728x90 AdSpace

Saat Kau butuhkan tetesan air 'tuk segarkan relung jiwamu yang mulai mengering...

  • Latest News

    Rezeki Mungkin Datang Dari Arah Yang Tak Terduga

    Kisah Sengsara Miliuner WhatsApp & 'Pertarungan' Ponsel Jagoan

    Jakarta - Dijualnya WhatsApp seharga USD 19 miliar memunculkan miliuner teknologi baru. Adalah sang pendiri WhatsApp Jan Koum menjadi sosok yang dimaksud.

    Namun siapa sangka, kehidupan Jan Koem penuh perjuangan. Koum lahir dan dibesarkan di sebuah desa di Ukraina, negara di Eropa Timur yang saat ini dilanda prahara politik.

    Layanan messaging WhatsApp yang didirikan Jan Koum bersama sahabatnya, Brian Acton, telah dibeli dengan harga selangit oleh Facebook. WhatsApp dijual USD 19 miliar atau di kisaran Rp 209 triliun.

    Perjuangannya dari nol telah membuahkan sukses luar biasa. Kini ia kaya raya dan masuk dewan pimpinan Facebook. Ya, Jan Koum harus susah payah dahulu sebelum merengguk manisnya kejayaan.

    Koum yang saat ini berusia 38 tahun, lahir dan dibesarkan di sebuah desa di Ukraina, sebuah negara di Eropa Timur yang saat ini dilanda prahara politik. Ayahnya seorang manajer konstruksi dan ibunya tidak bekerja.

    Saat itu, Ukraina juga dilanda gejolak politik cukup parah. Hidup tidaklah mudah bagi keluarga Koum, terlebih mereka adalah keturunan Yahudi.

    Orang tua Koum jarang menggunakan telepon karena takut disadap dan bisa berakibat buruk. Tidak banyak yang bisa dilakukan saat itu. Fasilitas di desa juga seadanya.

    "Sekolahku tidak punya kamar mandi dalam. Bayangkan musim dingin yang menusuk di Ukraina, cuacanya minus 20 derajat celcius, anak-anak harus mengantre di luar untuk menggunakan kamar mandi," kata Koum mengenang.

    Pendiri WhatsApp: Miliuner yang Hidup Sengsara 


    1.Digitalnomics - the power of digital network economy. Perusahaan dengan karyawan hanya 55 orang dibeli rp 209 triliun. #WhatsAppStory

    2. Jan Koun, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yg relatif miskin. #WhatsAppStory

    3. Saat usia 16 tahun ia nekat pindah ke amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sbg "American Dream". #WhatsAppStory

    4. Di usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah.

    5. Jan Koun, co founder whatsApp pindah dari Ukraina ke USA di usia 16 tahun bersama ibunya. #WhatsAppStory

    6. Untuk bertahan hidup, jan koun remaja bekerja sebagai tukang bersih supermarket. Hidup begtu pahit, begitu Koun membatin. #WhatsAppStory

    7. Hidup mereka kian terjal saat ibunya di diagnosa kanker. Mereka lalu hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. #WhatsAppStory

    8. Koun lalu kuliah di san jose university. Tapi ia milih drop out. Ia lebih suka belajar programming secara otodidak. #WhatsAppStory

    9. Pendiri microsoft, apple, facebook, whatsApp semua bilioner. Mereka juga semua DO saat kuliah. Jadi?

    10. Karena keahliannya sebagai programer, jan koun, co founder whatsApp diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo. #WhatsAppStory

    11. Ia bekerja di yahoo selama 10 tahun. Di sini pula ia berteman akrab dengan brian acton. Mereka berdua bikin WA thn 2009 setelah resign dari Yahoo.

    12. Setelah resign dari Yahoo, mereka berdua sempat melamar ke Google. Ditolak. Google mungkn menyesal seumur hidup menolak lamaran mrka.

    13. Setelah whatsApp resmi dibeli dg harga 209 triliun tadi pagi, Jan Koun melakukan ritual yang mengharukan... #WhatsAppStory

    14. Ia datang ke tempat dimana ia dulu setiap pagi antri untk dapat jatah makan. Saat ia masih remaja miskin berusia 17 tahun....

    15. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri. Mengenang saat bahkan untuk makan ia tidak punya uang.... #WhatsAppStory

    16. Pelan2 matanya meleleh. Ia tak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan harga Rp 209 triliun. #WhatsAppStory

    17. Ia lalu terkenang ibunya yg sudh meninggal (karena kanker). Ibunya yg rela menjahit baju buat dia demi menghemat. Tak ada uang, nak....

    18. Jan Koun tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita ini kepada ibunya. #WhatsAppStory

    19. "Di tempat antri dapat jatah makan ini, nasib hidup saya pernah dipertaruhkan...", begitu mungkin Jan Koun berbisik dalam hati.

    20. Rezeki mungkin datang dari arah yg tak terduga. Remaja miskin yang dulu dapat jatah makan itu kini jadi bilioner.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Item Reviewed: Rezeki Mungkin Datang Dari Arah Yang Tak Terduga Rating: 5 Reviewed By: Blogger
    Scroll to Top