728x90 AdSpace

Saat Kau butuhkan tetesan air 'tuk segarkan relung jiwamu yang mulai mengering...

  • Latest News

    Tanda

    “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”  Jawab Yesus kepada mereka, Rombaklah  Bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (Yoh. 2:  18 – 19).

    Orang yang sedang bercinta pun sering menginginkan tanda bahwa yang dicintai juga mencintainya. Misalnya, mereka menantikan senyuman, lirikan mata, keinginan mau duduk bersama, membalas suratnya dengan amplop orange atau dengan gambar jantung hati.
    Dalam kehidupan beriman dengan Tuhan, ternyata orang juga tidak dapat lepas dari tanda-tanda itu. Orang Israel diberi tanda akan kehadiran dan pernyataan Yahwe dengan dua loh batu yang membuat sepuluh perintah Allah. Itulah tanda kehadiran Alllah dan umat merasa aman tentram dan damai.

    Maka juga tidak mustahil waktu Yesus berkarya dan mengusir orang-orang yang berjualan di kenisah, orang-orang minta tanda kepada-Nya. Mereka minta bukti bahwa Yesus memang yang diutus Allah, sehingga punya hak untuk mengusir mereka. Yang menarik adalah bahwa Yesus tidak menunjukkan tanda-tanda seperti yang mereka minta. Yesus tidak menunjukkan KTP. Ia tidak punya surat kuasa dari Bapa-Nya yang dapat ditunjukkan kepada mereka. Tanda yang diberikan Yesus adalah diri-Nya sendiri, “Rombaklah Bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

    Itulah tanda yang diberikan Yesus bahwa Diri-Nya sendiri akan dibunuh dan akan bangkit dalam tiga hari. Sayang, bahwa orang-orang Yahudi tidak menangkap tanda itu. Mereka tetap berpikir akan kenisah dan tidak mengerti yang dimaksudkan Yesus.
    “Kami memberitakan Kristus yang tersalib, suatu sandungan bagi orang Yahudi dan kebodohan bagi orang bukan Yahudi. Tetapi bagi mereka yang dipanggil, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan dan hikmah Allah ” ( 1 Kor 1: 23 – 24).

    Waktu berkunjung  di rumah seorang sahabat  di kota Bitung (Sulawesi  Utara), kota yang  berada di kaki Gunung Duasudara yang subur itu, kami sempat dibuat kaget dengan salib di ruang tamu. Tangan kanan Corpus Yesus  pada kayu salib itu patah. Kemudian kami bertanya, “Saudara mengapa memasang salib yang sudah rusak?”
    Jawabannya mengejutkan, “Salib ini memiliki sejarah yang panjang. Ketika anak kami masih kecil-kecil, mereka bermain-main dan tidak sengaja salib ini jatuh, sehingga tangan kanannya patah.  Istri saya memiliki ide, supaya salib ini sebagai ‘tanda’  agar keluarga kami rela menjadi tangan kanan Yesus. Setiap doa malam keluarga, anak-anak selalu diingatkan berani menjadi tangan kanan Yesus. Kini anak-anak sudah dewasa dan terpencar di mana-mana (Timika, Ternate, Jakarta dan Makasar). Mereka aktif sebagai anggota Gereja. Ada yang menjadi katekis dengan sukarela, ada  juga  yang menjadi prodiakon. Saya bersyukur kepada Tuhan atas semuanya itu.”

    Setiap kita memiliki pengalaman masing-masing akan “tanda” seperti itu. Mari kita mohon pada Tuhan supaya memiliki hati yang peka dan nalar yang cermat supaya bisa membaca tanda-tanda itu. Siapa tahu, itulah tanda petujuk arah agar tidak tersesat dalam perjalanan hidup.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Item Reviewed: Tanda Rating: 5 Reviewed By: Blogger
    Scroll to Top