Daftar Gereja Terbesar di Indonesia

Daftar Gereja Terbesar di Indonesia (Bentuk Fisik Bangunan)

Berikut adalah daftar sederhana mengenai Gereja terbesar di Indonesia. Kata "gereja" sendiri memiliki banyak arti. Walaupun arti utamanya adalah "jiwa" ataupun jemaat yang hadir didalamnya, tetapi kali ini saya mengukurnya dengan ukuran bentuk fisik bangunannya. Minimal dengan jumlah kapasitasnya, kita bisa menghitung secara kasar mengenai jumlah jemaat yang beribadah didalamnya.

Saya yakin ada banyak gereja lainnya yang lebih besar daripada daftar yang saya buat, namun saya tidak memasukkannya karena kekurangan data dan sangat sulit menemukannya.
Tapi untuk peringkat 1-3, saya yakin sekali bahwa posisi itu tidak berubah.

1. Gereja Bethany Surabaya (Graha Bethany Nginden, Surabaya)
Kapasitas: 35.000 jemaat

Gembala: Pdt. Abraham AlexTanuseputra
Aliran: Kharismatik

Pada tahun 1978, Gereja Bethany didirikan oleh Pdt. Abraham Alex Tanuseputra, di Jalan Manyar Rejo I/29 Surabaya. Bethany pada saat itu tergabung sebagai bagian dari Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI), sehingga Gereja tersebut disebut sebagai GBI Jemaat Bethany atau GBI Bethany. Dalam penggembalaan jemaat GBI Bethany ini, Pdt. Alex mencetuskan "Successful Bethany Families" sebagai visi gereja tersebut.

Tahun 1987, dimulai visi pembangunan Graha Bethany, Nginden, Surabaya dengan kapasitas 20.000 orang dan selesai pada tahun 2000. Graha Bethany dianggap sebagai sebuah gedung gereja yang terbesar di Asia Tenggara. Namun informasi terbaru bahwa Bethany Surabaya sudah meningkatkan kapasitasnya menjadi 35.000 jemaat dan sedang membangun Bethany Makassar dengan kapasitas 40.000 jemaat (data masih perlu dikonfirmasikan).

2. GBI Mawar Sharon (Kelapa Gading Jakarta)
Kapasitas: 10.000 Jemaat
Gembala: Pdt. Jacob Nahuway
Aliran: Kharismatik
Mulanya, Pdt. Jacob merintis GBI Mawar Sharon di Jl. Kwitang No. 2, Jakarta-Pusat pada bulan Februari 1979 di ruangan ukuran 7x7 meter.
Oleh Anugerah Tuhan Yesus Kristus, pada tanggal 21 Desember 1992, GBI Mawar Saron membeli sebidang tanah seluas 9870 m di Jl. Hybrida Timur, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara. Kemudian dalam bulan April 1995, pembangunan gedung gereja dengan ukuran 20m x 65m mulai dibangun dan pada tanggal 18 Juli 1995 gedung gereja diresmikan oleh Pdt. David Yonggie Cho.
Hingga sekarang, di lokasi ini telah berdiri gedung gereja seluas 20 m x 60 m, dengan kapasitas 2000 orang, gedung kantor sekretariat lima lantai seluas 32 m x 32 m, gedung Sekolah Penginjil lima lantai seluas 18 m x 35 m, dan gedung Lembaga Pendidikan Mawar Saron lima lantai. GBI Mawar Saron juga telah membeli sebidang tanah, yang berdekatan dengan lokasi gereja, untuk menjadi tempat doa.
Pada tanggal 25 Februari 2003, GBI Mawar Saron membangun gedung gereja dengan kapasitas 10.000 tempat duduk di lokasi yang sama.

3. GBI Keluarga Allah Solo
Kapasitas: 5000
Gembala: Obaja Tanto Setiawan
Aliran: Kharismatik

Keluarga Allah adalah sebuah gereja yang berdiri di Solo pada tahun 1989. Jumlah jiwa yang berjemaat di Gereja Keluarga Allah di wilayah Indonesia saat ini telah mencapai 30.000 jiwa.

Pusatnya ada di kota SOLO, ruang utama gedung ibadahnya berkapasitas 5000 tempat duduk, ditambah ruang tambahan lain, memiliki lebih dari 20 ribu jemaat di solo, memiliki stasiun Televisi lokal "TA TV", radio lokal El Shadai FM, Sekolah dari SD sampai SMA, dan sebuah STT.

Salah satu gereja cabangnya yang di Jogja memiliki ruang ibadah dengan kapasitas 1500 tempat duduk, ruang ibadahnya ada di mal Saphir Square (setahu saya ruang ibadah ini hak milik bukan sewa ke Mal Saphir). Dengan jemaat di Jogja sekitar 7000 jiwa. Memiliki STMIK dan radio Impact FM. Cabang jogja ini baru berusia 11 tahun.

4. Gereja Reformed Injili Indonesia (Katedral Mesias Kemayoran, Jakarta)
Kapasitas: 4.800 + 2.200 Jemaat 
Gembala: Pdt. Stephen Tong
Aliran: Reformed Calvinis
Kompleks Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) yang berada di Jalan Angkasa Kemayoran Jakarta Pusat menjadi pusat perhatian baru. Gereja raksasa ini memiliki bangunan unik, karena beratap kubah. Kompleks ini berluas 12.000 meter persegi.

Di dalam gereja ini, terdapat dua aula besar yaitu Aula Mesias Kathedral dan Aula John Calvin. Aula Mesias Kathedral terletak di lantai empat dan berkapasitas 4.800 jemaat dan Aula John Calvin terletak di lantai satu dengan kapasitas 2.200 jemaat.

Selain dua aula, gereja ini juga memiliki banyak ruangan lain. Antara lain ruangan yang digunakan untuk aktivitas belajar mengajar. Para murid yang belajar tampak didominasi kawula muda dan anak-anak. Mereka diajar bahasa Inggris dan Mandarin.

5. Gereja Bethel Indonesia jemaat Senayan (Jakarta Convention Center, Cendrawasih Room)
Kapasitas: 7.567 Jemaat
Gembala: Niko Nyotoraharjo
Aliran: Kharismatik

Walaupun gereja ini memiliki kapasitas yang sangat besar, namun saya sengaja memasukkannya di peringkat agak bawah karena status gedung gereja ini tidak seperti gereja lainnya diatas. Gedung ini bukanlah milik Gereja melainkan masih berstatus sewa.

 Memang Pdt. Niko diperkirakan memiliki gedung Sentul City Convention Center yang berlokasi di Sentul Jawa Barat (tidak jauh dari Jakarta) yang memiliki kapasitas 11.000 jemaat (Main Hall saja). Namun karena ada permasalahan dalam izin, sehingga saat ini gedung tersebut hanya dipergunakan untuk konfrensi dan acara tertentu saja. Sentul International Convention Center Tower (SICC Tower) diresmikan pada 15 Maret 2010 oleh Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo, dengan dihadiri oleh hamba-hamba Tuhan dari dalam dan luar negeri.

6. JKI Kerajaan Allah - Holy Stadium (Semarang, Jawa Tengah)
Kapasitas: 2.000
Gembala: Pdt. Petrus Agung Purnomo
Aliran: Kharismatik
Gedung ini sendiri diresmikan pada tahun 2007. Gedung ini sendiri terletak di Kompleks Grand Marina Semarang Utara.

7. Gereja Tiberias Indonesia (Jemaat Balai Sarbini)

Kapasitas: 1.300
Gembala: Pdt. Yesaya Pariadji
Aliran: Kharismatik
Sama seperti GBI Senayan, gedung inipun sebenarnya bukan milik gereja melainkan masih berstatus sewa. Memang saat ini Tiberias memiliki beberapa gedung mewah yang merupakan milik gereja antara lain Tiberias Center (Kelapa Gading), Boanerges Center (Pulomas) namun kapasitasnya masih dibawah Balai Sarbini.

Selain gedung diatas, Tiberias juga memiliki gedung Imperium (tidak diketahui secara pasti mengenai status kepemilikannya) yang terletak di Batam yang memiliki struktur bangunan yang mewah.

8. GPIB Immanuel (Gambir Jakarta)
Kapasitas: 800-1000 Jemaat
Aliran: Protestan

Gembala: Pdt. Denny Matulapea (Berganti setiap Periode tertentu)
Berdirinya gereja yang dulu bernama Willems Kerk ini merupakan realisasi “mimpi”  dari Raja Belanda (Willem I, yang berkuasa 1813-1840). Obsesinya mempersatuan semua gereja dan organisasi Kristen yang berada di wilayah kekuasaannya—termasuk wilayah jajahan—dinyatakan  dengan membangun gereja oikumenis, untuk menyatukan antara umat Reformasi dan Umat Lutheran Protestan Belanda di Batavia dalam satu gereja.

Setelah dana cukup, maka pembangunan gereja pun segera dimulai.  Tepatnya tanggal  24 Agustus 1835 (bertepatan dengan ulang tahun Raja Willem I ke-63) pembangunan gereja pun dilakukan.  Lebih dari tiga tahun proses pembangunan berlangsung. Dan pada 24 Agustus 1839, bertepatan dengan ulang tahun Raja Willem I ke-67, gereja yang beralamat di Koningsplein Oost (sekarang Jl. Merdeka Timur 10), pembangunan selesai dan diresmikan menjadi gereja dengan nama Willems Kerk.

Pada 31 Oktober 1948, De Protestantse Kerk in Westelijk Indonesie (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat / GPIB) dibentuk. Kemudian gereja Willems Kerk ini berganti nama menjadi GPIB Immanuel, sebuah kata yang mengandung makna sekaligus iman bahwa Tuhan selalu beserta kita umatnya.

GEREJA-GEREJA LAINNYA

1. Gereja Kristus Yesus (Mangga Besar Jakarta)
Saya sama sekali tidak mengetahui kapasitas dari gereja ini. Tapi ketika pertama kali melihat gereja ini di bilangan Mangga Besar (dekat Glodok), saya sangat kagum dengan arsitekturnya.
Gereja Kristus Yesus berdiri pada tanggal 3 Juni 2002. Keberadaan Gereja Kristus Yesus adalah pengembangan dari Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar (GKJMB) yang telah berdiri sejak tanggal 3 Juni 1945.Oleh sebab itu, Gereja Kristus Yesus memiliki kesatuan sejarah dengan Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar (GKJMB) yang merupakan hasil perintisan dari jemaat Chung Hua Chi Tuh Chiao Hui (CHCTCH) Kuo Yu Thang di Jakarta.

2. Gua Maria Lourdes (Kediri, Jawa Timur)

Memang tempat ini bukanlah sebuah gereja, namun tempat doa bagi umat Katolik ini berdiri di atas tanah seluas 13 Hektar. Gereja ini dibangun oleh Romo Wolter, tahun 1936 Masehi dan menjadi gereja terbesar se Asia. Arsitektur gereja ini mengikuti gereja Lourdes di Perancis. Di bawah gua maria lourdes di puh sarang ini terdapat 12 mata air suci yang sudah dilestarikan lebih dulu sehingga bisa langsung diminum.

3. Katedral Jakarta
Kapasitas: 800 Jemaat
Aliran: Katolik

Gereja Katedral Jakarta (nama resmi: Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming) adalah sebuah gereja di Jakarta. Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Gereja ini memang tidak terlalu besar dari segi kapasitasnya, namun Katedral seperti merupakan simbol bagi umat Katolik di Indonesia.

4. Gereja Katolik Palasari (Bali)

Gedung gereja ini mungkin tidak besar, namun saya masukkan karena bentuknya yang sangat unik. Ketika anda melihatnya langsung, maka kemungkinan anda tidak akan mengira bahwa gedung itu merupakan gereja. Ketika Paskah, maka jemaat yang datang dapat dipastikan memenuhi kapasitas gereja tersebut sehingga dibutuhkan tenda tambahan agar dapat menampung jemaat yang hadir.

5. Gereja St. Yakobus

Gereja ini sekali lagi memang bukan gereja yang besar dan saya sangat mengetahuinya karena memang kebetulan gereja ini terletak tidak terlalu jauh dari rumah saya. Bentuk bangunannya juga sama sekali biasa untuk ukuran gereja Katolik yang memang memiliki nilai arsitektur yang sangat tinggi.


6. Gereja Christ Cathedral

Gereja yang hampir saja di bom oleh teroris di serpong tanggerang.

Related Post

1 comment:

Garry Tengker said...

Mengapa Anda tidak melampirkan bahwa anda mengambil tulisan ini dr blog saya?
pastorgarrytengker.blogspot.com. dulunya: garrytengker.co.cc

Popular Posts