulan purnama di musim semi.

Berkaitan dengan itu, terdapat beberapa tradisi modern yang umum dilakukan.

Mengapa ada telur Paskah?

Banyak orang mungkin sibuk memakan telur cokelat saat Paskah, tetapi awalnya memakan telur tidak diizinkan oleh gereja selama seminggu menjelang Paskah (dikenal sebagai Pekan Suci).

Jadi telur-telur yang diletakkan pekan itu disimpan dan dihiasi untuk membuat mereka sebagai "telur Pekan Suci", untuk kemudian diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah.

Masyarakat pada zaman Victoria mengadaptasi tradisi tersebut dengan telur karton yang ditutup kain satin dan diisi dengan hadiah Paskah.

Kenapa telur Paskah terbuat dari cokelat?

Telur cokelat pertama muncul di Perancis dan Jerman pada abad ke-19, tetapi rasanya pahit dan keras.

Seiring dengan membaiknya teknik pembuatan cokelat, telur berlubang seperti yang ada dewasa ini dikembangkan. Telur cokelat pun dengan sangat cepat menjadi populer dan tetap populer hingga kini.

Kelinci Paskah itu apa?

Kisah kelinci Paskah diperkirakan mulai dikenal sejak abad ke-19. Kelinci biasanya melahirkan bayi sehingga mereka menjadi simbol kehidupan baru.

Legenda mengatakan bahwa kelinci Paskah meletakkan, menghiasi, dan menyembunyikan telur karena mereka juga merupakan simbol kehidupan baru.

Kelinci biasanya tidak melakukan semua pekerjaan tersebut sendiri. Di Swiss, telur Paskah diantar oleh burung elang, dan di sebagian wilayah Jerman oleh rubah.

Sukses Berbisnis Kata-Kata

Aduy Sukses Berbisnis Kata-kata

JAKARTA - Tokoh sastra Indonesia, Pramoedya Ananta Toer pernah berkata bahwa ia percaya kata lebih kuat daripada kekuatan sebuah peluru. Nampaknya, perkataan ini disadari oleh Yudi Aduy, seorang pria dari Bandung. Bersama komunitas Studio Krika, ia menelurkan sebuah bisnis dengan modal kata-kata indah. Bisnis tersebut bernama, Galeri Memang Beda (GMB).  Produk-produk yang ia hasilkan adalah sebuah kata-kata motivasi/mutiara yang dibalut dengan desain apik, kemudian dituangkan di beragam medium, seperti kayu, kanvas, maupun bantal.

Aduy sebagai salah satu pendiri mengatakan awalnya produk-produk tersebut hanya mejeng di studio tempat ia bersama teman-temanya berkreasi. Namun, suatu hari ia kedatangan seorang tamu yang menyarankan Studio Krika untuk menjadikan produk-produk tersebut sebagai peluang bisnis. "Awalnya ini gak kami jual, awalnya untuk di kantor kami message ke orang-orang di studio untuk motivasi. Sebetulnya kesana, terus ada tamu datang bilang kenapa gak diproduksi," cerita Aduy kepada Kompas.com dalam pameran Inacraft di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Menurut pantauan Kompas.com, kata-kata yang dipamerkan di Inacraft 2015 memang menarik perhatian pengunjung yang datang. Dari semua gerai yang ada, GMB menawarkan produk-produk karya tangan yang berbeda. Bisa dikatakan, bahkan, tidak ada pesaingnya.

Beberapa tulisan yang mejeng di gerai GMB, seperti berikut : "Change is Difficult, Not Changing is Fatal", "Do All Things With Love", "An Idea Cannot Be Destroyed", hingga kalimat terkenal dari Walt Disney yaitu "If You Can Dream It You Can Do It".

Bisnis ini bermula empat tahun yang lalu, cerita Aduy. Sejak saat "disentil" oleh tamu untuk memasarkan karyanya, kata dia, GMB mulai bergerak memasarkan jasa desain dan percetakan di berbagai medium. "Akhirnya terjun ke galeri memang beda, baru empat tahun lalulah. Kami mulai dengan beberapa proyek dengan buat mural di kafe, kemudian painting di kanvas dan bantal, atau di kertas," jelas Aduy.

Kemudian, Aduy mengatakan sejak dua tahun lalu, Galeri Memang Beda mulai memasarkan karya seninya di medium kayu atau disebut wooden painting. "Semua dasarnya tangan dulu, desain grafis mix dengan tangan. Kata-kata mutiaranya kami ambil dari beberapa sumber, untuk sekarang temanya tentang dream," jelas Aduy.

Galeri Memang Beda menawarkan produknya dalam berbagai medium, mulai dari kayu MDF (serbuk kayu yang dipadatkan), kayu pinus, chalk board (papan kapur), kayu sungkai, kayu solid (kamper), kanvas, maupun akrilik. Dalam sehari, kata dia, GMB bisa menjual hingga 250 item dengan kisaran harga dari Rp 50.000-Rp 200.000. "Setiap hari kami bikin yang beda. Ngeluarin quotes yang beda. Tim kami yang mengerjakan ini khusus ada 18 orang termasuk di dalamnya 6 seniman. Untuk omzet dalam satu acara seperti ini (Inacraft tahun lalu) bisa dapat Rp 100 juta," kata Aduy.

Menurut Aduy, GMB mempunyai kelebihan tersendiri untuk bisa menggaet pelanggan berdatangan. Kelebihan tersebut, kata dia, adalah desain atau kata-kata yang terus menerus diperbaharui tiap harinya, sehingga pelanggan tak akan bosan. "Tiap hari kita bikin desain. Jadi kita punya budaya menabung desain, orang harus menabung. Kemudian material kita tidak umum, berkelas punya. Misalkan produk Totebag, orang pilih material, kedua ada quotes-nya yang bisa memotivasi dia," kata Aduy.

Miliarder Dunia Pendidikan

Pasangan di China Kaya Raya Berkat Bisnis Ini

Jumlah kekayaan mereka mencapai US$1,1 miliar.

Pasangan suami istri dari Guangdong, China Selatan, telah muncul menjadi miliarder yang baru di bidang industri pendidikan online.

Dikutip dari laman Forbes, jumlah kekayaan yang dimiliki oleh pasangan suami istri Chen Chichang (44) dan Lin Xiaoya (42) saat ini mencapai US$1,1 miliar setelah saham Guangdong Qtone Education menguat 10 persen per hari.

Dalam satu terakhir saham perusahaan pendidikan online itu telah melonjak 500 persen, setelah perusahaan tersebut melakukan berbagai ekspansi di bisnis pendidikan online.

Situs web Qtone takni www.qk100.com menawarkan platform komunikasi layanan pendidikan untuk sekolah, siswa, dan keluarga. Perusahaan mengatakan, saat ini sekitar 25 juta keluarga dan 8 ribu sekolah telah menggunakan layanan pendidikan online itu.

Qtone pada tahun lalu mencatatkan keuntungan US$7,9 juta dengan pendapatan US$31 juta. Tahun ini, perusahaan itu juga telah mengumumkan akan mengakuisisi perusahaan yang berhubungan dengan bidang pendidikan sebesar US$181 juta. Tetapi, transaksi pembelian itu masih tertunda.

Chen dan Lin diketahui memiliki 47,9 persen saham Qtone. Menurut perkiraan Forbes jumlah kekayaan mereka dijamin dengan saham yang mereka miliki.

Seperti diketahui, saat ini China merupakan salah satu sumber miliarder baru yang berkembang pesat di dunia dalam satu dekade terakhir. Negara ini menempati posisi kedua jumlah miliarder terbanyak setelah Amerika Serikat pada daftar miliarder 2015 yang baru-baru ini dilansir.

Qtone menjadi salah satu perusahaan yang bergerak di pendidikan online. Pesaing lainnya ada TAL Education milik miliarder Zhang Bangxin dan New Oriental Education, milik miliarder Yu Minhong.

Chen memutuskan memasuki bisnis keluarga di bidang layanan pendidikan pada 2003. Sebelumnya dia ikut mendirikan perusahaan pendahulu Qtone pada 2005. Sedangkan Lin adalah pendiri dan direktur di Qtone.

Miliarder Properti Terkaya Asia

Ini Profil Lima Miliarder Properti Terkaya di Asia

Asia Pasifik sekarang adalah rumah dari 96 dari 157 orang terkaya.

Tidak ada waktu yang lebih baik lagi untuk menjadi raksasa properti di Asia, menurut daftar miliarder dari majalah ekonomi Forbes. Kawasan Asia Pasifik mendominasi daftar miliarder properti di dunia.

Seiring dengan perkembangan industri properti di daerah ini, Asia Pasifik sekarang adalah rumah dari 96 dari 157 orang terkaya di bidang properti dari seluruh dunia.

Jaringan real estate global Lamudi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 13 Maret 2015, menyebutkan di Indonesia, gelar orang terkaya di bidang properti masih dipegang oleh Ciputra, dengan bisnis keluarganya yang terkenal yaitu Ciputra Group. Superblok Ciputra World di kawasan Kuningan menjadi salah satu proyek andalan mereka.

Berikut adalah penjabaran portfolio proyek lima miliarder properti terkaya di Asia menurut Lamudi:

1. Lee Shau Kee, Hongkong

Jumlah kekayaan: US$24,8 miliar

Pioner dari industri properti di Hongkong, Lee Shau Kee adalah orang terkaya di dunia real estate. Dia mendirikan firma properti Henderson Land Development dan merupakan investor di bangunan kantor dan mall terkenal di Hong Kong, the International Financial Centre (IFC).

Dia juga berinvestasi di beragam proyek khususnya di China, termasuk the Henderson Metropolitan, sebuah mal di Shanghai.

2. Wang Jianlin, China

Jumlah kekayaan: US$24,2 miliar.

Sebagai orang terkaya di China, Wang Jianlin merupakan pendiri dan ketua dari Dalian Wanda Group.

Perusahaan ini dianggap sebagai properti developer terbesar di China dan jaringan operator bioskop terbesar di dunia, memiliki AMC Entertainment yang menjalankan bioskop-bioskop di Amerika Serikat dan China.

Pada 2014, aset perusahaannya mencapai 534,1 miliar Yuan (US$85,6 miliar). Sejak Januari tahun ini, aset yang dimilikinya melingkupi 109 Wanda Plaza di seluruh China, 71 hotel mewah dan bintang lima, serta 99 department stores.

3. Thomas dan Raymond Kwok, Hong Kong

Jumlah kekayaan: US$15,9 miliar

Kwok bersaudara mewariskan Sun Hung Kai Properties, developer properti terbesar di Hong Kong, pada tahun 1990 sepeninggalan ayah mereka.

Dengan bank tanah sebesar 49,5 juta meter persegi, perusahaan ini merupakan pemilik tanah terbesar di Hong Kong.

Grup ini juga membangun beberapa perumahan, properti industri dan komersial terkenal di beberapa kota, termasuk the International Commerce Centre di Kowloon Barat, International Finance Centre di Pusat dan Central Plaza di Wan Chai.

Raymond sekarang adalah ketua tunggal perusahaan ini, mengikuti pengunduran diri Thomas pada tahun 2014 akibat kasus penyuapan.

4. Cheng Yu-tung, Hong Kong

Jumlah kekayaan: US$14,4 miliar

Cheng Yu-tung memiliki Chow Tai Fook Enterprises, sebuah perusahaan dengan bermacam kepentingan, termasuk pengembangan properti, hotel, kasino dan perhiasan.

Melalui firma New World Development, Cheng telah mengembangkan proyek perumahan unggulan dan kawasan ritel serta mal, termasuk K11 di Tsim Tsha Tsui, mall seni pertama di Hong Kong.

Grup ini juga memiliki Chow Tai Fook, salah satu pemimpin di bisnis ritel perhiasan di Asia.

5. Joseph Lau, Hong Kong

Jumlah kekayaan: US$10,9 miliar

Investor real estate asal Hong Kong ini memiliki tiga perempat dari Chinese Estates Holdings.

Perusahaan ternama ini terlibat dalam pengembangan, penjualan dan penyewaan properti di Hong Kong, Macau dan daratan China.

Portfolio pengembangan properti mereka, termasuk perumahan seperti 55 Conduit Road dan No. 12 Shiu Fai Terrace di Hong Kong, dan proyek komersial seperti Chinese Estates Plaza di Chengdu, China.

Anak Sopir Taksi yang Jadi Orang Terkaya Dunia

Sheldon Adelson, Anak Sopir Taksi yang Jadi Orang Terkaya Dunia

Los Angeles - Kisah-kisah menginspirasi dari jajaran orang terkaya di dunia seakan terus menyadarkan banyak orang bahwa tekad yang kuat serta kerja keras dapat menjadi alat pengubah haluan nasib sendiri. Kali ini merupakan kisah hidup Sheldon Gary Adelson, pria yang lahir di pemukiman keluarga miskin di Massachusetts dan kini berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Mengutip laman Forbes, Adelson lahir dari keluarga miskin pada 1933. Ayah Adelson seorang sopir taksi sementara ibunya membuka tempat jahit kecil-kecilan.

Saking miskinnya, Adelson harus tidur di lantai sebuah rumah susun di Boston. Sejak usia 12 tahun, Adelson sudah mulai bekerja menjual koran justru di saat anak-anak seusianya sedang asyik bermain.

Selama bertahun-tahun menjadi agen penjualan koran, Adelson akhirnya dapat membangun mesin percetakan sendiri. Dia mulai menjual iklan surat kabar, dan membantu pengusaha-pengusaha kecil go public.

Di awal 1950-an, Adelson masuk perguruan tinggi di New York dan mengambil jurusan keuangan tapi keluar kurang dari dua tahun. Dia lalu bergabung dengan tentara AS dan mulai bekerja sebagai stenografer di Wall Street.

Di sana dia mendapat ide untuk membangun kekayaannya. Setelah berhenti jadi tentara, dia mulai terjun ke dunia investasi dan menghasilkan banyak uang.

Pada 1960-an, dia kembali ke kampung halamannya di Boston dan mulai berinvestasi di banyak perusahaan. Caranya berinvestasi patut dipuji dan Adelson terus melebarkan sayap bisnisnya.

Adelson akhirnya sukses membangun sejumlah bisnis dan mengembangkan perdagangan komputer, COMDEX. Dia lantas membangun resort kasino di Las Vagas dan Asia.

Anak si sopir taksi ini kini telah menjadi pemilik perusahaan kasino terbesar di dunia, Las Vegas Sands. Dia juga terjun ke dalam bisnis properti dan memiliki sejumlah condo dan hotel.

Begitulah kisah Sheldon Gary Adelson, anak miskin yang kini telah menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Hartanya?  Jangan ditanya, kini total kekayaan Adelson telah mencapai US$ 31,4 miliar Rp 413,8 triliun.

Tingkat Kecerdasan IQ vs EQ

Mengenal IQ dan EQ

SEJAK dulu, kecerdasan manusia selalu menarik untuk diteliti. Bahkan, ada alat khusus yang dapat menentukan level kecerdasan tersebut, yaitu intelligence quotient (IQ).

Seiring perkembangan zaman, berkembang juga alat pengukuran kecerdasan lainnya. Salah satu yang diperhitungkan sebagai standar kecerdasan masa kini adalah emotional quotient (EQ).

Sebenarnya, apa sih perbedaan keduanya?

Dilansir About.com, IQ adalah angka yang merupakan hasil tes kecerdasan. Pada tes IQ asli, perhitungan nilai adalah dengan membagi usia mental seseorang dengan usia kronologisnya dan kemudian dikali 100. Jadi, seorang anak dengan usia mental 15 dan usia kronologis 10 akan memiliki nilai IQ 150. Hari ini, perhitungan nilai kebanyakan tes IQ dilakukan dengan membandingkan nilai ujian seseorang dengan nilai orang lain di kelompok yang sama.

Sementara itu, EQ adalah pengukuran tingkat kecerdasan emosional seseorang. Hal ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk merasakan, mengontrol, mengevaluasi dan mengekspresikan emosi.

Peneliti seperti John Mayer dan Peter Salovey serta penulis seperti Daniel Goleman adalah beberapa orang yang turut menyosialisasikan EQ ke masyarakat luas. Pembahasan tentang EQ pun meliputi berbagai area mulai dari manajemen bisnis hingga pendidikan.

Sejak 1990, EQ telah berkembang dari konsep yang belum jelas menjadi istilah yang populer dan dikenal banyak orang. Kini, kita bisa melatih EQ dengan berbagai permainan atau belajar di sekolah khusus. Bahkan, pada beberapa sekolah di Amerika Serikat, pembelajaran sosial dan emosional telah masuk kurikulum.

Mana yang Lebih Penting, IQ atau EQ?

PERDEBATAN tentang lebih penting mana, intelligence quotient (IQ) atau emotional quotient (EQ) terus bergulir sejak puluhan tahun lalu. IQ sendiri merupakan ukuran kecerdasan intelektual seseorang, sedangkan EQ menunjukkan kecerdasan emosional seseorang.

Pada 1996, Daniel Goleman melalui bukunya Emotional Quotient menyarankan bahwa EQ mungkin lebih penting dari IQ. Dia beralasan, beberapa psikolog menganggap bahwa standar dalam pengukuran IQ terlalu sempit dan tidak menunjukkan kecerdasan manusia secara utuh. Sebaliknya, kemampuan memahami dan mengekspresikan emosi dapat memegang peran yang setara, bahkan lebih penting, dalam cara seseorang menjalani hidup.

Jadi, mana yang lebih penting?

Dinukil dari About.com, IQ pernah dianggap sebagai penentu kesuksesan seseorang. Orang-orang dengan nilai IQ tinggi diasumsikan akan meraih berbagai pencapaian dalam hidup. Namun, para peneliti juga berdebat apakah IQ merupakan produk keturunan atau terbentuk karena pengaruh lingkungan.

Beberapa kritikus mulai menyadari bahwa kecerdasan bukan suatu jaminan untuk kesuksesan seseorang. Mereka juga menyadari bahwa IQ adalah konsep yang terlalu sempit untuk mencakup kemampuan dan kecerdasan manusia yang begitu luas.

Hingga kini IQ memang masih dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam mencapai kesuksesan, khususnya dalam hal akademis. Orang-orang yang memiliki IQ tinggi biasanya berprestasi baik di sekolah, sering kali menghasilkan lebih banyak uang dan cenderung lebih sehat.

Tetapi, para ahli juga menyadari bahwa IQ bukan satu-satunya penentu kesuksesan seseorang. Sebaliknya, IQ adalah bagian dari berbagai pengaruh termasuk kecerdasan emosional dan hal lainnya.

Konsep kecerdasan emosional telah memiliki dampak besar dalam berbagai area, termasuk dunia bisnis. Banyak perusahaan sekarang mewajibkan pelatihan kecerdasan emosional dan menggunakan tes EQ sebagai bagian dari proses rekrutmen mereka.

Penelitian menemukan bahwa individu yang dengan potensi kempemimpian kuat juga cenderung lebih cerdas secara emosional. Riset ini menyarankan bahwa EQ adalah kualitas penting yang perlu dimiliki pemimpin atau manajer.

Jika EQ memang penting, dapatkah hal itu diajarkan atau dikuatkan?

Menurut suatu analisis berdasarkan hasil program pembelajaran emosional dan sosial, jawaban pertanyaan tadi adalah ya. Penelitian menunjukkan, sekira 50 persen anak-anak yang mengikuti program tersebut meraih pencapaian yang lebih baik, dan 40 persen lainnya menunjukkan perbaikan nilai rata-rata. Program ini juga dihubungkan dengan berkurangnya tingkat hukuman, peningkatan kehadiran siswa di sekolah dan berkurangnya masalah displin.

Suatu penelitian yang dilakukan Carnegie Institute of Technology menunjukkan bahwa 85 persen kesuksesan finansial seseorang adalah karena kemampuan humanis seperti kepribadian dan kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi dan memimpin. Sementara itu, pengetahuan teknis hanya mengambil porsi 15 persen.

Pendapat lain tentang pentingnya EQ datang dari peraih Nobel Daniel Kahneman. Psikolog Amerika-Israel ini menemukan bahwa kebanyakan orang lebih senang berurusan dengan orang yang mereka suka dan percaya ketimbang orang yang tidak mereka sukai, bahkan jika orang yang mereka suka itu menjual barang yang lebih mahal atau lebih jelek kualitasnya.

Secara umum, psikolog juga setuju bahwa di antara penentu kesuksesan, IQ hanya berperan 10 persen dan paling banyak 25 persen. Sisanya tergantung faktor lain, termasuk EQ.

Mantra Sukses Harry Potter

Kisah Ibunda Harry Potter Lepas dari Mantra Bisnis Penerbit

Ia berhasil menaguk pundi-pundi senilai £570 juta (Rp11,06 triliun).

Bagi Pottermania, barangkali cukup akrab dengan nama JK Rowling. "Ibunda" dari kisah heroik dunia magis itu berhasil menyihir jutaan pembaca dan, kemudian penonton film Harry Potter.

Berkat kisahnya itu, Rowling berhasil menaguk pundi-pundi senilai £570 juta (Rp11,06 triliun), menurut Sunday Times Rich List.

Namun, bagaimana cara Rowling me-monetize novelnya tersebut? Tak saja dari film dan merchandise, Rowling punya strategi jitu untuk meraup uang dari Harry Potter dan "lepas" dari cengkraman penerbit.

Saat kereta jurusan Manchester ke London terlambat, ketika itulah lahir ide penyihir cilik Harry Potter di benak Joanne Rowling. Sesampainya di Calpham, Rowling langsung menuangkan cerita itu pada sebuah kertas.

Sejak itu, pekerjaannya hanya menulis, menulis, dan menulis. Bahkan, saat ibunya meninggal dan Rowling cerai dengan suaminya. Tekad Rowling tidak surut. Sepenggal demi sepenggal kisah Harry Potter ditulis Rowling di cafe Edinburgh, saat anaknya tengah terlelap di kereta bayi.

Tahun 1997, saat ia menyelesaikan manuskrip Harry Potter yang pertama, dia bawa karyanya itu ke Christopher Little Literary Agents. Karyanya dimasukkan ke 12 kantor penerbitan. Dan, semuanya menolak.

Jalan terang mulai muncul, saat bocah berusia delapan tahun, Alice Newton, anak pemilik perusahaan penerbitan Bloomsbury membaca bagian pertama Harry Potter. Akhirnya, Rowling mendapatkan kontrak senilai £2.500 (Rp48 juta).

Editor di Bloomsbury menyarankan, agar Rowling menggunakan inisial JK, mengacu pada Joanne. Itu merupakan strategi, agar pembaca pria tidak sangsi terhadap kisah penyihir lelaki yang ditulis wanita.

Bloomsbury mencetak 1.000 kopi Harry Potter dan 500 di antaranya didistribusikan ke perpustakaan-perpustakaan. Cetakan itu menghasilkan antara £16.000-£25.000 (Rp310-Rp485 juta).

Di luar dugaan, dunia Harry Potter begitu mencengkeram publik. Tahun 1998, bahkan untuk mendapatkan hak untuk menggandakan dan mengedarkan Harry Potter mesti melewati proses lelang.

Di Amerika, penerbit Scholastic memenangkan hak itu dengan nilai US$105.000 (Rp1,3 miliar). Sejak itu, Harry Potter menjadi mesin uang.

Tak saja buku, film Harry Potter juga selalu ditunggu-tunggu penggemar, yang selalu menyesaki bioskop. Enam buku lainnya, yakni  Harry Potter and the Chamber of Secrets (1998), Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (1999),  Harry Potter and the Goblet of Fire (2000), Harry Potter and the Order of the Phoenix (2003), Harry Potter and the Half-Blood Prince (2005), and Harry Potter and the Deathly Hallows (2007) selalu memecahkan rekor penjualan.

Tahun 2004, Forbes menyebut Rowling sebagai miliarder dolar Amerika (triliuner). Namun, Rowling menyangkal dan Forbes lantas mencopot Rowling dari daftar orang terkaya. Maklum, pajak di Inggris sangatlah tinggi, dan Rowling juga telah mendonasikan sebagian besar uangnya.

Emma Lunn, dari Yahoo! Finance menyebut salah satu kecerdikan Rowling. Yakni, Rowling tetap memegang hak cipta digital. Dia hanya menjual serial Harry Potter versi digital melalui website yang ia kelola, Pottermore.com.

Dengan memegang hak cipta digital dan menjual lewat Pottermore.com, Rowling bisa dapat uang lebih banyak. Bandingkan jika dulu juga memberikan hak cipta digital Harry Potter pada Bloomsbury, atau Scholastic.

Rowling membuat situs Pottermore.com bekerja sama dengan agensi digital, Think. Selain itu, dia juga mendapat sponsor dari Sony. Makanya, Pottermore.com sangat mungkin "menguangkan" Harry Potter dengan berbagai media interaktif. Saat ini, memang baru ebook dan audiobook saja. Ke depan, jelas ada inovasi yang lebih atraktif lagi dari Pottermore.com.

Jalan lain untuk "lepas" dari penerbit juga ditempuh Rowling. Tahun 2013 lalu, penerbit Little Brown mempublikasikan The Cukcoo's Calling dari penulis debutan bernama Robert Galbraith. Tak selang lama, Sunday Times menguak fakta bahwa Galbraith merupakan pseudonim dari Rowling. Beberapa hari setelah pengungkapan identitas itu, penjualan bukunya melonjak 4.000 persen.

Bagaimana Rowling menghabiskan uangnya? Dia dikenal sebagai seorang filantropis dan mendirikan Volant Charitable Trust di tahun 2000. Yayasan amalnya itu punya anggaran £5.1 juta (Rp99 miliar) per tahun untuk melawan kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Kini, Rowling rujuk dengan Neil Murray dan memiliki tiga anak. Dia memiliki rumah mewah di Skotlandia dan di London, Inggris.

Popular Posts