Merry Christmas 2014 & Happy New Year 2015

Mimpi Utopia Singapura

Kenapa Singapura Disebut Utopia oleh Ekspatriat?

Bayangkan sebuah kota metropolis besar dengan lalu lintas di jalan bebas hambatan yang hijau mengalir lancar dan jalan-jalan bersih berkilau. Pemugaran dilakukan segiat pemeliharaan sanitasi lingkungan.

Di tempat itu pula, empat etnik utama (Tiongkok, Melayu, India, dan Eurosia) hidup berdampingan dengan toleransi tinggi. Di sana terdapat banyak warga asing yang hidup dan membesarkan anak-anak tanpa dihantui rasa takut akan kejahatan atau tingkah laku tidak sopan sekecil apapun.

Berbagai taman, museum, ruang kesenian dan ikon arsitektur bertaraf internasional. Jelas ada alasan di balik hasil-hasil survei yang menempatkan Singapura pada peringkat atas sebagai tempat nyaman untuk bekerja dan tinggal.

“Singapura itu nyaman,” kata Richard Martin, yang menyebut diri sebagai ekspatriat senior dan bekerja untuk International Market Assessment. “Dan lokasinya sangat bagus untuk menjangkau Asia.”

Tetapi selalu ada kekurangan dari setiap utopia. Biaya hidup di Singapura terus meroket -khususnya bila dibandingkan dengan negara tetangga Indonesia dan Malaysia. Singapura juga tercatat sebagai kota paling mahal sejagat tahun 2015, berdasarkan data keluaran Economist Intelligence Unit.

Belakangan, muncul sentimen iri terhadap warga asing. Ini mungkin bisa dipahami bila melihat data statistik pemerintah Singapura yang menunjukkan jumlah pekerja asing di sana mencapai 1,32 juta orang dari total penduduk 5,6 juta jiwa.

Apalagi berdasarkan perkiraan situs expatarrivals.com dan data-data lain, jumlah ekspatriat mencapai 600.000 orang. Jumlah ini mengacu pada tenaga profesional dan tenaga tingkat manajer yang lebih terampil, berpenghasilan lebih tinggi yang sering kali memegang visa bekerja.

Berdasarkan peraturan baru, perusahaan harus merekrut tenaga kerja dalam negeri selama dua minggu sebelum diizinkan menawarkan pekerjaan kepada warga asing untuk mengisi lowongan kerja dengan standar gaji di bawah 12.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 118 juta per bulan bulan, atau kurang dari itu.

Pencarian pekerjaan

Namun demikian Singapura tetap menjadi magnet bagi talenta asing, khususnya dalam bidang pemasaran, keuangan, dan informasi teknologi. Komunikasi, pelayaran, teknik dan periklanan semuanya memerlukan tenaga-tenaga profesional.

Berbagai perusahaan global memenuhi kota ini, termasuk Microsoft, American Express, Bain & Co, Gunvor Group, Capital Land, DBS Bank, BBDO, McCann-Erickson, dan Edelman. Di industri media, Singapura adalah pusat di kawasan Asia Tenggara bagi hampir setiap pemain besar di dunia —BBC, ESPN, Discovery Channel, Asian Food Channel.

Yang kurang diketahui umum adalah Singapura sebenarnya mempunyai pusat pengilangan minyak dan menjadi markas perusahaan-perusahaan minyak seperti Shell Eastern Trading.

Di samping itu, Singapura juga membangun distrik-distrik yang diberi nama seperti Biopolis dan Fusionopolis. Ada pula Institut Penelitian Sains Nasional yang berkecimpung dalam penelitian ilmiah dan industri dan pembangunan, dengan fokus khusus pada bidang biomedis, elektronik mikro dan teknik kimia.

Yang menggembirakan, standar gaji secara umum tinggi.

Berdasarkan Survei HSBC Expat Explorer tahun 2014, 45 persen atau hampir separuh jumlah ekspatrat digaji lebih dari 250.000 dollar Singapura atau setara dengan Rp 2,5 miliar per tahun. Dalam survei yang sama, 62 persen ekspatriat mengatakan pendapatan mereka lebih tinggi dibanding pendapatan di negara masing-masing.

“Perumahan, alkohol, mobil, semua yang diimpor bertambah mahal,” kata Roberto Versace, seorang manajer portfolio keuangan kelahiran Italia.

“Kapan saja saya berada di New York atau London, tampaknya murah. Dan saya tahu banyak orang Eropa yang pulang kampung.”

Uang itu penting

Kenaikan harga terjadi pada kebutuhan-kebutuhan yang kemungkinan paling dirasakan oleh kalangan ekspatriat: perumahan, sekolah internasional, perawatan medis, dan tambahan-tambahan fasilitas seperti anggur yang mahal.

Pada umumnya mobil impor dikenakan pajak tinggi di seluruh negara-negara Asia, tetapi di Singapura pajaknya luar biasa tinggi. Di samping itu, pemilik masih harus membayar mahal pajak jalan, pajak pemeliharaan, biaya bahan bakar dan parkir.

Semua itu membuat orang enggan menyetir. Sebagai contoh, sedan BMW 320i dipatok dengan harga 223.800 dollar Singapura atau sekitar Rp 2,2 miliar, sedangkan biaya mengurus Sertifikat Kepemilikan mobil dapat mencapai 60.000 dollar Singapura yang berlaku selama 10 tahun.

Sewa apartemen mewah yang terdiri dari dua kamar di pusat kota mencapai 10.000 dollar Singapura per bulan, meskipun ada banyak alternatf yang lebih murah. Untuk memenuhi semua itu, nasihat paling baik adalah berunding dengan perusahaan untuk memberikan paket kompensasi tambahan.

Perlu diperhatikan bahwa banyak perusahaan Singapura lebih suka memberikan insentif berupa uang tunai dibanding membayar kursus atau insentif-insentif lain. Tetapi, Versace, yang sudah beroperasi di Singapura selama lima tahun memberikan peringatan berikut, “Paket-paket yang menawarkan fasilitas perumahan semakin jarang. Fasilitas semacam itu hanya berlaku bagi pucuk pimpinan.”

Pajak 'rendah'

Bahasa Inggris digunakan secara luas. Selama kita mengantongi izin kerja, yang sebelumnya disebut visa kerja, hal-hal lain yang diperlukan seperti rekening bank setempat, kartu kredit, fasilitas internet dan kabel, dapat diproses dengan lancar.

Air bersih dapat diminum langsung. Orang juga tidak perlu khawatir membiarkan anak-anak yang sudah besar bermain di luar atau berkeliaran di jalan-jalan sendiri tanpa diawasi orang tua.

“Mengurus kepindahan, mengurus izin kerja paling mudah di sana dibanding di delapan atau sembilan kota di Asia yang pernah saya tempati,” kata Martin dari International Market Assessment.

“Di samping itu terdapat komunitas ekspatriat dari seluruh penjuru di dunia. Orang mudah mencari teman. Ada banyak klub dan perkumpulan yang bagus. Bersepeda digandrungi banyak orang di sini. “

Salah satu daya tarik Singapura adalah negara ini tetap menjadi surga bagi pembayar pajak. Ditinjau dari semua sisi, tingkat pajak masuk akal —orang tidak perlu membayar pajak jika kita berada di wilayah Singapura kurang dari 183 hari setahun. Jika tinggal di sana lebih dari itu, barulah wajib membayar pajak maksimum 20 persen.

“Tentu saja hal itu menjadi penyeimbangnya,” kata Versace. “Biaya hidup tinggi, tetapi pajaknya jauh lebih rendah dibanding di Barat.”

Selama ini Singapura membuka diri bagi talenta asing sebagai upaya meningkatkan ekonominya. Alih-alih memberikan 'visa kerja' semata, pendekatan Singapura dirampingkan menjadi sistem izin fleksibel sehingga ada tingkatan kategori-kategori pekerjaan.

Bahkan 'artis pertunjukan' mendapat kategori khusus.

Sebagian besar orang yang menduduki posisi profesional, seperti bankir dan manajer, biasanya memegang izin kerja jenis Employment Pass dengan syarat gaji pokok minimum 3.300 dollar Singapura, setara Rp 31,9 juta per bulan.

Pro dan kontra

Meskipun Singapura menawarkan banyak hal positif —keselamatan, efisiensi, makanan sedap, sekolah kelas wahid dan pelayanan kesehatan— ada beberapa sisi negatifnya.

Hidup di dekat garis Katulistiwa (jangan pergi ke sana bila Anda menyukai musim berbeda-beda, angin sepoi-sepoi atau ski) hanya dapat diminimalisir dengan cara mengatur aliran udara dan memasang pendingin ruangan. Suhu rata-rata sedikit berada di atas 30 derajat Celcius (lebih panas di siang hari).

Artinya tidak ada perubahan musim, sedangkan kelembaban terus menerus mencapai 80 persen. November hingga Januari adalah musim hujan, meskipun hujan kadang-kadang turun dari waktu ke waktu sepanjang tahun.

Hidup di tengah-tengah konsumerisme tanpa henti juga dapat melelahkan. Meskipun mal-mal di sana menakjubkan, pusat-pusat perbelanjaan itu terkadang penuh sesak dan kadang ada antrean ketika ada potongan harga khusus atau pengenalan tas baru merek Louis Vuitton atau iPhone.

“Di daerah pinggiran, Singapura sebenarnya berkembang baik,” demikian pengamatan Versace. “Tetapi pusat kotanya lebih mengglobal dengan merek-merek yang juga dijumpai di kota-kota lain. Dan walaupun harga bertambah mahal, kualitas layanan tidak selalu sepadan.”

Bocah Bocah Jenius di Dunia

1. Kisah Bocah Genius IQ 148 Berjuang Jadi Anak Biasa

Jaxon Cota merupakan anak lelaki berusia 11 tahun asal McKinney, Texas, Amerika Serikat yang memiliki skor IQ 148. Kejeniusan Jaxon dimulai ketika dia berusia dua tahun dan tertarik dengan angka.

Ketika itu, dia sedang bermain dengan teman sebayanya. Tiba-tiba Jaxon meneriakkan angka 78 kepada ibunya. Ibu Jaxon, Lori, awalnya bingung melihat anaknya sampai akhirnya dia berbalik dan sadar kalau thermostat di tembok menunjukkan angka 78.

Lori juga kaget ketika Jaxon menekan angka 350 di ovennya. Saat itulah Lori melihat Jaxon mulai membaca angka sampai dengan lima belas digit.

"Angka-angka itu selalu terjebak di kepala saya," kata Jaxon kepada NBC News. "Ada begitu banyak hal tentang angka yang menarik dan harus dipelajari."

Di usia sembilan tahun, Jaxon mengerjakan soal matematika tingkat SMA untuk hiburan ketika dia merasa bosan saat liburan panjang musim panas.

Beberapa saat yang lalu, Jaxon bersaing dalam kompetisi matematika. Dia hampir mendekati posisi teratas dalam kompetisi matematika nasional untuk siswa kelas 5-12, MathCON. Di kompetisi itu dia sudah mencapai posisi tujuh setelah menyingkirkan 45.000 siswa.

"Ada ritme di dalam angka," kata ayah Jaxon, Mathhew Cota. "Dan ada sesuatu tentang angka, dalam cara yang aneh, jadi sangat sederhana untuknya."

Jaxon memiliki bakat dan kecerdasan yang akan melewati beragam tingkatan usia, bahkan tingkat perguruan tinggi. Tapi untuk saat ini, dia hanya ingin menjadi anak-anak.

"Ini bukan sesuatu yang ingin saya lakukan, karena saya tidak bisa melakukan hal-hal yang saya suka seperti bermain bisbol atau bergaul dengan teman-teman," katanya.

Saat sekolah dimulai pada musim gugur, Jaxon akan duduk di kelas enam. Dia akan mendapatkan pelajaran khusus untuk membuatnya tetap tertantang belajar.

Orangtuanya mengatakan hal itu dilakukan agar dia tetap tumbuh seperti anak normal pada umumnya.

"Anak-anak yang punya bakat spesial biasanya terkotak-kotak dalam pergaulannya," kata Lori. "Saat empat tahun, dia bisa membaca dan melakukan semua hal. Namun dia tidak bisa mengikat tali sepatunya. Ada hal-hal di semua tingkatan kelas yang mengharuskan dia belajar."

2. Heboh Bocah Jenius Australia Keturunan Indonesia

Jonah Soewandito, bocah 11 tahun kini menjadi perbincangan publik negeri Kanguru, Australia. Dia merupakan bocah jenius dengan umur yang terbilang masih belia.

Jonah sudah mengikuti ujian akhir SMA di usia 11 tahun. Hebatnya lagi, bocah yang tinggal di Sydney itu mendapat nilai di atas 90 untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia.

Hasil ujian akhir SMA di negara bagian New South Wales yang biasa dikenal dengan nama HSC (High Schol Certificate) diumumkan minggu lalu. Berkat pencapaian itu Jonah masuk dalam daftar murid dengan prestasi tertinggi.

Secara umum, mereka yang mendapat angka di atas 90 dalam mata pelajaran yang diujikan di ujian akhir SMA, dimasukkan ke dalam golongan yang berprestasi.

Dalam laporan Sydney Morning Herald, Jonah adalah murid termuda yang ikut ujian SMA tahun ini. Dia juga menjadi salah satu murid termuda yang pernah mengikuti HSC di New South Wales.

Untuk murid seusia Jonah, 11 tahun, kebanyakan teman-temannya baru duduk di Tahun ke-6, namun Jonah sudah mengikuti pelajaran untuk murid tahun ke-12.

Dari namanya, Jonah Soewandito kemungkinan berasal dari Indonesia atau memiliki orangtua berdarah Indonesia.

Namun, pihak Sekolah Swasta Scots College enggan mengungkap identitas pelajarnya tersebut. "Yang kami tahu dia lahir di Australia," kata salah seorang guru seperti dilansir Sydney Morning Herald, akhir pekan lalu.

Menurut si guru, sejak Jonah menjadi pemberitaan di Sydney menjelang ujian beberapa bulan lalu, orangtuanya masih belum mau memberikan wawancara kepada media.

Sejak kecil bakatnya Jonah memang telah terlihat. Usia 3 tahun, ia sanggup membaca dan menulis huruf latin. Tak perlu TK, dia langsung dapat mengikuti intisari pelajaran level SD hanya dalam waktu dua tahun.

Banyak guru di tempat Jonas sekolah mengaku, baru kali ini menemui murid sejenius Jonah.

Selepas lulus SMA, Jonah ingin segera lanjut kuliah bidang kedokteran. Sekolahnya telah menghubungi Universitas Sydney membicarakan kemungkinan bocah semuda itu lanjut studi strata satu.

"Saya ingin menemukan obat kanker, karena itu salah satu penyakit paling mematikan di dunia," kata Jonah.

3. Usia 15 Tahun, Anak Petugas Kebersihan Kuliah S3

Sushma Verma. Inilah bocah jenius dari India. Putri petugas kebersihan ini akan mencecap pendidikan PhD atau S3. Padahal usianya baru 15 tahun. Sungguh luar biasa.

Kejeniusan Sushma sudah terlihat sejak berusia dua tahun, saat berhasil membaca kisah Ramayana di sekolah. Sejak itu, dia mencetak berbagai rekor. Pada 2005, saat berusia 5 tahun, dia sudah duduk di bangku kelas IX.

Saat berusia tujuh tahun, Sushma masuk dalam daftar Limca Book of Records sebagai murid termuda yang menyelesaikan kelas X. Dan pada usia 13 tahun, dia lulus sarjana. Pada Juni silam, Sushma tak hanya lulus program MSc , tapi juga jadi jawara kelas. Nilai rata-ratanya 8. Keren bukan?

Dan saat ini, remaja kelahiran Februari 2000 ini bersiap menjadi mahasiswa termuda untuk jenjang S3 Babasaheb Bhimrao Ambedkar University (BBAU) di Lucknow. Dia mendapat beasiswa setelah nangkring di peringkat ke tujuh dalam tes masuk uni universitas.

"Saya sangat bahagia mencapai prestasi ini. Ini merupakan prestasi yang sangat besar. Saya berhutang budi kepada Prof RC Sobti, wakil rektor universitas, yang selalu mendukung saya dalam mencapai ini," kata Verma sebagaimana dikutip Dream dari Hindustan Times, Sabtu 25 Juli 2015.

Bagi Sushma, belajar dengan orang-orang yang jauh lebih tua tak menjadi masalah. Dia bisa menyesuaikan diri dengan temanteman sekelas meski berusia lebih muda. "Belajar dengan murid lebih tua dariku bukanlah hal baru. Aku sudah terbiasa," kata Sushma.

Sushma lahir dan tumbuh dari keluarga miskin. Sang ayah hanya bekerja sebagai petugas kebersihan. Sang ayah dan bunda buta huruf. Meski demikian, anak-anak mereka berotak cemerlang.

Lihatlah kakak lelaki Sushma, Shailendra, hingga kini memegang rekor sebagai sarjana komputer yang lulus dengan usia paling muda. Shailendra berusia 14 tahun saat lulus sarjana pada 2007. Dia kini mengejar gelar MBS di Bangaluru.

Sang ayah, Tej Bahadur, tak punya kata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya, selain bersyukur pada Tuhan. "Saya buta huruf dan tidak bisa membimbing anak-anak," ujar Tej Bahadur.

4. Kerjanya Cuma Main, Bocah 8 Tahun Ini Digaji Rp 15 Miliar

Umurnya memang sangat belia, baru delapan tahun. Tapi hebatnya, bocah laki-laki bernama Evan ini sudah dapat menghasilkan uang berjumlah besar, yakni US$ 1,3 juta atau sekitar Rp 15,5 miliar.

Uang itu didapat Evan tanpa kerja keras banting tulang, melainkan dari bermain dengan mainannya.

Diberitakan Business Insider, Evan mendapatkan uang sebanyak itu dari mengulas mainan terbaru dan menggunggahnya ke Youtube.

Video yang diunggahnya kemudian menjadi viral dan ditonton lebih dari 10 juta. Dalam channelYoutube pribadinya, EvanTubeHD, Evan telah mengunggah lebih dari 10 video.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Newsweek, ayah Evan, Jared mengatakan, semua itu berawal dari proyek sederhana yang dibuatnya bersama Evan.  Keduanya membuat videostop-motion Angry Birds yang diunggah Youtube dengan nama channel EvanTubeHD.

Kemudian dikembangkan menjadi bisnis profesional. Membuat tim penjualan dan melakukan penawaran kepada produsen mainan untuk dipromosikan di channel Youtube Evan.

"Semua hasilnya dari channel akan diinvestasikan dan ditabung untuk keperluan Evan," ujar Jared.

Diketahui, situs berbagi video Youtube mempunyai kebijakan menjalin kerja sama dengan seseorang jika video yang diunggahnya ngetop dan disaksikan jutaan orang. Bentuk kerja sama tersebut berupa pembagian keuntungan dari iklan yang dimasukan ke video pengguna Youtube.

Jadi tak heran jika Evan dibayar anak perusahaan Google itu sebesar Rp 15,5 miliar dalam setahun. Evan mendapat bayaran karena video-video yang diunggahnya telah disaksikan lebih dari 443 juta.

5. Bocah Jenius, Lulus Kuliah di Umur 11 Tahun

Bocah berusia 11 tahun menguncang dunia pendidikan Negeri Paman Sam. Di usianya yang masih belia dia sudah lulus dari bangku perguruan tinggi.

Tanishq Abraham, baru saja diwisuda dari American River Collega di Sacramento, California. Di tengah kekaguman publik, Abraham malah berkomentar santai.

"Ini bukan hal yang besar bagi saya," kata Abraham yang lulus dengan nilai 4 seperti dikutip dari laman Time.com, Jumat, 22 Mei 2015.

Hal yang mengejutkan, Abraham baru saja menyelesaikan tes kelulusan dari sekolah menengah di California.

Meski santai menanggapi prestasi besarnya, tak pelak kehadiran Abraham seolah mengintimidasi rekan satu kampusnya. Sebagian lagi mengaku bangga bisa satu kelas dengan seorang mahasiswa cilik.

Pihak kampus, ARC, sendiri belum bisa memastikan apakah Abraham termasuk lulusan sekolah termuda dalam sejarah. "Namun yang pasti dia lulusan termuda tahun ini," kata Juru Bicara ARC, Scott Crow.

Bocah ajaib ini masuk dunia pendidikan dimulai dari Mensa International pada usia 4 tahun. Abraham mulai menapaki dunia kuliah dengan menjadi mahasiswa ARC pada usia 7 tahun.

Tak cuma Abraham, kakak perempuannya juga termasuk bocah ajaib. Tiara tercatat mulai masuk dunia kuliah pada usia 7 tahun.

"Sejak di Taman Kanak-kanak, Tanishq tumbuh lebih cepat, bahkan jauh beberapa tahun ke depan," kata Kaji, ibu Abraham.

Tak puas hanya lulus sarjana, Abraham telah merancang masa depannya dengan bertekad memperoleh gelar Sarjana Kedokteran.

Kepada KCRA, Abraham mengatakan ingin menjadi seorang doktor dan peneliti kesehatan, sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat.

Cita-citanya ini bahkan diunggah Tanishq Abraham dalam akun media sosialnya. Tak lupa Abraham bermimpi bisa memperoleh penghargaan dunia sains tertinggi, Noble Prize.

Melting Pot di Xinjiang

Wajah Eurasia di Xinjiang, Warisan Kuno di Rentang Peradaban

Xinjiang - Angka 13 sering diasosiasikan sebagai bilangan yang buruk. Namun tak demikian bila kita melancong ke ujung barat laut Tiongkok. Di sini, di 'Tanah Perbatasan Baru', adalah rumah bagi 13 etnis yang memancarkan pesona Eurasia.

'Perbatasan Baru (New Frontier)' adalah makna dari kata 'Xinjiang'. Detikcom bersama rombongan wartawan dari Indonesia dan Malaysia berkesempatan mengunjungi daerah itu dari 28 Juli hingga 6 Agustus 2015.

Hidung mancung ramping dan kulitterang berpadu dengan tulang pipi yang tinggi dan mata sipit.Perwajahan yang lekat dengan ciri orang-orang Eropa-Asia (Eurasia). Sosok-sosok seperti itu mudah dijumpai di Daerah OtonomiXinjiang Uyghur, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
"Xinjiang adalah pusat dari daratan Asia dan Eropa, terlepas soal Rusia yang juga mengklaim hal yang sama," ujar Deputy Director General Foreign Affair Office of Xinjiang, Wu Guanrong di Kantor Hubungan Internasional Xinjiang, 226 Donghuan Road, Urumqi, Xinjiang.

Memang dari zaman dahulu kala, Xinjiang sudah menjadi tempat lewat dan medan pendudukan berbagai etnis. Apalagi wilayah ini juga bagian dari Jalur Sutera yang legendaris itu. Namun kini, ada 13 etnis yang dinyatakan sebagai penduduk asli Xinjiang.

Uyghur merupakan etnis terbesar dengan proporsi 46,4 persen. Disusul proporsi etnis Han, Kazakh, Hui, Khalkhas, Mongol, Tajik, Xibe, Manchu, Ozbek, Russian, Daur, dan Tatar.

Sekadar mengapresiasi keragaman manusia, sebagian dari 13 etnis itu memiliki ciri ras Kaukasoid. Sebagian lagi seperti Han, Hui, dan Mongol lebih lekat dengan ciri ras Mongoloid.

"Relasi antaretnis berjalan harmonis," ucap Wu Guanrong.

Memang harmonisasi itulah yang diperjuangkan semua orang, termasuk juga di Xinjiang. Tak bisa menutup telinga, publik internasional juga sudah kadung mendengar soal kerusuhan berbau etnis yang pernah pecah di Xinjiang.

Terlepas dari berita buruk, Xinjiang memiliki kondisi geografis yang unik. Setelah menikmati pegunungan sabana sejuk di daerah Altay di utara, kami juga sempat dibawa rombongan melaju sedikit lebih ke selatan dari Ibu Kota Xinjiang Urumqi. Bila semakin ke selatan, udara semakin panas. Bahkan di sini juga ada titik terendah di seluruh dunia. Orang yang terbiasa merasakan gerahnya Jakarta-pun bisa gelisah di tempat ini.

Namun bila melihat penduduk lokal, mereka nampak santai saja. Kulit mereka juga tak semuanya menghitam meski beraktivitas di bawah mentari, seperti berjualan atau bertani anggur. Mereka adalah etnis Uyghur, berciri Mongoloid dan Kaukasoid sekaligus. Orang Uyghur lebih mendominasi pandangan mata di Turpan Region yang kami kunjungi pada 4 Agustus 2015.

"Kalau mereka ke Indonesia, mereka bisa laku jadi artis sinetron," canda kawan dari Indonesia sambil mengamati wajah-wajah Uyghur.

Selain Turpan dan wilayah lain yang didominasi etnis Uyghur, ada pula Illi Kazakh sebagai wilayah etnis Kazakh, Changji sebagai tempat etnis Hui, atau juga Kizilu Kirghiz yang didominasi etnis Kyrgyz. Tentu perlu bertahun-tahun bila ingin mengapresiasi Xinjiang secara total, mengingat ada beragam etnis yang menghuninya.

Xinjiang tak bisa dilepaskan dari masa lalunya, mengingat kawasan ini adalah warisan peradaban milenium lampau. Mampir sejenak ke Shihezi University pada 5 Agustus, rombongan dibawa masuk ke museum. Ternyata di museum ini ada mumi warisan zaman dahulu kala.

Mumi ini terbalut kain di sekujur tubuh yang sudah berwarna coklat. Wajahnya juga tertutup kain, hanya menyisakan kelopak matanya, masih terlihat bulu mata lentik yang terkatup.

Meski bukan dari masa prasejarah, namun mumi orang biasa ini dipastikan wanita pemandu museum berasal dari ras Kaukasia, ras kulit putih sebagaimana penduduk Eropa dan Mediterania.

Sebenarnya, berdasarkan berbagai literatur, Xinjiang menyimpan mumi yang usianya mencapai 3,8 milenium. Mumi itu dikenal sebagai Cherchen Man hingga Loulan Beauty yang ditemukan di gurun Taklamakan Tarim Basin. Ciri mumi itu berambut coklat kemerahan, hidung panjang, dan bertulang pipi tinggi.

Menurut sejumlah ahli, mumi itu masuk kategori Ras Kaukasoid. Terlebih lagi, busana yang dikenakan mumi itu seperti Suku Celt di Eropa. Ada pula ahli yang menyebut, mumi itu adalah Bangsa Tocharian, satu bangsa rumpun Indo-Eropa yang sudah tak ada lagi.

Menurut berbagai sumber, Bangsa Tocharian yang bermata biru atau hijau itu kian terdesak oleh pergerakan bangsa lainnya. Tahun berganti abad dan milenia, konon Bangsa Uyghur yang berbahasa serumpun Turkic ini datang belakangan dari wilayah Mongolia. Xinjiang memang menjadi 'melting-pot' bangsa-bangsa masa lalu beserta rentang peradaban masing-masing.

Mengutip tulisan berjudul 'A Meeting of civilisations: The mystery of China's celtic mummies' yang dimuat di independent.co.uk pada 28 Agustus 2006, ahli berkata bahwa Uyghur datang ke Xinjiang dari Mongolia sekitar 842 Masehi.

Tulisan berjudul 'The Dead Tell a Tale China Doesn't Care to Listen To' yang dimuat di nytimes.com (The New York Times) pada 18 November 2008 menyatakan, sejumlah ahli asing menyatakan wilayah ini memang memuat sejarah heterogenitas pendudukan manusia.

Mendapatkan Kekayaan Tanpa Kerja Keras

4 Cara Dapat Uang Banyak Tanpa Kerja Keras

New York - Pernahkah Anda merasa waktu Anda habis hanya untuk bekerja? Kalau ya, mungkin sekarang saatnya untuk Anda untuk mengubah pola kerja yang selama ini dilakukan.

Anda mungkin berpikir agar dapat mendapatkan uang dengan lebih banyak, Anda harus rela untuk bekerja lebih keras dengan waktu yang lebih lama. Padahal tidak demikian. Banyak pengusaha sukses di dunia yang mampu untuk mendapatkan uang lebih banyak hanya dengan bekerja beberapa hari dalam sebulan.

Lalu bagaimana caranya agar Anda dapat mendapatkan uang lebih banyak dengan bekerja lebih santai? Berikut 4 tips yang dapat Anda pakai seperti yang dikutip dari entrepreneur.com

1. Bertindak layaknya telah memenuhi tujuan yang dicapai

Sebelum memulai untuk membayangkan bagaimana rasanya apabila Anda sudah menapaki tangga kesuksesan, cobalah untuk menentukan prioritas dan tujuan apa yang ingin Anda capai dalam hidup. Seperti berapa banyak uang yang ingin Anda miliki, ataupun aktivitas apa yang ingin Anda lakukan dalam karir.

Setelah itu, Anda dapat memulai untuk bertindak selayaknya Anda telah sukses. Satu hal yang mungkin dapat Anda lakukan adalah menyewa asisten. Anda mungkin berpikir bahwa dengan menyewa asisten maka hal tersebut akan sangat menguras kantong anda. Padahal tidak sama sekali.

Banyak asisten virtual yang dapat Anda sewa dengan upah US$ 3 per jam. Dengan memiliki asisten, Anda juga akan mampu untuk mengoptimalkan waktu yang dimiliki.

2. Fokus terhadap hal yang dapat mendatangkan keuntungan dan dampak yang besar

Setiap orang memiliki 24 jam dalam sehari. Namun terkadang beberapa orang bahkan mampu untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dengan bekerja waktu yang sama dengan orang pada umumnya. Bingung mengapa orang- orang itu mampu melakukan hal tersebut?

Jawabannya adalah karena mampu mengidentifikasi beberapa hal yang mampu mendatangkan dampak serta keuntungan yang lebih besar. Anda tidak perlu untuk selalu mengerjakan semua hal. Cobalah fokus pada hal-hal tertentu yang mampu mendatangkan keuntungan dan dampak yang besar pada karir Anda.

3. Kelilingi diri Anda dengan mentor yang hebat

Jim Rohn, seorang pengusaha terkenal pernah berkata bahwa diri Anda merupakan cerminan darri 5 orang yang Anda sering habiskan waktu bersama. Lalu siapakah 5 orang terdekat yang sering bersama Anda? Apakah mereka dapat membantu Anda untuk mencapai apa yang Anda inginkan?

Jika Anda ingin membuat karir Anda sukses dan dapat memiliki waktu luang lebih banyak, Anda harus mengelilingi diri Anda dengan mentor yang dapat memandu Anda selama perjalanan.

Mentor-mentor ini nantinya akan dapat memberikan Anda saran dan bimbingan sesuai dengan pengalaman mereka masing-masing. Hal ini akan mampu mempercepat perkembangan Anda nantinya.

4. Berlatih memperbaiki diri setiap hari

Otak Anda adalah aset terbesar yang dimiliki selama Anda mampu memanfaatkannya dengan maksimal. Beberapa pengusaha sukses memiliki ritual agar dapat membuat diri mereka lebih baik setiap harinya.

Cobalah untuk menyisihkan 30 menit di awal dan di akhir hari untuk membaca sesuatu yang positif yang dapat memperluas pengetahuan dan mempertajam keahlian yang dimiliki. Karir Anda akan mampu tumbuh dengan baik namun hal tersebut harus dimulai dari perubahan positif dalam diri Anda

Perkumpulan Anak Anak Jenius

Anak-anak Jenius Berkumpul di Inggris

London - Sebuah acara reality show yang diproduksi Channel Four di Inggris menarik perhatian dunia. Pasalnya, acara ini bertujuan mencari anak paling jenius sejagat Inggris.

Diantara mereka, ada Thomas. Meski usianya baru 12 tahun, IQ-nya melebihi fisikawan terkenal di dunia, Stephen Hawking. Yang menarik, kegiatan dia dan anak jenius lainnya terekam dalam kamera.

"Thomas bukan tipe anak yang duduk dan membaca kamus. Dia lebih suka membaca puluhan surat. Dia juga dapat melakukan segala sesuatu dalam 100 mil per jam dan itu cukup melelahkan," kata ibu Thomas, Deborah, seperti dikutip News.

Acara yang memasuki tahun ketiga ini, berhasil mengumpulkan 20 bocah jenius. Pendatang lainnya, adalah Holly, anak berusia 11 tahun ini bisa menguraikan pi ke desimal. Ada pula Giovanni, 12 tahun, yang pernah ikut olimpiade kimia.

Psikolog yang dilibatkan dalam acara ini mengungkapkan, kemampuan mereka dinilai untuk membangun kompetisi. "Pengetahuan bukanlah sesuatu yang memalukan. Kecerdasan mereka harus dirayakan," cetus sang psikolog.

Konsultan anak, Lyn Kendall mengatakan, anak jenius biasanya memiliki kepribadian menarik seperti memori yang tidak biasa, melewati batas intelektual, kemampuan membaca yang cepat, serta memiliki banyak pertanyaan tentang dunia. Mereka juga cenderung menyukai seni, bicara atau lebih dewasa ketimbang anak-anak lain. Namun mereka lebih banyak menghabiskan waktu sendiri.

"Faktor genetik memang mempengaruhi kecerdasan intelektual anak. Tapi mereka harus terpelihara dengan baik. Dengan begitu mereka bisa menggunakan kecerdasannya menjadi sesuatu yang positif dan bisa dibanggakan," katanya.

Berbakti Kepada Masyarakat Harus Ditunjukkan Secara Nyata

Polantas di China Gendong Pria Tua yang Kesulitan Menyeberang Jalan

BEIJING — Fungsi polisi sebagai pelayan masyarakat tampaknya benar-benar tertanam dalam hati seorang anggota polisi di kota Luizhou, Provinsi Guangxi, China. Polisi ini rela menggendong seorang kakek renta yang kesulitan menyeberang di sebuah persimpangan yang sangat sibuk.

Menurut sebuah pos polisi setempat, kamera CCTV yang merekam suasana sebuah persimpangan jalan yang sibuk di kota Luizhou itu merekam sosok pria tua yang mencoba menyeberangi jalan pada sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Saat lampu merah menyala, pria tua itu menyeberang, tetapi saat masih berada di tengah perlintasan, warna lampu lalu lintas berganti dan berbagai kendaraan meluncur. Alhasil, pria tua tersebut terjebak di tengah persimpangan yang sibuk itu.

Terjebak di tengah persimpangan sementara ratusan mobil dan sepeda motor melaju kencang di sekitarnya membuat pria uzur itu tak bisa berbuat apa-apa selain hanya berdiam diri.

Saat itulah seoang petugas polisi lalu lintas, Zhou Bin, melihat situasi yang membahayakan jiwa pria uzur itu. Dia kemudian berlari menembus keramaian lalu lintas ke arah orangtua itu.

Zhou kemudian mencoba bertanya tujuan orangtua itu, tetapi tampaknya situasi yang terlalu hiruk pikuk tersebut membuat si kakek kebingungan.

Akhirnya, tak ada pilihan lain, Zhou kemudian menggendong pria tua itu di punggungnya dan membawanya ke seberang jalan. Rekaman CCTV itu kemudian diunggah ke media sosial Weibo yang mendapat banyak sambutan positif dari para netizen di China.

Belajar dari Pembalut Wanita

Pembuat Pembalut untuk Warga Miskin Raih Penghargaan

Organisasi Ansahu Gupta Membuat Handuk Pembalut Murah untuk Wanita India yang Tidak Mampu

NEW DELHI - Pria asal India bernama Ansahu Gupta menjadi salah satu penerima Penghargaan Ramon Magsaysay tahun ini. Organisasi Ansahu Gupta membuat handuk pembalut kebersihan murah untuk membantu 70% wanita India yang tidak mampu membeli barang tersebut.

Pemenang lainnya, Kommaly Chnathavong dari Laos, menghidupkan kembali seni kuno menenun sutra untuk membantu penciptaan ribuan pekerjaan bagi penduduk yang kehilangan tempat tinggal karena perang. Magsaysay tahun ini juga diberikan kepada seorang pegiat anti-korupsi India, warga Burma dan seorang warga Filipina.

Tahun 2014, Saur Marlina Manurung yang dikenal sebagai Butet 'Sokola Rimba', mendapatkan penghargaan ini karena menggagas pendidikan untuk anak-anak suku asli yang tinggal di pedalaman rimba Jambi. Sementara, pada 2013, KPK mendapatkan Magsaysay, yang dipandang sebagai Hadiah Nobel versi Asia, karena dinilai sukses melakukan kampanye anti korupsi di Indonesia.

Sebagaimana diberitakan BBC, hadiah dari Filipina ini mulai diberikan pada tahun 1957 untuk menghormati orang atau kelompok yang mengubah masyarakat menjadi lebih baik.

Popular Posts