Merry Christmas 2014 & Happy New Year 2015

Rahasia Mendapatkan Modal Untuk Mulai Bisnis

Ini Cara Mendapatkan Modal untuk Memulai Bisnis

Jakarta - Usaha Kecil Menengah (UKM) rupanya kini tengah diminati oleh sejumlah kalangan, tak terkecuali para wanita. Banyak di antara mereka yang tertarik untuk menjajal bisnis di bidang apapun, seperti fashion, kuliner, IT, hingga jasa. Namun seringkali mereka menemukan suatu hambatan, yaitu sulitnya mendapatkan modal usaha.

Farah Dini Novita yang merupakan seorang perencana keuangan independen di Zeus Consulting mengatakan bahwa modal usaha bisa didapatkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan dana pribadi yang bisa didapat dari hasil tabungan. Namun ia menyarankan dana tabungan tersebut tidak harus semuanya digunakan. Sisihkan sebagian untuk kebutuhan lainnya.

"Kalau mau cari modal, paling gampang dari tabungan sendiri. Tapi jangan semua tabungannya dipakai, harus ada dana cadangan untuk kebutuhan mendesak," paparnya saat dihubungi Wolipop via telepon.

Hal ini juga disepakati oleh Widya Kusuma selaku wakil presiden direktur Prudential Indonesia yang mengatakan di dalam dunia bisnis pasti ada saja risikonya, terlebih lagi bagi pemula yang belum begitu memahami seluk-beluk dalam menjalankan usaha.

"Banyak risikonya, bisa aja kita dihutangin orang. Atau karena terlalu larisnya usaha kita, banyak yang beli, kita jadi gegabah, jor-joran keluarin uang tabungan buat buka cabang baru yang belum tentu laku," jelasnya saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Cara lain yang bisa ditempuh untuk mendapatkan modal usaha adalah mencari pinjaman. Namun biasanya hal ini berlaku bagi bisnis yang memerlukan modal yang lumayan besar.

"Tapi jangan langsung pinjam ke bank karena belum tentu dikabulkan permohonannya. Mungkin bisa dari keluarga atau teman-teman terdekat dulu, jadi bisa cari pinjaman yang tidak berbunga," terang wanita yang akrab disapa Dini itu.

Selain itu, mencari investor juga bisa menjadi salah satu pilihan dalam mendapatkan modal usaha selanjutnya. Wanita asli Samarinda ini mengatakan para investor biasanya tertarik mencari orang-orang yang kreatif dalam mengembangkan ide berbisnis namun terhambat dengan biaya.

"Biasanya, para investor ini tertarik dengan bisnis kecil yang sudah mulai berjalan. Nah, untuk dapatkan hati investor itu yang pasti harus bikin business plan dulu. Ada rencana kerjanya, tahapan-tahapannya, tujuan jangka pendek dan panjangnya. Visi misi bisnis juga harus jelas," tutupnya.

Mengapa Tuhan Menciptakan Pelacur

Mengapa Tuhan Membiarkan Anak-anak Jadi Pelacur?

MANILA - Seorang gadis Filipina berusia 12 tahun dengan sambil menangis bertanya kepada Paus Fransiskus di Manila, bagaimana mungkin Tuhan membiarkan anak-anak jadi pelacur. Adegan tersebut mendorong Paus memeluk remaja itu dan meminta semua orang untuk lebih menunjukkan kasih sayang terhadap sesama.

Glyzelle Palomar, seorang anak tunawisma yang kini ditampung sebuah badan amal gereja, menyampaikan permohonan emosionalnya dalam upacara di sebuah universitas Katolik di Manila, jelang misa yang dipimpin Paus bagi jutaan umat pada sore ini. "Banyak anak ditinggalkan oleh orang tua mereka. Banyak anak terlibat narkoba dan prostitusi," kata Palomar kepada Sri Paus saat dirinya berdiri di atas panggung bersama seorang remaja laki-laki usia 14 tahun yang sebelumnya juga seorang tunawisma.

"Mengapa Tuhan membiarkan hal-hal semacam ini terjadi pada kami? Anak-anak tidak bersalah apa-apa."

Palomar lalu jadi sedih dan menangis kencang. Hal itu mendorong Paus (78 tahun) itu merangkulnya dan memeluknya selama beberapa detik.

Paus kemudian memotong sebagian besar pidatonya yang telah dipersiapkan untuk disampaikan dalam bahasa Inggris. Ia lalu menggunakan bahasa ibunya, yaitu bahasa Spanyol untuk memberikan tanggapan dadakan dan tulus atas pertanyaan itu.

"Dia hanyalah salah seorang yang mengajukan sebuah pertanyaan yang tidak ada jawabannya dan dia bahkan tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata tetapi dengan tangisan," kata Paus kepada orang banyak yang menurut penyelenggara mencapai 30.000 orang. "Inti dari pertanyaanmu ... hampir tidak punya jawabannya."

Paus, yang berada di Filipina untuk kunjungan lima hari, mengatakan kepada mereka yang hadir bahwa mereka pertama-tama harus belajar untuk menangis bersama orang lain yang terpinggirkan dan menderita. Ia mengatakan kasih sayang yang dangkal, yang berujung hanya pada pemberian sedekah, yang ditunjukkan oleh banyak orang di dunia tidaklah cukup. "Jika Kristus memiliki kasih sayang semacam itu, Dia hanya akan lewat, menyalami tiga orang, memberi mereka sesuatu dan jalan terus," kata Fransiskus.

Paus meminta mereka untuk menunjukkan perhatian yang nyata dan tulus bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan. "(Ada) sejumlah realitas tertentu dalam hidup, (yang) kita hanya bisa lihat melalui mata yang dibersihkan dengan air mata kita," kata Paus.

Ia mendesak mereka "untuk berpikir, merasakan dan melakukan," meminta mereka mengulangi kata-kata ini dalam sebuah paduan suara.

Paus juga meminta para umat untuk meniru santo pelindung namanya, Santo Fransis (dari Asisi). "Dia meninggal dengan tangan yang hampa, dengan kantong yang kosong tetapi dengan hati yang sangat penuh," katanya.

Paus juga mengatakan, topik pertanyaan Palomar menunjukkan bahwa perempuan tidak terwakili secara memadai dalam masyarakat. "Dalam masyarakat dewasa ini, perempuan punya banyak peran. Kadang-kadang, kita terlalu 'machista' (bangga akan maskulinitas secara berlebihan) dan kita tidak memberikan ruang bagi perempuan," katanya. "Perempuan mampu melihat hal-hal dengan sudut pandang yang berbeda dari kita. Perempuan dapat mengajukan pertanyaan yang kita para laki-laki tidak bisa mengerti."

Paus menempatkan kasih sayang bagi orang miskin sebagai tema sentral perjalanannya ke Filipina, yang merupakan basis Gereja Katolik di Asia tetapi puluhan juta rakyatnya bertarung dalam kondisi kemiskinan yang ganas. Sekitar 80 persen dari 100 juta penduduk Filipina adalah orang Katolik.

Dalam pidato perdananya di negara itu pada Jumat lalu, Paus mengecam para elite bangsa itu yang selama beberapa dekade menikmati kekuasaan sementara sebagian besar warga Filipina menderita. Dalam sebuah pidato di istana presiden, Paus berbicara tentang "kesenjangan sosial yang memalukukan" di Filipina.

"Dewasa ini, lebih penting dari sebelumnya, bahwa pemimpin politik harus menjadi sangat jujur, berintegritas dan berkomitmen untuk kebaikan bersama," kata Paus dalam pidato itu.

Dia menantang "semua orang, di semua tingkat masyarakat, untuk menolak setiap bentuk korupsi, yang mengalihkan sumber daya dari orang-orang miskin".

Berdasarkan data pemerintah, sekitar 25 juta warga Filipina, atau seperempat dari populasi, hidup dengan penghasilan 60 sen dollar atau kurang dari itu dalam sehari.

Puncak perjalanan Paus ke negara itu adalah perayaan misa terbuka di central park Manila pada Minggu sore ini. Sekitar enam juta orang diperkirakan akan hadir pada misa itu.

Rahasia Memulai Bisnis Dengan Modal Pas Pasan

Memulai Bisnis Dengan Modal Minim, Bagaimana Caranya?

Jakarta - Setiap orang pasti pernah merasa bosan dengan pekerjaan yang dilakukan saat ini hingga punya niat untuk melakukan pekerjaan lainnya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah memulai usaha baru secara independen.

Namun bagaimana jika modal yang diperlukan ternyata tidak sesuai dengan anggaran biaya? Beberapa wirausaha sukses ini turut berbagi tips membuka usaha bagi para pemula dengan modal yang minim. Seperti apa?

1. Berani
Riezka Rahmatiana, pemilik usaha pisang ijo yang mengeluarkan modal sebesar Rp 150 ribu pada awal usahanya ini menjelaskan, kata berani memiliki arti yang sangat luas maknanya. "Harus berani mulai, berani mengambil risiko, berani belajar, berani rugi, berani mengambil keputusan yang tepat, ya intinya berani dalam semua hal," terangnya saat dihubungi Wolipop via telepon.

Lebih lanjut wanita 28 tahun ini mengatakan, seorang wirausaha pasti sudah biasa mengalami masa-masa kegagalan dalam menjalankan usahanya. Maka dari itu, mereka harus berani bangkit untuk melawan semua rintangan yang menghadang.

2. Siap Mental
Berusaha setiap hari merupakan salah satu kunci sukses utama bagi para entrepreneur. Riezka mempunyai suatu filosofi yaitu percaya kepada Tuhan. "Jalani saja semua semampu kita. Kalau kita sedang putus asa, kita harus ingat kita punya Tuhan. Punya mental kuat juga penting banget, jadi kalau misalnya gagal ya sudah siap mental," katanya lagi.

3. Jujur
Lulusan jurusan komunikasi Universitas Padjadjaran ini juga menyarankan untuk selalu bersikap jujur dalam melakukan sesuatu. Sehingga orang-orang akan mempercayai apa yang kita kerjakan dan menghargai hasil kerja kita.

4. Perluas Jaringan
Usaha yang dijalankan oleh Ria Miranda, seorang desainer muda yang terkenal lewat sentuhan nuansa pastel dalam koleksi busana muslim ini bahkan telah membawa namanya hingga ke luar negeri. Saat ini, wanita 29 tahun tersebut telah memasarkan produknya ke luar negeri dan mempunyai cabang di Malaysia. Hal ini dikarenakan ia selalu menjaga hubungan baik dengan para pelanggannya, baik di dalam maupun luar negeri.

5. Ketahui Selera Pasar
Pemilik label busana muslim yang sama dengan namanya ini juga menyarankan untuk mencari tahu bagaimana minat pasar yang sedang berkembang saat ini. Dari situlah Anda bisa menemukan atau berinovasi dengan usaha yang ingin dijalankan.

"Yang utama bukannya menghitung keuntungan yang dicapai, tapi bagaimana market bisa menerima produk yang kita tawarkan. Kita harus bisa melihat selera pasar tanpa harus mengorbankan idealisme kita," pungkas Ria.

Ratu Produk Kosmetik Yang Memulai Bisnis Dari Garasi

Kisah Martha Tilaar Jadi Ratu Produk Kosmetik Berawal dari Salon di Garasi

Jakarta - Bagi para pecinta dunia kecantikan pasti sudah mengenal brand-brand Martha Tilaar, seperti Sariayu, PAC, Biokos, atau Salon Rudy Hadisuwarno. Sejumlah produk dari merek-merek di bawah PT. Martina Berto tersebut pun telah diekspor ke luar negeri, dari Singapura hingga Amerika Serikat. Siapa sangka, salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia itu juga dibangun bermodalkan dana minim. Bisnis kecantikan tersebut berawal dari sebuah salon di garasi berukuran 4x6 meter. Bagaimana Martha bisa sukses mengembangkan salon dengan satu pegawai menjadi perusahaan berskala internasional?

Sang pelopor, DR. (HC) Martha Tilaar pun membagi kisah suksesnya. Kepada Wolipop, pengusaha 78 tahun tersebut bercerita jika awal pengumpulan modal memang cukup sulit. Terlebih pada saat itu wanita tidak diperbolehkan meminjam uang ke bank. Saat itu, ayah Martha pun mengumpulkan adik-adiknya untuk meminta mereka memberi sumbangan modal kepada wanita kelahiran Gombong itu. Selain sumbangan dari keluarga, Martha juga menjual berbagai peralatan rumah tangga, seperti vacuum cleaner serta blender.

Pada tahun 1969 Martha membangun sebuah salon di garasi rumahnya yang dahulu bertempat di Jalan Kusumaatmadja, Jakarta Pusat. Meski sederhana dan hanya memiliki satu pegawai, alat-alat salon Martha berasal dari Amerika Serikat. Terlebih dengan statusnya sebagai beautician berlisensi negeri Paman Sam. Namun karena tidak punya kenalan lantaran baru pulang dari Amerika serta tak mampu beriklan di koran, awalnya ia kesulitan mempromosikan salon. Ia pun tak ketinggalan akal. Martha memanggil seorang tukang koran untuk membagikan brosur ke rumah-rumah sekitar yang merupakan kawasan kediaman Kedutaan.

"Waduh pertama kali istri-istri Dutanya (yang datang). Dia kaget juga kali ya, cuma 4x6 padahal rumah mereka kan besar-besar. Tapi karena etnik kali ya, dalam tiga bulan saya sudah nggak bisa pakai garasi. Main hall rumah saya dijadikan salon. Kita yang ke garasi tidurnya," ujar Martha ketika diwawancarai di PT. Martina Berto, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Karena pelayanan yang berkualitas, salon tersebut cukup laris manis. Bahkan ada seorang pejabat yang membuatkan salon kedua di jalan Hos Cokroaminoto agar istrinya bisa lebih mudah berkunjung. Pegawai pun mulai diperbanyak. Martha bahkan melatih pembantu-pembantu di sekitar rumahnya untuk dijadikan pekerja. Di salon kedua itu, barulah ia membuka sekolah kecantikan Puspita Martha.

Setelah tiga tahun membuka salon, modal pun terkumpul cukup banyak untuk meluncurkan produk perawatan. Karena Indonesia tidak memiliki banyak buku mengenai kecantikan dan kesehatan tradisional, Martha pun mengumpulkan resep-resep dengan mendatangi dukun-dukun beranak. Sayangnya, ia mendapatkan respon yang kurang baik karena orang-orang tidak mau memakai bahan-bahan dapur pada wajah mereka. Namun Martha kembali tak kehilangan akal.

"Kita harus berinovasi ya, saya panggilin orang-orang yang jerawatan, saya obati mereka, nggak bisa bayar tidak apa asal saya boleh foto. Setelah tiga bulan diminumin jamu hasilnya bagus. Terus saya tempel foto before and after-nya. Orang yang nggak mau natural product jadi percaya," tutur Martha.

Setelah itu, demi memperluas pasar, Martha menciptakan sebuah konsep bertajuk Ungkapan Rahasia Puteri Keraton. Ia pun bekerjasama dengan Mooryati Soedibyo. Bersama dengannya, salon serta produk Sariayu menjadi semakin laris manis. Sayangnya kolaborasi tersebut hanya berlangsung sekitar satu tahun. Ketika kerjasama itu berakhir Martha mengaku mengalami kebangkrutan. Untungnya, ia menjalin kerjasama serta belajar bisnis lebih dalam dengan PT. Kalbe Pharma yang mengembangkan produk-produk Martha Tilaar Group sampai 22 tahun. Setelah PT. Kalbe Pharma ingin berfokus pada produk farmasi, pada tahun 1999 ibu empat anak tersebut membeli perusahaan itu meski negara sedang dilanda krisis moneter.

"Saat bangkrut, tapi Tuhan itu Maha Baik ya, setelah itu saya melahirkan anak setelah 16 tahun mandul, Wulan. Cantik seperti Puteri Keraton. Itulah yang menjadi semangat saya," tambahnya.

Ketika ditanya mengenai rahasia sukses, Martha mengatakan jika kerja keras, kejujuran, dan inovasi adalah modal utamanya. Menurutnya, pendidikan juga sangat penting bagi mereka yang ingin membuka usaha. Martha yang sering memberi tips entrepreneurship kepada para TKW itu memang memberi saran berdasarkan pengalaman. Dahulu, ketika menemani suami sekolah di Amerika, Martha juga mengambil studi praktek kecantikan di Beauty Academy. Karena tidak punya uang untuk sekolah, Martha pun membuka usaha penitipan anak.

Selain mendapat ilmu dan pengalaman, bersekolah di Amerika juga membukakan mata Martha akan kekayaan alam serta kecantikan asli Indonesia. Anggota Dewan Global Compact PBB itu bercerita ketika menjadi TKW di sana ia melihat jika kulit orang kaukasia sangat berbeda dengan kita. Padahal waktu itu orang Indonesia sangat mengacu ke barat dalam hal perawatan. Bersekolah di Amerika juga membuatnya menggali kekayaan Indonesia.

"Untuk ujian, saya disuruh tulis tentang make-up Indonesia, saya bingung dan sedih sekali karena tidak tahu. Akhirnya saya tulis tentang riasan Jepang berdasarkan buku yang diberikan teman. Waktu ujian, saya dimarahi, katanya 'Shame on you, you're indonesian, you don't know about the culture'. Dari situ lah, sekarang saya melestarikan budaya, kekayaan, filosofi, kecantikan Indonesia," ungkapnya.

Hidup Itu Ikhlas

Apakah Kita Sudah Ihklas?


Waktu acara kopi darat bareng beberapa temen theunlearnid, ada salah satu teman yang sharing tentang pengalamannya dia mempraktekkan “Untuk Selalu Merasa Diuntungkan.  (kask.us)” Dimana setiap kali Ia mulai mengeluh atau komplain, Ia bilang ke dirinya sendiri berkali-kali, “Ingat, ini sedang diuntungkan.” Sampai akhirnya pun benar, ada sesuatu yang diuntungkan.

Ternyata, untuk selalu merasa diuntungkan itu seperti belajar ikhlas. Karena ikhlas itu seperti menerima apa yang sedang terjadi di diri kita dengan lapang dada, tidak menolak apa yang sedang diberikan, dan percaya apapun yang diberikan ke kita itu baik.

Ini membuat saya semakin berfikir tentang ikhlas.

Salah satu teman yang lain pun bercerita tentang kakaknya yang bernama Mbak Destin.

“Gue ini enam bersaudara. Dan kakak ke dua gue ini luar biasa sekali. Gue belajar satu hal yang berharga sekali dari dia. Gak tau kenapa, kita tuh gak ada yang bisa marah ke dia. Mau dia suka lupa atau telat, kita selalu mudah sekali memaafkan dirinya. Gue baru sadar, ini mungkin karena dia orangnya itu sangat ikhlas. Contohnya, setiap harus menghadap orang karena konflik, dia selalu yang akhirnya kita pilih untuk maju. Padahal mungkin dia akan dimarah-marahin. Tetapi, dia tidak menanggap ini sebagai beban. Dia santai saja. “

Ikhlas itu adalah tidak menganggap situasi itu sebagai beban.

“Udah gitu, gue merasa kalau kita suka ngomong ‘Gue ikhlas kok’ itu artinya kita belum ikhlas. Yang kakak gue lakukan adalah sampai dia pun tidak ingat ketika Ia pernah berbuat baik atau menolong kita. Reaksi biasanya adalah ‘Oya? Gue melakukan itu?’ Itu bagi gue ikhlas.”

Ikhlas itu ketika kita tidak lagi menghitung hal-hal baik yang kita lakukan.

Keren banget ya si kakak satu ini. Beneran jadi mikir, selama ini, saya itu sudah ikhlas belum ya? Apa ciri-ciri kalau saya belum ikhlas? Bagi saya, ada 5 hal yang menunjukkan bahwa kita belum ikhlas, contohnya…

1. Mengungkit-ungkit permasalahan.:

“Tahu gitu kan gue gak bantu dia.”

Seperti membantu teman yang bilangnya membutuhkan uang untuk biaya rumah sakit padahal dipakai untuk judi. Kita jadi sakit hati, kecewa. Ah, sakit hati itu berarti belum ikhlas ya…

2. Ikhlas mesti tak rela.:

Lho, kalau bukannya tak rela itu bukan ikhlas?
Gak rela kalau diputusin pacar.
Gak rela kalau orang lain mendapatkan yang lebih baik dari kita.
Gak rela kalau melihat mantan kita bahagia dengan orang lain.
Gak rela kelihatan jelek.
Rela itu memang gak bisa dipaksain. Alasan kita menjadi gak rela itu karena kita merasa bahwa kita sedang dirugikan. Padahal, jika situasi terjadi dan kita merasa diuntungkan, kita menjadi lebih rela. Ini yang membuat saya ngaca, ketika saya merasa iri atau sirik muncul ketika membaca timeline atau mendengar suatu berita, ini mengingatkan saya bahwa saya masih perlu belajar lebih ikhlas.

3. Memposisikan diri sebagai penyelamat.:

Terkadang kita mau bangga bahwa kita telah melakukan hal yang baik, jadi kita suka menceritakan bagaimana kita telah menyelamatkan suatu situasi. Namanya juga manusia ya, kita ingin mendapatkan apresiasi, ingin dipuji. Well, akhirnya saya belajar, ini juga bukan ikhlas, ketika ada keinginan untuk terlihat baik.
“Kalo bukan gara-gara gue yang ____, dia gak mungkin tuh bisa _____.”

Seperti Mbak Destin, ikhlas itu melakukan sesuatu tanpa beban. Kalau masih berasa ada beban, berarti belum ikhlas.

4. Memposisikan diri sebagai victim.

Seperti meminta simpati dari orang lain. Dimana kita punya kecenderungan menyalahkan orang lain atas nasib kita.
“Yaah, gue kurang sabar apa? Gue sudah melakukan semuanya tapi gak ada perubahan juga tuh.”

Contohnya juga seperti kehilangan emosi ketika mengemudi mobil saat macet. Kenapa? Karena setiap kali kita marah itu kita sedang merasakan ketidak-adilan. Dan ketika sesuatu itu tidak adil bagi kita, kita merasa dirugikan. Dan merasa dirugikan itu bukan ikhlas.

5. Masih ada ekspektasi, walau hanya sedikit.

Jujur ke diri sendiri sih. Terkadang kita melakukan sesuatu itu ada agenda tersembunyinya yang kita rasakan tetapi tidak kita kemukakan. Kita bisa saja bilang ke orang lain kita tidak punya agenda, kita tidak menginginkan sesuatu, tetapi sebenarnya masih ada.
Even sekedar ekspektasi untuk mendapatkan ucapan “Terima kasih” atau “Maaf”. Issh, saya sering banget kejebak ini.
Contohnya ketika memberikan uang lebih ke pengemudi taksi, kalau dia tidak mengucapkan Terima Kasih tuh rasanya gimana. Hahahaha. Dan kalau kita masih punya ekspektasi, walau hanya sedikit itu berarti belum ikhlas

Bagi saya, ikhlas banyak hubungannya dengan memiliki abundance mentality, yang memang butuh dipraktekkan setiap hari. Bahwa ikhlas itu lebih dari merasa tidak pamrih, tetapi merasakan kasih dalam setiap hal yang kita lakukan atau alami. Ikhlas itu seperti mensyukuri apapun yang terjadi, baik itu ‘baik’ ataupun ‘buruk’.


source



Aku Tahu Aku Akan Menikahinya

Tak Disangka, Mantan 'Pengantin Cilik' Ini Ternyata Berjodoh Saat Dewasa

Jakarta - Jodoh memang misteri Tuhan yang tidak bisa ditebak. Tengok saja perjalanan cinta pasangan Briggs dan Brittney Fussy asal Minneapolis, Amerika Serikat ini. Dahulu mereka merupakan 'pengantin cilik' yang didaulat menjadi penabur bunga serta pembawa cincin di sebuah pernikahan. Setelah acara tersebut keduanya tak pernah berjumpa. Ketika dewasa, mereka pun bertemu dan menjalin hubungan bahkan saat ini telah menjadi sepasang suami istri. Bagaimana ceritanya?

Sebelum berjalan di altar pernikahan sebenarnya, pasangan tersebut dipertemukan pertama kali ketika didaulat menjadi pembawa cincin serta penabur bunga. Pada acara pernikahan ibu baptis Briggs itu keduanya tentu saja tidak saling berkenalan atau banyak bicara. Wajar, usia mereka kala itu masih tiga tahun. Karena bukan saudara atau kenalan dekat, setelah acara tersebut mereka pun tak pernah bertemu.

Sampai keduanya menginjak kelas sembilan, Briggs pindah ke sekolah Brittney. Saat Briggs memperkenalkan diri, Brittney mengingat jika nama unik tersebut adalah pasangan pengantin ciliknya dahulu. Britnney pun sampai mengkonfirmasikannya kepada sang ibu. Dari saat itu, mereka menjadi dekat dan akhirnya berpacaran saat kelas tiga Sekolah Menengah Atas. Ketika berpisah karena kuliah di universitas yang berbeda daerah, Briggs dan Brittney juga masih menjalani hubungan.

"Aku tahu aku akan menikahinya," ujar Briggs yang sengaja pulang ke daerah asalnya untuk bersama Brittney pada CNN.

Sebelum berjalan di altar untuk kedua kalinya, pasangan tersebut sempat menonton video pernikahan 'pertama' mereka dua puluh tahun lalu. Keduanya pun tertawa melihat tingkah mereka saat kecil. Dari acara tersebut, ada sebuah foto yang memperlihatkan Brittney tengah melihat Briggs dengan tatapan penuh cinta. Adegan tersebut kemudian diperagakan kembali saat dua lulusan Sarjana Ekonomi tersebut resmi menikah. Dua foto itu saat ini dipajang di rumah mereka.

"Aku memang sedikit norak kalau menyangkut cinta, aku tidak akan bohong. Ini semua adalah rencana Tuhan. Ini takdir. Ini mendekati sempurna," ungkap Brittney.

Kesalahan Pertama Yang Sering Dilakukan Pebisnis

Dua Belas Kesalahan yang Sering Dilakukan Startup Di Tahun Pertama

Memulai sebuah startup menjadi sebuah tren baru untuk mengejar idealisme dan kesuksesan. Meskipun demikian, kadang para pendiri startup tidak menyadari bahwa menjalankan startup tidak semudah yang dibayangkan. Alih-alih untung, semua tabungan ludes tak bersisa dalam waktu setahun saja. Inc merangkumkan 12 kesalahan yang sering dilakukan oleh startup di tahun pertamanya.

1. Mengejar publisitas terlalu dini

Publisitas besar-besaran di media bisa menjadi nilai plus bagi startup Anda, promosi gratis, menarik lebih banyak pengguna ataupun investor untuk menyuntikan dana.  Intinya bukan untuk “gaya-gayaan” dan terlihat keren di mata keluarga, kolega teman-teman ataupun karyawan.

Sebelum startup Anda butuh publisitas, jawab dulu satu pertanyaan paling mendasar seperti, “Mengapa butuh publisitas?”, “Apakah Anda benar-benar siap menghadapi pers?”, “Apa yang ingin Anda capai dari publistas?”

Jika Anda belum memantapkan bisnis model atau produk Anda, apakah Anda benar-benar ingin publisitas besar-besaran lalu startup Anda tutup (bangkrut) setahun kemudian?

2. Mencari suntikan dana terlalu besar di awal

Menjalankan startup dengan mode bootstrap bisa sangat menakutkan. Tidak ada yang suka melihat tabungan mereka ludes. Tetapi ketika Anda mengandalkan investor di awal bisnis dapat membuat founder berlaku sembrono dalam soal pengeluaran mereka. Hal ini juga bisa menyebabkan mereka exit dengan nilai yang kecil di masa depan.

Keuntungan bootstrap di awal adalah Anda dapat fokus bekerja untuk membuktikan model bisnis dan mendapatkan traksi tanpa tekanan dari rapat dewan atau investor. Setelah model bisnis Anda terbukti berjalan dan berpotensi Anda dapat dengan penuh percaya diri untuk keluar mencari investor. Selain itu, Anda bisa exit kapan saja dan pastinya dengan nilai yang pantas.

3. Menjalankan seorang diri

Katakanlah Anda seorang yang  memiliki banyak keahlian dan pengetahuan, tetapi mencoba  melakukan semua tugas seorang diri bukan hal yang bijak. Anda butuh co-founder atau paling tidak seorang atau advisor untuk  tempat berbagi beban dan penderitaan. Percayalah  Anda juga akan lebih produktif dengan orang lain membantu Anda, ditambah itu artinya ada lebih banyak modal untuk mulai bootstrap.

Menjalankan startup di tahun pertama akan menguras banyak waktu, jangan heran jika Anda kehilangan kehidupan sosial Anda. Meskipun Anda memiliki jiwa soliter dan sifat introvert yang kuat, manusia tetap butuh interaksi sesekali. Paling tidak dengan orang-orang yang akan membantu startup Anda berkembang.

4. Terlalu banyak co-founder

Ide  menjalankan startup bersama  empat sahabat Anda, terdengar luar biasa. Kalian sudah saling mengerti satu sama lain dengan sangat baik, dan teruji selalu saling mendukung satu sama lain setiap kali ada masalah. Tetapi itu berarti Anda memulai startup hanya dengan 25 persen saham kepemilikan. Plus, akan lebih sulit untuk mengambil keputusan.

Kebanyakan startup dengan banyak founder sering berakhir dengan putus hubungan yang kurang enak, dan ehem… mahal. Lihat pengalaman Facebook, Quora, dan Foursquare. Mulai startup paling tidak dengan satu orang lain yang cocok.

5. Terlalu sering keluar

Ada banyak ajang, seminar, meetup di dunia startup. Ini baik untuk membangun jaringan. Tentu saja hal ini tidak bisa diabaikan, demi kemajuan perusahaan. Lain cerita jika Anda termasuk orang yang cukup dikenal di dunia startup, mungkin sebaiknya waktu Anda dihabiskan di meja kerja. Terlalu banyak “beredar” akan memberi kesan buruk kepada karyawan  dan investor.

6. Memaksakan sebuah bisnis model yang gagal

Anda berhenti  dari pekerjaan untuk menjalankan bisnis dan mengejar passion Anda. Ide yang anda miliki sangat cermelang, baiklah selanjutnya apa? Anda tidak harus keluar dari pekerjaan sampai Anda punya kesempatan untuk menguji konsep dan ada kesempatan untuk itu. Anda mungkin tidak akurat memprediksi cara orang akan menggunakan produk Anda atau pelanggan mungkin membenci fitur baru yang Anda cintai.

Jangan keras kepala dan memegang teguh ide startup hanya karena Anda jatuh cinta dengan hal itu. Terjemahkan ide Anda dalam sebuah konsep bisnis lengkap, gerak cepat, dan fleksibel bila ternyata semua tidak berjalan. Beberapa perusahaan terbesar saat ini sukses dari hasil pivot.

7. Komunikasi yang buruk dan mengabaikan kritik

Bila Anda memiliki roadmap startup di kepala Anda, tak jarang sulit untuk mengomunikasikan dengan orang lain. Jangan simpan di kepala Anda. Seringlah berkomunikasi, dan paling penting selalu terbuka untuk kritik. Belajar cara berkomunikasi yang baik sejak awal adalah keharusan. Jika tidak taruhannya adalah Anda dapat menghancurkan hubungan dengan pelanggan dan karyawan.

8. Serakah

Menjadi seorang pengusaha yang cerdas berarti mengetahui waktunya untuk exit. Beberapa startup mendapat tawaran akuisisi lebih dari $100 juta dan menolak. Keputusan yang mendapat banyak kekaguman dari orang, namun kurang bijak.

Foursquare punya kesempatan menjual $150 juta, namun dilewatkan. Qwiki pernah ditawarkan untuk menjual lebih dari $100 juta namun ditolak, dan sekarang  mungkin akan menjual startupnya  ke Yahoo hanya sebesar $50 juta. Path ditawari uang besar oleh Google namun pendirinya Dave Morin menolaknya. Saat ini Path mengalami banyak kendala.

Kadang startup perlu mengambil keputusan untuk mengambil tawaran akuisisi yang datang dan gunakan uangnya untuk mendirikan startup lagi yang lebih baik.

9. Berbohong

Startup merupakan sebuah perusahaan swasta, mereka bisa berbohong kepada wartawan, bahkan investor. Jika Anda sedang dalam tahap putus asa untuk menambah modal, atau menjaga startup Anda tetap berjalan, sangat mungkin tergoda untuk berbohong soal angka pertumbuhan, hingga revenue yang diperoleh.

Mungkin kebohongan putih ini tidak terungkap di awal, namun jika startup Anda gagal, kebenaran akan keluar pada akhirnya. Akibatnya, lebih buruk daripada sekedar kehilangan perusahaan, namun juga reputasi. Ingat saran Waren Buffet, bahwa reputasi itu penting, kadang diperlukan waktu bertahun-tahun untuk membangunnya, namun bisa hilang dalam hitungan menit.

10. Kehilangan kesabaran

Investor mengatakan 10 juta pengguna baru saat ini sama dengan satu juta pengguna. Tak heran jika startup ingin scaling dengan  cepat. Tetapi jika Anda hanya fokus pada pertumbuhan, pengembangan produk Anda akan keteteran.

Pertumbuhan tiap startup sangat berbeda, tergantung dari jenis bisnis yang dijalankan. Tetapkan target pertumbuhan berdasarkan skala yang masuk akal. Acuannya tentu kepada pertumbuhan startup yang sejenis.

Sebagai gambaran, jika Anda menjalankan sebuah perusahaan media, Anda akan harus menunggu sampai cukup besar untuk dapat memperkerjakan  tim marketing. Itu bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun. Lain halnya, jika Anda menjalankan bisnis berbasis transaksi, pastikan Anda tahu margin yang dibutuhkan agar bisnis Anda bisa bertahan.

11. Meremehkan kesulitan menjalankan startup

Sebagian besar cerita yang tampil adalah kisah sukses. Tetapi yang perlu Anda ketahui  kisah sukses yang Anda baca di media merupakan hasil kerja keras foundernya. Tanpa usaha yang tak kenal lelah membangun bisnisnya seorang William Tanuwijaya tidak akan mencetak sejarah investasi ratusan juta.

Bahkan orang sekaliber Dave McClure mengambarkan betapa sulitnya menjalankan startup:

“Seperti neraka. Terlalu banyak yang perlu dikerjakan. Ada hari-hari ketika Anda ingin menangis. Anda tidak memiliki kehidupan sosial. Anda tidak benar-benar ingin berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman. Dunia Anda hanya berputar di sekitar startup, dan itu semua tentang mencoba untuk bertahan,  dan tidak terlihat idiot di depan karyawan.”

“Mungkin bebannya tidak sama dengan memecahkan masalah dunia seperti perang atau kelaparan. Tetapi ketika seluruh dunia Anda adalah tentang mencoba untuk menunjukkan orang lain bahwa  Anda berhasil, mampu, dan mempertahankan kondisi eksternal yang terlihat semuanya berjalan dengan baik, sementara sisi internal Anda panik, dan berjuang untuk terus bisa membayar gaji, itu sangat stres.”

12. Tidak memiliki mimpi besar

Ada tipe orang praktis, yang tidak merespon terhadap mimpi besar, namun lebih kepada menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Di lain sisi ada tipe pemimpi yang mempunyai visi sangat ke depan. Tim startup terbaik terdiri atau menjaga dua tipe tersebut dengan sangat baik untuk saling melengkapi satu sama lain.

source




Popular Posts