728x90 AdSpace

Saat Kau butuhkan tetesan air 'tuk segarkan relung jiwamu yang mulai mengering...

  • Latest News

    Gak Ada Jalan Pintas, Hard Work dan Believe Kalau Kerja Keras Itu Akan Ada Hasilnya

    BIAF 2014

    Jurus Agar Dilirik Studio Animasi ala Animator Pacific Rim


    Cimahi - Mendapatkan pekerjaan impian di studio animasi yang menjanjikan banyak kesempatan pasti menjadi idaman setiap animator. Jurus jitu dari jagoan animasi yang satu ini bisa dicoba.

    "Kamu harus tahu perusahaan yang ingin kamu apply. Cari tahu posisi yang kamu inginkan, lihat level staf mereka di posisi itu. Bisa searching portfolionya di internet. Pelajari, kira-kira kamu punya gambaran untuk posisi yang diincar, karya kamu levelnya harus segitu," saran Ronny Gani.

    Berbicara di salah satu sesi talkshow di Baros International Animation Festival (BIAF) 2014 di Cimahi, animator yang terlibat dalam penggarapan film Pacific Rim ini juga mengingatkan akan pentingnya punya portfolio yang menarik. Karena nantinya, portfolio ini akan dilihat studio animasi yang akan mempekerjakan kita.

    Berbicara soal software yang dipakai, menurut Ronny, tidak jadi penentu kualitas karya yang dihasilkan. Ronny membebaskan bagi mereka yang tertarik animasi untuk memanfaatkan software apapun.

    "Pilih apa aja yang aksesnya kalian punya, entah itu 3D Max atau Blender. Karena bukan soal penggunaan software tapi apa yang perlu dipelajari. Animasi itu menarik karena orang percaya animasi itu bergerak, bukan karena digerakkan orang," ujar lulusan Arsitektur Universitas Indonesia ini.

    Yang lebih penting lagi menurutnya, dalam karir apapun termasuk animasi, kerja keras mutlak diperlukan. Penyuka bacaan komik sejak kecil ini sudah membuktikan bagaimana jatuh bangunnya dia merintis karir hingga sekarang dipercaya terlibat dalam sejumlah film Hollywood seperti Transformers: Age of Extinction dan Noah.

    "Gak ada jalan pintas. Hard work dan believe kalau kerja keras itu akan ada hasilnya. Gak ada alasan untuk kalian gak bisa berhasil. Tetap percaya sama passion kalian supaya bisa menghadapi semua masalah," pesannya.

    Animator Film The Avengers Hebohkan Cimahi

    Cimahi - Dari sekian banyak jago animator dunia yang dihadirkan di Baros International Animation Festival (BIAF) 2014 di Cimahi, Rini Sugianto mungkin yang paling dinantikan. Terbukti, sesi talkshow dengan animator di balik film Tintin dan The Avengers ini heboh dan ramai audience.

    Sebelum Rini naik ke atas panggung, hadirin yang sebagian besar terdiri dari pelajar dan pelaku animasi sudah memadati hall tempat acara berlangsung. Bahkan banyak di antaranya yang tidak kebagian duduk, rela berlesehan.

    Dalam talkshow-nya, Rini bercerita bagaimana awal mula dirinya merintis karir di bidang animasi. Dia awalnya iseng melamar ke Weta Digital, sebuah studio animasi di Selandia Baru. Saat itu Weta mencari animator untuk penggarapan Tintin.

    Tak disangka, Weta menyukai karya wanita yang bekerja di dunia animasi sejak 2005 ini. Akhirnya Rini yang sejak kecil sangat menyukai komik Tintin itu pun resmi direkrut untuk terlibat dalam penggarapan film sang jurnalis berjambul khas tersebut.

    Keterlibatannya dalam film The Adventure of Tintin: The Secret of Unicorn, menjadi kiprahnya pertama kali di kancah perfilm-an. Setelah itu, karya animasinya pun mejeng di banyak film laris, sebut saja The Hobbit: An Unexpected Adventure, The Avengers, Ironman 2, The Hunger Games, The Hobbit 2: The Desolation of Smaug dan yang terbaru Teenage Mutant Ninja Turtle.

    Dikatakan wanita yang kini tinggal di San Francisco, Amerika Serikat ini, tantangan terbesar dalam dunia animasi adalah tetap menghasilkan karya yang bagus. Industri animasi menurutnya sangat kompetitif. Portfolio yang bagus lah yang akan menang.

    "Kompetisinya tinggi. Gak dilihat kamu gelarnya apa, yang penting karyanya. Misalnya lulusan SMK bagus portfolionya dibandingkan yang S1, maka yang di-hire yang lulusan SMK. Jadi hasil kerja yang dilihat," kisah Rini menceritakan pengalamannya.

    Meski sudah mencapai level internasional, Rini selalu berhati-hati untuk tidak terlalu membangga-banggakan prestasinya. Ini juga yang menjadi pesannya untuk semua animator.

    "Saran ini mungkin klise. Kerja keras. Jangan cepat puas dan jangan pernah menyerah. Coba lagi dan coba lagi terus. Dan minta karya kamu dinilai sama orang yang lebih berpengalaman. Always ask for critiques. Jangan pernah takut dikritik. Salah, perbaiki. Begitu terus sampai hasilnya maksimal. Itu cara paling gampang untuk memajukan skill," pesannya.

    Acara talkshow yang berlangsung lebih dari dua jam ini memancing banyak sekali pertanyaan dari para pecinta animasi. Sesi tanya jawab satu jam pun tampaknya tidak cukup.

    Ditambah lagi, pada akhir acara, selain meladeni sejumlah penanya yang tidak kebagian waktu bertanya, Rini juga harus dengan sabar dikerubuti, meladeni permintaan foto bareng dan tanda tangan dari hadirin ngefans berat dengan karya-karyanya.

    "Seru banget. Gak nyangka serame ini. Dan bagus sekali ada banyak pertanyaan. Menyenangkan melihat bagaimana minat mereka sama animasi," komentar Rini.

    Asyik, Bisa Sekolah Animasi Online dengan Animator Tintin!

    Cimahi - Terus belajar, tidak cepat puas, serta rajin mencari kritikan adalah resep Rini Sugianto dalam merintis karir sebagai animator. Tak bosan berbagi pengalaman, di tengah kesibukannya, Rini meluangkan waktu untuk mentoring melalui sekolah animasi online miliknya.

    "Berawal dari pengalaman saya sendiri. Kalau waktu kita belajar animasi itu perlu banyak latihan dan penilaian dari orang. Saya sendiri punya begitu banyak pertanyaan. Jadi saya pikir, ini cara saya untuk bersumbangsih juga dengan membuka workshop online," ujarnya usai sesi talkshow di Baros International Animation Festival 2014 di Cimahi.

    Animator yang namanya kian berkibar setelah terlibat dalam film The Adventure of Tintin: The Secret of Unicorn ini pun punya ide untuk mendirikan FlashFrame Workshop. Dua tahun hadir, Sekolah animasi online yang beralamat di flashframeworkshop.com itu saat ini punya lebih dari 20 murid.

    "It's not much memang. Karena saya juga melakukannya part time in between my projects. Kita seperti ngadain mini workshop kalau onsite. Pretty much same di online," sebutnya bersemangat.

    Di sekolah online ini, Rini khusus menjadi mentor animasi. Untuk bagian lain, ada pengajar lain yang akan memberikan pelatihan. Kesibukannya yang bejibun menurutnya menjadi tantangan tersendiri.

    "Ya, I know! Hahaha... Saya sibuk but that's the challenge. Untuk kelasnya kita ketemu seminggu dua kali. Jadi memang dijadwalkan. Meski belajar online tetep ada interaksi tatap muka. Kita ketemu via video conference selama sejam," terang Rini.

    Dipaparkannya, kelas-kelas yang disuguhkan FlashFrame Workshop bervariasi, mulai dari level Beginner, Intermediate hingga Advanced. Lama belajar pun berbeda-beda tergantung kelas yang dipilih dari yang harian hingga per tiga bulan dengan range Rp 500 ribuan hingga Rp 6 juta.

    "Murid saya random. Ada beberapa anak SMA. Tapi kebanyakan kalangan praktisi. Mereka ini yang sudah tahu dasarnya, sistemnya gimana dan pengen ngembangin ilmunya," kata wanita yang kini bekerja di studio animasi Industrial Light & Magic di San Francisco, Amerika Serikat ini.

    Dikatakannya, pada intinya tugas akhir dari sekolah online-nya ini adalah animasi yang sudah melalui banyak kritikan. Rini memang berulangkali menekankan bahwa seorang animator harus berani memperlihatkan karyanya ke orang lain untuk kritikan agar terus belajar memperbaiki.

    "Kalau kamu simpan sendiri karyanya gak ada yang menilai. Jadi justru harus cari kritik sebanyak-banyaknya. Jangan dikritik lalu down dan menyerah. Harus belajar terus," pesannya.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    Item Reviewed: Gak Ada Jalan Pintas, Hard Work dan Believe Kalau Kerja Keras Itu Akan Ada Hasilnya Rating: 5 Reviewed By: Blogger
    Scroll to Top