728x90 AdSpace

Saat Kau butuhkan tetesan air 'tuk segarkan relung jiwamu yang mulai mengering...

  • Latest News

    Surga Tersembunyi Di Laut Cina Selatan

    Mengintip Pembangunan "Eco Resort" di Pulau Bawah

    Sebuah resor mewah berkonsep ramah lingkungan tengah dibuat di Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Riau.

    TAREMPA - Kapal yacht yang kami naiki mulai merapat ke perairan Pulau Bawah. Laguna berwarna biru terang semakin terlihat. Zahari, kapten yacht "KEMANA" yang kami naiki sengaja memutarkan kapal mengelilingi pulau eksotis tersebut.

    Pulau Bawah termasuk dalam Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Ada empat pulau lainnya yang berukuran lebih kecil, semuanya mengelilingi Pulau Bawah.

    Situs berita CNN pernah menuliskan gugusan Pulau Bawah sebagai salah satu kepulauan tropis terindah di Asia. Tak tanggung-tanggung, pulau ini memiliki tiga laguna. Sungguh lanskap alam yang jarang ditemukan di pulau-pulau tropis dunia.

    Kapal melabuhkan jangkar di tengah perairan. Menggunakan speedboat, KompasTravel dan rombongan jurnalis menginjakkan kaki di Pulau Bawah. Dermaga panjang mengantarkan kami ke bibir pantai. Perairan di bawah dermaga luar biasa jernih. Ikan-ikan koral seperti parrot fish tampak hilir mudik.

    Dari dermaga pula, tampak deretan Water Villa yang menjulur ke perairan dan Tent Villa yang sedikit nyungsep ke dalam rimbun pepohonan. Pulau Bawah tengah didesain menjadi sebuah private resort yang super mewah, sekaligus ramah lingkungan.

    "Resor ini menerapkan konsep ekowisata pertama di Taman Wisata Perairan (TMP) di Indonesia. Seluruh wilayah Pulau Bawah ini merupakan kawasan konservasi," tutur Direktur Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat PT Pulau Bawah, Aji Sularso kepada awak media saat mengunjungi Pulau Bawah akhir pekan lalu.

    Seorang pekerja yang tengah membawa gerobak semen tersenyum sambil melewati kami. Direktur Komunikasi Penjualan dan Pemasaran PT Pulau Bawah, Bala Navaratnam mengatakan ada sekitar 200 pekerja yang didatangkan dari berbagai penjuru negeri.

    "Para pekerja didatangkan dari berbagai wilayah sesuai spesialisasinya. Misal para tukang batu didatangkan dari Jawa Timur. Para ahli bambu didatangkan dari Jawa Barat, khususnya Bogor dan Bandung," papar Bala.

    Zero waste

    Konsep ramah lingkungan bukanlah hal baru di dunia pariwisata. Banyak hotel dan resor yang berlomba-lomba menjadi yang paling green, atau eco friendly, atau apapun sebutan lainnya. Pihak penginapan harus benar-benar pandai mengelola limbah agar semua limbah yang dihasilkan dari aktivitas penginapan bisa dimanfaatkan.

    "Kami akan pastikan semua jenis limbah dimanfaatkan dan menjadi zero waste ke manapun, termasuk ke lautan," tutur Bala.

    Pria keturunan India itu lantas menjelaskan, bagaimana proses pengolahan semua jenis limbah yang nantinya dihasilkan di Pulau Bawah. Limbah pembuangan akan melewati proses filtrasi dari tumbuhan, dipompa kembali ke atas bukit, kemudian masuk ke dalam tanah. Limbah mandi dan cuci tangan akan diproses agar bisa digunakan kembali untuk menyiram tanaman, mencuci lantai, dan keperluan lainnya.

    "Sementara itu solid waste akan dibawa oleh kapal yang datang tiap minggu. Di pulau ini tidak akan ada botol plastik," tambahnya.

    Bagaimana dengan kitchen waste alias limbah dapur? Bala menjelaskan, semua bekas makanan akan masuk ke dalam satu pond (tempat pembuangan khusus) kemudian diproses menjadi bio gas. Gas itulah yang kemudian digunakan untuk memasak. Begitu seterusnya.

    Untuk sumber energi dan pembangkit listrik, PT Pulau Bawah menggunakan energi terbarukan dari angin dan sinar matahari. Pengadaan air bersih juga diambil dari berbagai proses termasuk rainwater harvesting.

    "Kami ada tujuh tempat untuk rainwater harvesting. Kami juga melakukan penyulingan air laut sehingga banyak sumber selain pompa air di bawah tanah," jelasnya.

    Ekosistem

    Melihat Pulau Bawah yang eksotis bak surga ini, tentu ada rasa khawatir tentang keberlangsungan ekosistem asli. Pulau Bawah dipenuhi hutan tropis yang jadi habitat aneka flora dan fauna. Perairan Kepulauan Anambas pun telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan Taman Wisata Perairan (TWP). Oleh karena itu, aktivitas memancing dan eksploitasi perairan sangat dilarang di kawasan ini.

    "Resor pun dibangun sedemikian rupa sehingga tidak merusak ekosistem asli yang ada di sini. Sepanjang pembangunan kami membuat jalur angkut yang dibatasi pagar bambu, agar material bangunan tidak tercecer ke tanah," papar Bala.

    Perairan di sekitar Pulau Bawah lebih tidak bisa diganggu-gugat. Salah satu sisi Pulau Bawah juga merupakan hutan bakau yang sangat alami, dan menjadi habitat biawak. Pada pagi hari, perairan di sekitar hutan bakau tersebut dilintasi banyak anak hiu.

    Salah satu laguna, yang disebut Bala sebagai 'sungai' karena bentuknya yang memanjang, menjadi habitat ikan pari. Saat snorkeling keesokan harinya, salah satu wartawan melihat penyu di dekat dermaga.

    Kampung Pekerja

    Total ada 37 Water Villa dan Tent Villa yang tengah dibangun di Pulau Bawah. Semua dibangun dengan konsep ramah lingkungan, menggunakan bambu dan batang kelapa.

    Ada juga sebuah beach bar, perpustakaan, satu lagi bar di bagian atas pulau, fasilitas spa, juga infinity pool. Namun selain itu, yang membedakan Pulau Bawah dengan resor mewah lainnya adalah Kampung Pekerja yang terletak di bagian belakang resor.

    "Kampung Pekerja atau Staff Village menjadi tempat tinggal pekerja. Mulai dari kamar tidur dan kamar mandi, kantin, tempat beribadah, sampai klinik," tutur Bala.

    Pria itu melanjutkan, nantinya ada 150 kasur yang terbagi dalam beberapa kamar. Satu kamar bisa berisi empat, dua, atau satu kasur tergantung posisi si pekerja. Namun, nantinya wisatawan yang menginap juga bisa ikut membaur dengan pekerja.

    "Bahkan kalau mau makan masakan khas Indonesia, mereka bisa ikut makan di kantin," tambahnya.

    2.500 dollar AS per malam?

    Bala maupun Aji belum membocorkan berapa publish rate yang akan berlaku di Pulau Bawah. Namun bocorannya, harga per malamnya akan mencapai 2.500 dollar AS (Rp 33 juta) per malam dengan minimum stay empat hari tiga malam.

    "Nanti akan kami kondisikan apakah ingin menginap tiga hari dua malam. Harganya nanti akan all in. Tamu dijemput di Batam dan naik seaplane langsung mendarat di dermaga Pulau Bawah. Harga tersebut juga termasuk semua makanan dan minuman (kecuali alkohol) dan welcome spa.

    Bala menuturkan, meski belum resmi dibuka, ada beberapa tamu khusus yang sudah booking untuk menginap di Pulau Bawah.

    "Salah satunya pesepakbola Inggris. Masih rahasia pokoknya," tambah dia

    Selain tamu dan para pekerja, wisatawan dilarang masuk ke Pulau Bawah. Jika ingin melihat langsung keindahan pulaunya, Anda bisa menyewa kapal dari Tarempa (ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas) dan bersandar di perairan Pulau Bawah.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Item Reviewed: Surga Tersembunyi Di Laut Cina Selatan Rating: 5 Reviewed By: Blogger
    Scroll to Top