728x90 AdSpace

Saat Kau butuhkan tetesan air 'tuk segarkan relung jiwamu yang mulai mengering...

  • Latest News

    Bocah Bocah Jenius di Dunia

    1. Kisah Bocah Genius IQ 148 Berjuang Jadi Anak Biasa

    Jaxon Cota merupakan anak lelaki berusia 11 tahun asal McKinney, Texas, Amerika Serikat yang memiliki skor IQ 148. Kejeniusan Jaxon dimulai ketika dia berusia dua tahun dan tertarik dengan angka.

    Ketika itu, dia sedang bermain dengan teman sebayanya. Tiba-tiba Jaxon meneriakkan angka 78 kepada ibunya. Ibu Jaxon, Lori, awalnya bingung melihat anaknya sampai akhirnya dia berbalik dan sadar kalau thermostat di tembok menunjukkan angka 78.

    Lori juga kaget ketika Jaxon menekan angka 350 di ovennya. Saat itulah Lori melihat Jaxon mulai membaca angka sampai dengan lima belas digit.

    "Angka-angka itu selalu terjebak di kepala saya," kata Jaxon kepada NBC News. "Ada begitu banyak hal tentang angka yang menarik dan harus dipelajari."

    Di usia sembilan tahun, Jaxon mengerjakan soal matematika tingkat SMA untuk hiburan ketika dia merasa bosan saat liburan panjang musim panas.

    Beberapa saat yang lalu, Jaxon bersaing dalam kompetisi matematika. Dia hampir mendekati posisi teratas dalam kompetisi matematika nasional untuk siswa kelas 5-12, MathCON. Di kompetisi itu dia sudah mencapai posisi tujuh setelah menyingkirkan 45.000 siswa.

    "Ada ritme di dalam angka," kata ayah Jaxon, Mathhew Cota. "Dan ada sesuatu tentang angka, dalam cara yang aneh, jadi sangat sederhana untuknya."

    Jaxon memiliki bakat dan kecerdasan yang akan melewati beragam tingkatan usia, bahkan tingkat perguruan tinggi. Tapi untuk saat ini, dia hanya ingin menjadi anak-anak.

    "Ini bukan sesuatu yang ingin saya lakukan, karena saya tidak bisa melakukan hal-hal yang saya suka seperti bermain bisbol atau bergaul dengan teman-teman," katanya.

    Saat sekolah dimulai pada musim gugur, Jaxon akan duduk di kelas enam. Dia akan mendapatkan pelajaran khusus untuk membuatnya tetap tertantang belajar.

    Orangtuanya mengatakan hal itu dilakukan agar dia tetap tumbuh seperti anak normal pada umumnya.

    "Anak-anak yang punya bakat spesial biasanya terkotak-kotak dalam pergaulannya," kata Lori. "Saat empat tahun, dia bisa membaca dan melakukan semua hal. Namun dia tidak bisa mengikat tali sepatunya. Ada hal-hal di semua tingkatan kelas yang mengharuskan dia belajar."

    2. Heboh Bocah Jenius Australia Keturunan Indonesia

    Jonah Soewandito, bocah 11 tahun kini menjadi perbincangan publik negeri Kanguru, Australia. Dia merupakan bocah jenius dengan umur yang terbilang masih belia.

    Jonah sudah mengikuti ujian akhir SMA di usia 11 tahun. Hebatnya lagi, bocah yang tinggal di Sydney itu mendapat nilai di atas 90 untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia.

    Hasil ujian akhir SMA di negara bagian New South Wales yang biasa dikenal dengan nama HSC (High Schol Certificate) diumumkan minggu lalu. Berkat pencapaian itu Jonah masuk dalam daftar murid dengan prestasi tertinggi.

    Secara umum, mereka yang mendapat angka di atas 90 dalam mata pelajaran yang diujikan di ujian akhir SMA, dimasukkan ke dalam golongan yang berprestasi.

    Dalam laporan Sydney Morning Herald, Jonah adalah murid termuda yang ikut ujian SMA tahun ini. Dia juga menjadi salah satu murid termuda yang pernah mengikuti HSC di New South Wales.

    Untuk murid seusia Jonah, 11 tahun, kebanyakan teman-temannya baru duduk di Tahun ke-6, namun Jonah sudah mengikuti pelajaran untuk murid tahun ke-12.

    Dari namanya, Jonah Soewandito kemungkinan berasal dari Indonesia atau memiliki orangtua berdarah Indonesia.

    Namun, pihak Sekolah Swasta Scots College enggan mengungkap identitas pelajarnya tersebut. "Yang kami tahu dia lahir di Australia," kata salah seorang guru seperti dilansir Sydney Morning Herald, akhir pekan lalu.

    Menurut si guru, sejak Jonah menjadi pemberitaan di Sydney menjelang ujian beberapa bulan lalu, orangtuanya masih belum mau memberikan wawancara kepada media.

    Sejak kecil bakatnya Jonah memang telah terlihat. Usia 3 tahun, ia sanggup membaca dan menulis huruf latin. Tak perlu TK, dia langsung dapat mengikuti intisari pelajaran level SD hanya dalam waktu dua tahun.

    Banyak guru di tempat Jonas sekolah mengaku, baru kali ini menemui murid sejenius Jonah.

    Selepas lulus SMA, Jonah ingin segera lanjut kuliah bidang kedokteran. Sekolahnya telah menghubungi Universitas Sydney membicarakan kemungkinan bocah semuda itu lanjut studi strata satu.

    "Saya ingin menemukan obat kanker, karena itu salah satu penyakit paling mematikan di dunia," kata Jonah.

    3. Usia 15 Tahun, Anak Petugas Kebersihan Kuliah S3

    Sushma Verma. Inilah bocah jenius dari India. Putri petugas kebersihan ini akan mencecap pendidikan PhD atau S3. Padahal usianya baru 15 tahun. Sungguh luar biasa.

    Kejeniusan Sushma sudah terlihat sejak berusia dua tahun, saat berhasil membaca kisah Ramayana di sekolah. Sejak itu, dia mencetak berbagai rekor. Pada 2005, saat berusia 5 tahun, dia sudah duduk di bangku kelas IX.

    Saat berusia tujuh tahun, Sushma masuk dalam daftar Limca Book of Records sebagai murid termuda yang menyelesaikan kelas X. Dan pada usia 13 tahun, dia lulus sarjana. Pada Juni silam, Sushma tak hanya lulus program MSc , tapi juga jadi jawara kelas. Nilai rata-ratanya 8. Keren bukan?

    Dan saat ini, remaja kelahiran Februari 2000 ini bersiap menjadi mahasiswa termuda untuk jenjang S3 Babasaheb Bhimrao Ambedkar University (BBAU) di Lucknow. Dia mendapat beasiswa setelah nangkring di peringkat ke tujuh dalam tes masuk uni universitas.

    "Saya sangat bahagia mencapai prestasi ini. Ini merupakan prestasi yang sangat besar. Saya berhutang budi kepada Prof RC Sobti, wakil rektor universitas, yang selalu mendukung saya dalam mencapai ini," kata Verma sebagaimana dikutip Dream dari Hindustan Times, Sabtu 25 Juli 2015.

    Bagi Sushma, belajar dengan orang-orang yang jauh lebih tua tak menjadi masalah. Dia bisa menyesuaikan diri dengan temanteman sekelas meski berusia lebih muda. "Belajar dengan murid lebih tua dariku bukanlah hal baru. Aku sudah terbiasa," kata Sushma.

    Sushma lahir dan tumbuh dari keluarga miskin. Sang ayah hanya bekerja sebagai petugas kebersihan. Sang ayah dan bunda buta huruf. Meski demikian, anak-anak mereka berotak cemerlang.

    Lihatlah kakak lelaki Sushma, Shailendra, hingga kini memegang rekor sebagai sarjana komputer yang lulus dengan usia paling muda. Shailendra berusia 14 tahun saat lulus sarjana pada 2007. Dia kini mengejar gelar MBS di Bangaluru.

    Sang ayah, Tej Bahadur, tak punya kata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya, selain bersyukur pada Tuhan. "Saya buta huruf dan tidak bisa membimbing anak-anak," ujar Tej Bahadur.

    4. Kerjanya Cuma Main, Bocah 8 Tahun Ini Digaji Rp 15 Miliar

    Umurnya memang sangat belia, baru delapan tahun. Tapi hebatnya, bocah laki-laki bernama Evan ini sudah dapat menghasilkan uang berjumlah besar, yakni US$ 1,3 juta atau sekitar Rp 15,5 miliar.

    Uang itu didapat Evan tanpa kerja keras banting tulang, melainkan dari bermain dengan mainannya.

    Diberitakan Business Insider, Evan mendapatkan uang sebanyak itu dari mengulas mainan terbaru dan menggunggahnya ke Youtube.

    Video yang diunggahnya kemudian menjadi viral dan ditonton lebih dari 10 juta. Dalam channelYoutube pribadinya, EvanTubeHD, Evan telah mengunggah lebih dari 10 video.

    Dalam sebuah wawancara dengan majalah Newsweek, ayah Evan, Jared mengatakan, semua itu berawal dari proyek sederhana yang dibuatnya bersama Evan.  Keduanya membuat videostop-motion Angry Birds yang diunggah Youtube dengan nama channel EvanTubeHD.

    Kemudian dikembangkan menjadi bisnis profesional. Membuat tim penjualan dan melakukan penawaran kepada produsen mainan untuk dipromosikan di channel Youtube Evan.

    "Semua hasilnya dari channel akan diinvestasikan dan ditabung untuk keperluan Evan," ujar Jared.

    Diketahui, situs berbagi video Youtube mempunyai kebijakan menjalin kerja sama dengan seseorang jika video yang diunggahnya ngetop dan disaksikan jutaan orang. Bentuk kerja sama tersebut berupa pembagian keuntungan dari iklan yang dimasukan ke video pengguna Youtube.

    Jadi tak heran jika Evan dibayar anak perusahaan Google itu sebesar Rp 15,5 miliar dalam setahun. Evan mendapat bayaran karena video-video yang diunggahnya telah disaksikan lebih dari 443 juta.

    5. Bocah Jenius, Lulus Kuliah di Umur 11 Tahun

    Bocah berusia 11 tahun menguncang dunia pendidikan Negeri Paman Sam. Di usianya yang masih belia dia sudah lulus dari bangku perguruan tinggi.

    Tanishq Abraham, baru saja diwisuda dari American River Collega di Sacramento, California. Di tengah kekaguman publik, Abraham malah berkomentar santai.

    "Ini bukan hal yang besar bagi saya," kata Abraham yang lulus dengan nilai 4 seperti dikutip dari laman Time.com, Jumat, 22 Mei 2015.

    Hal yang mengejutkan, Abraham baru saja menyelesaikan tes kelulusan dari sekolah menengah di California.

    Meski santai menanggapi prestasi besarnya, tak pelak kehadiran Abraham seolah mengintimidasi rekan satu kampusnya. Sebagian lagi mengaku bangga bisa satu kelas dengan seorang mahasiswa cilik.

    Pihak kampus, ARC, sendiri belum bisa memastikan apakah Abraham termasuk lulusan sekolah termuda dalam sejarah. "Namun yang pasti dia lulusan termuda tahun ini," kata Juru Bicara ARC, Scott Crow.

    Bocah ajaib ini masuk dunia pendidikan dimulai dari Mensa International pada usia 4 tahun. Abraham mulai menapaki dunia kuliah dengan menjadi mahasiswa ARC pada usia 7 tahun.

    Tak cuma Abraham, kakak perempuannya juga termasuk bocah ajaib. Tiara tercatat mulai masuk dunia kuliah pada usia 7 tahun.

    "Sejak di Taman Kanak-kanak, Tanishq tumbuh lebih cepat, bahkan jauh beberapa tahun ke depan," kata Kaji, ibu Abraham.

    Tak puas hanya lulus sarjana, Abraham telah merancang masa depannya dengan bertekad memperoleh gelar Sarjana Kedokteran.

    Kepada KCRA, Abraham mengatakan ingin menjadi seorang doktor dan peneliti kesehatan, sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat.

    Cita-citanya ini bahkan diunggah Tanishq Abraham dalam akun media sosialnya. Tak lupa Abraham bermimpi bisa memperoleh penghargaan dunia sains tertinggi, Noble Prize.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Item Reviewed: Bocah Bocah Jenius di Dunia Rating: 5 Reviewed By: Blogger
    Scroll to Top